
"Tanaya, di mana Lisa?"Tanya papa Abian yang saat ini berdiri di depan pintu kamar itu.
"Dia ada di kamar mandi."Jelas mama Tanaya.
"Cepat lah siap-siap,tamu sudah banyak yang datang."Jelas papa Abian.
"Iya."Jawab mama Tanaya singkat dan kembali masuk ke dalam kamar.
"Kenapa mual banget sih?"Batin Lisa memegang perut dan kepala nya yang terasa pusing.
"Lisa,papa mu minta agar segera bersiap-siap nak."Ucap mama Tanaya.
"Tapi ma, Lisa mual banget ma."Jawab Lisa.
"Tapi sayang, acara nya sebentar lagi bakal di mulai."Jawab sang mama khawatir namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Lisa pun pasrah akan keadaan sekarang, meskipun dirinya sedang tidak baik-baik saja dia pun akhirnya bersiap-siap.
Sementara itu di sisi lain
"Kok gue jadi kepikiran Rian ya? Dia datang gak ya? Apa sebaiknya gue hubungi aja?"Tanya Saskia berbicara. sendiri.
Saskia dan Rian sudah pulang dari rumah sakit sejak tadi sore karena mereka sama-sama ingin hadir di pesta pertunangan Lisa, meskipun mereka tidak mengatakan hal tersebut kepada mama Talita.
Saskia pun mengambil ponsel nya, dan menelpon Rian.
Call on.
"Hallo."Ucap Saskia.
"Ada apa?"Tanya Rian cuek.
"Lo datang gak ke acara pertunangan Lisa?"Tanya Saskia.
"Iya, bentar lagi berangkat."Jawab Rian.
"Gue boleh nebeng gak?"Tanya Saskia lagi.
"Oke, nanti gue jemput."Jawab Rian.
"Makasih."Ucap Saskia yang kemudian matikan telepon secara sepihak.
Call off.
"Kok sekarang tu anak jadi cuek ya sama gue?"Batin Saskia.
Saskia pun menaruh kembali ponsel nya dan segera bersiap-siap.
Setelah selesai mengunakan gaun dan berdandan Saskia pun teringat akan kotak kecil yang di berikan oleh Rian kemarin.
"Ini kan kotak itu? Apa sih isi nya?"Batin Saskia yang kemudian membuka kotak tersebut.
Saskia pun kaget saat melihat kotak tersebut yang berisi liontin emas yang begitu cantik dan indah.
"Cantik banget astaga."Ucap Saskia membulat kan mata nya.
__ADS_1
Saskia pun mengingat kembali apa yang di katakan Rian saat dia memberikan kotak tersebut kepada Saskia.
"Apa gue pakai aja sekarang ya? Mungkin ini waktu yang tepat buat surprise sin dia."Ucap Saskia gemes.
Setelah beberapa lama berfikir Saskia pun akhirnya memantapkan hati nya untuk memakai kalung tersebut, setelah memakai kalung itu Saskia terlihat semakin cantik,dia pun menunggu kedatangan Rian di depan rumah nya.
Benar saja, tidak lama kemudian Rian pun datang dengan mengunakan mobil sport hitam milik nya.
Rian membuka pintu mobil nya dan keluar menghampiri Saskia.
Kedua nya saling tatap dan saling mengagumi satu sama lain, sementara itu Rian lebih fokus melihat ke leher nya Saskia.
"Malam."Sapa Saskia agak sedikit gugup.
"Lo, Lo pakai kalung nya?"Tanya Rian hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Yaudah ayo berangkat sekarang."Ucap Saskia mengalihkan pembicaraan.
"Tunggu, apa itu artinya Lo Nerima gue?"Tanya Rian lagi.
Saskia yang agak malu pun hanya bisa mengangguk kan kepala nya dengan pelan.
"Serius?"Tanya Rian lagi.
"Iya!"Jawab Saskia kesal karena Rian masih meragukan nya.
Reflek Rian pun memeluk Saskia dengan erat nya.
Begitu juga Saskia,dia pun juga memeluk Rian sambil tersenyum lega akan keputusan nya.
"Makasih Lo udah mau buka hati buat nerima gue."Ucap Rian.
