Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS#42


__ADS_3

Sementara itu Lisa kebingungan melihat Alfa dan sikapnya barusan,wajah nya terlihat memerah menahan amarahnya.


"Kalau Lo gak cemburu ngapain Lo marah-marah?"Ucap Aditia lagi.


"Suka-suka gue dong,ini kan tempat banyak orang,gak pantes mesra-mesraan di sini."Jawab Alfa yang kemudian pergi meningal kan Aditia dan Lisa.


"Ada apa dengan nya?"Batin Lisa.


"Udah-udah bubar ke tenda masing-masing!"Ucap Saskia.


"Lis ayo istirahat dulu dalam tenda."Ucap Mala memegang tangan Lisa dan membawanya masuk ke dalam tenda.


Sementara itu Saskia membubarkan Aditia dan Alfa yang seperti nya akan bertengkar lagi.


Singkat cerita siang itu pun berganti dengan malam, hawa malam yang gelap mulai menyelimuti tenda para mengikut kegiatan camping, terlihat di setiap tenda di nyala kan api unggun agar tidak gelap dan beberapa lampu yang masing-masing mereka bawa di gantung di dalam tenda mereka.


Malam itu setelah makan malam, para siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan camping itu pun kembali di kumpul kan oleh pak guru pembimbing mereka untuk melakukan jurit malam di malam pertama mereka menginap di hutan ini.


"Anak-anak, silahkan berkumpul di depan tenda,tim satu dan tim dua ayo cepat,malam ini kita akan mengadakan jurit malam."Ucap sang guru sambil meniupkan peluit nya.


Mereka yang mendengar itu pun bergegas siap-siap dan keluar tenda berkumpul di hadapan pak guru pembimbing.


"Apa kalian sudah selesai makan malam?"Tanya pak pembimbing kepada seluruh tim yang sudah berkumpul di hadapan nya.


"Sudah pak!"Jawab mereka semua dengan sembagat sambil memegang beberapa senter di tangan masing-masing dengan pakaian hangat, celana panjang dan juga syal di leher, karena suasana malam yang begitu dingin.


Baik lah anak-anak,malam ini kita akan mengadakan jurit malam,di mana kedua tim harus mengumpulkan tiujuh lembar kain,tim satu mengumpulkan kain berwarna kuning dan tim dua mengumpulkan kain berwarna merah dan tim-tim lainnya mengumpulkan kain berwarna, biru,hijau, pink,dan unggu."Jelas sang guru pembina.


"Dan di selembar kain tersebut terdapat nama-nama anggota tim yang di tulis oleh ibu pembina kalian,tim yang lebih dulu kembali ke tenda akan memenangkan jurit malam ini, apa kalian mengerti?"Tanya sang guru.


"Siap pak mengerti!"Jawab seluruh tim dengan semgat membara.


"Pak, boleh saya bertanya?"Tanya Lisa mengangkat tangan.


"Iya Lisa silahkan."Ucap sang guru.


"Arahan nya bagai mana?"Tanya Lisa lagi.


"Oh iya maaf bapak hampir lupa membahas soal itu, tim kalian ke arah sana, tim satu arah sana, dan tim lain ke sana, sana, dan ke sana, itu ada anak panah yabg telah di beri tanda untuk masing-masing tim. Bagaimana sudah jelas?"Tanya pak pembimbing itu.


"Baik pak jelas."Jawab Lisa.


"Baik lah kalau begitu kalian semua silahkan atur tim kalian masing-masing."Ucap sang guru.

__ADS_1


Lisa sebagai ketua tim dua pun meminta seluruh anggota tim nya untuk berkumpul terlebih dahulu.


"Ayo kumpul dulu sini."Ucap Lisa kepada anggota tim nya.


Saskia,Mala, Mina,Alfa,Rian dan Aditia pun berkumpul di dekat Lisa.


"Oke, semuanya, dengerin gue baik-baik ya, gue ya, Saskia sama Rian dan gue sama ... "Ucap Lisa terhenti karena Mina memotong perkataan Lisa.


"Gue sama Alfa ya Lisa."Ucap Mina.


"Gak gue sama Lisa."Jawab Alfa lagi.


"Ya Lo sama Alfa, gue sama Aditia dan Mala Lo juga ikut Alfa dan Mina ya."Ucap Lisa dengan wajah datar nya.


"Lah kok."Ucap Alfa tidak terima.


"Yes!"Batin Mina.


"Gue sih iya-iya aja, buat jagain mereka biar gak macem-macem."Nyinyir Mala.


"Lisa kok gue sama Rian?"Ucap Saskia kaget.


"Iya nih ganti dong."Jawab Rian.


Mereka semua pun tidak lagi membantah apapun yang di katakan Lisa begitu juga dengan Saskia dan Rian.


Sementara itu Alfa merasa kejewa karena Lisa lebih memilih Aditia untuk bersama dengan nya padahal dia sudah berharap bisa bersama Lisa malam ini.


Beda hal nya dengan Aditia, dia malah senang karena Lisa memilih dirinya dan bukan Alfa.


"Kalah lagi kan Lo."Ucap Aditia yang menghampiri Alfa dan memanas-manasi Alfa.


"Jaga dia, kalau sampai dia kenapa-kenapa, Lo yang bakal gue habisin."Ucap Alfa kepada Aditia.


Sementara Aditia hanya tersenyum miring dan kembali mengikuti Lisa yang sudah berjalan duluan.


Mereka memencar untuk mencari kain nama tersebut agar bisa cepat di temukan.


Mereka pun masing-masing berpisah dari tim untuk mencari kain merah yang di ucap kan oleh guru pembimbing tadi.


"Lisa,Lo gak kedinginan?"Tanya Aditia kepada Lisa.


"Kan gue pakai jaket."Ucap Lisa sambil menerangi jalan dengan senter yang dia bahwa.

__ADS_1


"Ya tapi celana Lo pendek."Ucap Aditia lagi.


"Gue bilang gue gak dingin."Ucap Lisa lagi.


"Yaudah deh."Jawab Aditia.


"Kenapa ni anak perhatian banget sama gue?"Batin Lisa sambil terus melangkahkan kakinya.


"Eh coba lihat, bukan nya itu ya kain yang di maksud?"Tanya Lisa kenapa Aditia.


"Nah nemu juga kan satu."Ucap Aditia lagi sambil menyuluh kain tersebut dengan senter nya.


Lisa pun mengambil kain yang di ikat di ranting tersebut karena itu lumayan rendah dan dekat dengan nya, sementara itu Aditia menerangi nya dengan senter.


"Dapat!"Ucap Lisa senang.


"Coba lu buka kita dapat nama siapa?"Tanya Aditia kepada Lisa.


"Oke bentar ya."Ucap Lisa membuka kain tersebut dan melihat nama yang ada di kain tersebut.


"Alfa Edison Sagala."Ucap Lisa dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah menjadi datar.


"Lo aja deh yang pegang."Ucap Lisa yang kemudian buru-buru menyerahkan kain tersebut kepada Aditia.


Sebenarnya siapa yang menemukan kain yang bukan atas namanya sendiri harus menukarkan sendiri saat sudah berada di tenda nanti,tapi sepertinya Lisa tidak ingin melakukan hal itu.


"Lah kok gue sih? Bukan nya seharusnya Lo yabg nuker nanti sama dia ya?"Tanya Aditia.


"Gue malas,Lo aja deh yang nukerin."Ucap Lisa lagi.


"Oke-oke,gak maslah sih."Jawab Aditia santai.


"Ni cewek kayak nya benci banget deh sama tu orang."Batin Aditia.


Sementara itu di sisi lain.


"Alfa, gue takut."Ucap Mina sambil memegang tangan Alfa.


"Apaan sih lebay banget."Ucap Mala kepada Mina.


"Tau ni, lepasin gak!"Ucap Alfa menepis tangan Mina.


Sejujurnya Mina kesal karena Mala ikut dengan merasa tidak bisa bebas mendekati Alfa.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2