Rian pun tersenyum bahagia, ia tidak menyangka jika dia akan mendapatkan wanita baik dan secantik Saskia.
"Apa Lo bakal natap gue sampai acara Lisa selesai?"Tanya Saskia.
"Eh,em, engak, ayo."Ajak Rian.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan melaju menuju gedung tempat di mana Lisa melangsungkan acara pertunangan nya dengan Aditia.
Sementara itu Lisa sudah selesai bersiap-siap, namun ia begitu engan untuk keluar dari kamar itu.
"Sayang,ayo cepat keluar."Ucap mama Tanaya memegang tangan Lisa.
"Iya ma."Jawab Lisa.
Malam itu Lisa terlihat begitu cantik dengan mengunakan gaun unggu yang mewah, namun kecantikan nya tidak lah berarti bagi dirinya sendiri, ia bahkan tidak tersenyum sedikit pun.
"Ma, Saskia masih belum datang?"Tanya Lisa sambil melirik ke seluruh ruangan.
"Seperti nya belum sayang."Jawab mama Tanaya.
Tak lama kemudian Saskia dan Rian pun masuk ke dalam aula tersebut.
"Bukan nya itu Saskia?"Tunjuk mama Talita.
__ADS_1
"Hm, ma, aku ke sana dulu."Ucap Lisa buru-buru menghampiri Saskia dan Rian.
"Jangan lama-lama, Lisa sebentar lagi acara nya akan di mulai."Ucap mama Tanaya.
"Iya ma."Jawab Lisa singkat dan kemudian meneruskan langkah nya.
"Saskia!"Pangil Lisa.
"Lisa!"Ucap Saskia.
Mereka pun saling berpelukan.
"Malam ini Lo cantik banget?"Ucap Saskia melepaskan pelukan mereka sambil menatap Lisa.
Sementara wajah Lisa sama sekali tidak bada senyuman dengan kelopak mata yang sedikit bengkak.
"Udah, jangan sedih lagi, Lo pasti bisa lewati ini semua."Ucap Rian kepada Lisa.
"Iya Rian benar Lisa,Lo harus kuat."Ucap Saskia juga menyemngati Lisa.
"Makasih ya kalian berdua udah mau datang nemenin gue."Ucap Lisa berusaha menutupi kesedihan nya.
"Iya Lisa sama-sama."Jawab Saskia.
"Oh iya, mumpung ada Lo di sini, gue mau tanya Alfa di mana?"Tanya Lisa kepada Rian.
"Alfa di rumah sa ..."Ucap Rian terhenti karena Saskia menutup mulut nya.
"Kenapa dia di mana?"Tanya Lisa kebingungan melihat tingkah laku Saskia.
"Alfa ada di rumah nya."Jawab Saskia.
"Dia baik-baik saja kan?"Tanya Lisa lagi.
"Oh, em,iya dia baik-baik aja."Ucap Rian sambil tersenyum tipis.
"Syukurlah."Jawab Lisa dengan wajah sedih nya.
"Lisa!"Ucap Aditia yang tiba-tiba datang menghampiri Lisa.
"Iya."Jawab Lisa.
"Acara nya udah mau mulai."Jelas Aditia.
"Genteng doang,tapi kejam."Batin Saskia.
"Yaudah,ayo."Jawab Lisa dengan wajah terpaksa.
Acara pertunangan tersebut pun di mulai dengan beberapa patah kata sambutan dari papa Abian.
"Untuk semua tamu yang datang, saya ucapkan terima kasih banyak karena telah bersedia hadir ke acara pertunangan anak saya satu-satunya,kalau begitu acara nya bisa kita mulai sekarang."Ucap papa Abian yang di susul tepuk tangan para tamu.
"Maa..."Lirih Lisa dengan wajah sedih nya.
"Yang sabar ya sayang."Ucap mama Tanaya mengengam tangan Lisa dan mengantar kan nya ke hadapan Aditia.
__ADS_1
Sementara Saskia dan Rian hanya bisa saling pandang, mereka ikut bersedih karena acara yang seharusnya membuat Lisa bahagia malah membuat nya sedih seperti ini karena laki-laki itu bukan Alfa melainkan kakak tiri nya.
Bersambung ....