Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #70


__ADS_3

"Ada apa ini"Tanya mama Talita kepada Lisa Alfa dan Mina.


"Tante, sakit."Ucap Lisa memperlihatkan tangan nya yang terkena kuah dari sup panas yang di bawa oleh Mina.


"Ma, aku gak mau tau, aku mau Mina pergi dari sini, aku dari awal udah gak suka Mina ada di sini ma dia itu jahat!"Ucap Alfa yang marah karena tangan Lisa.


"Tapi gue gak salah."Ucap Mina masih Bernai membela dirinya.


Plak ... sebuah tamparan keras dari mama Talita berhasil mengenai pipi Mina.


"Apa yang kau lakukan? Lihat lah tangan Lisa, jadi merah seperti ini!"Marah mama Talita kepada Mina.


"Ahh, sakit."Ucap Mina sambil memegang pipi nya yang terasa memanas.


Mina tidak habis fikir,dia yang awal nya berfikir jika mama Talita akan membela nya malah mama Talita membela Lisa.


"Nyonya,apa saya tidak salah lihat? Bukan kah nyonya tidak suka kepada Lisa? Mengapa nyonya malah membela nya?"Tanya Mina menatap mama Talita dengan tatapan bingung.


"Apa hak kamu, bertanya seperti itu kepada saya?"Ucap mama Talita semakin marah.


"Maaf, maaf nyonya."Ucap Mina takut.


"Lisa, ayo gue obatin tangan Lo."Ucap Alfa yang sedari tadi khawatir terhadap Lisa.


"Hmm, ayo!"Jawab Lisa sambil masih berpura-pura begitu kesakitan.


"Lisa,kamu sama Alfa dulu ya,biar Tante yang urus anak ini."Ucap mama Talita.


"Iya Tante."Ucap Lisa.


Alfa pun membawa Lisa untuk mengobati nya.


"Saskia,Mala, kalian tau kan apa yang harus kalian lakukan kepada wanita rubah ini?"Tanya mama Talita kepada Saskia dan Mala.


"Siap Tante."Jawab Saskia dan Mala.


Sementara itu Mina benar-benar tidak habis fikir dengan kejadian hari ini, di benak nya sekarang mungkin sudah tumbuh begitu banyak pertanyaan.


"Ayo ikut gue!"Ucap Saskia menarik Mina.


"Iya ayo cepat!"Ucap Mala juga menarik Mina.


"Gak, kalian mau bawa gue kemana?"Ucap Mina ketakutan.


"Udah deh, gak usah banyak tanya."Jawab Saskia.


"Iya, Lo harus dapat hukuman yang pantas."Mala tersenyum manis sambil menyeret paksa Mina.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di sebuah ruangan yang lumayan besar dan luas yang berada di dalam vila tersebut.


"Ngapain kalian bawa gue ke sini?"Tanya Mina.


"Tentu aja buat ngasih pelajaran yang tepat sama Lo yang udah berani ganggu Lisa."Jelas Saskia.

__ADS_1


Mereka pun mendorong Mina ke dalam ruangan tersebut dan mengunci pintu dari luar.


"Tolong! Saskia! Mala! Buka pintu nya gue takut, di sini gelap!" Jerit Mina.


"Buka? Besok aja deh ya, gue males."Jawab Saskia.


"Iya, bersihin aja dulu deh ruangan nya,kalau bersih besok baru gue bukain!"Mala pun ikut bersuara lagi.


Saskia dan Mala pun meningal kan ruangan tersebut dan kembali ke mama Talita.


Sementara Mina tidak bisa berbuat apa-apa selain menikmati penderitaan nya.


"Kurang hajar mereka! Arghhh! Sial! Ini benar-benar sial!"Amuk Mina.


****


"Gimana?"Tanya mama Talita.


"Beres Tante."Jawab Saskia sambil tersenyum manis.


"Yaudah, sekarang kita lihat Lisa yuk."Ucap Mala.


Mereka pun pergi menuju kamar Alfa untuk melihat keadaan Lisa.


Sementara itu di kamar Alfa terlihat Lisa yang duduk di sofa dengan Alfa.


"Tanggan Lo merah banget."Ucap Alfa khawatir.


"Gak apa-apa kok,gak usah khawatir."Ucap Lisa tersenyum tipis.


"Yaudah deh,tapi pelan-pelan aja."Lisa khawatir jika itu akan menimbulkan rasa perih.


Alfa pun mengangguk kan kepala nya dan kemudian mulai mengoles kan salep ke tangan Lisa yang terkena tumpahan sup panas tadi.


"Awww! Sakit banget,perih!"Ringis Lisa.


"Sabar kenapa sih, cengeng banget."Ucap Alfa kesal.


"Apa Lo bilang?"Tanya Lisa sekali lagi.


"Gue bilang Lo cengeng!"Jawab Alfa.


Puk ... Lisa memukul mulut Alfa dengan tangan nya.


"Aw, sakit!"Ringis Alfa saat Lisa Tampa sengaja memukul mulut nya di bagian yang memar.


"Alah cengeng banget sih."Gerutu Lisa.


"Awhh, sakit banget."Bohong Alfa.


"Beneran sakit ya? Sini gue lihat."Lisa pun merasa bersalah dan khawatir sambil memegang sudut bibir Alfa.


Sementara itu Alfa menatap nya dengan senyum jahil.

__ADS_1


"Lo pura-pura ya?"Tanya Lisa merasa aneh dengan ekspresi Alfa.


"Engak! Siapa bilang gue bohong, sakit beneran tau,ayo cepetan obatin gue!"Paksa Alfa yang manja kepada Lisa.


"Ya udah gue minta maaf, sini gue obatin."Ucap Lisa sambil mengambil obat dari kotok obat tadi untuk mengobati Alfa.


"Now,gue gak mau di obatin pakai itu."Ucap Alfa menahan tangan Lisa.


"Terus pakai apa?"Tanya Lisa bingung.


Tanpa banyak bicara Alfa menarik tengkuk Lisa dan mencium lembut bibir Lisa.


Sementara itu di luar kamar Alfa berdiri mama Talita, Saskia dan Mala.


"Tunggu apa lagi? Buka pintu nya Saskia."Ucap mama Talita.


"Tunggu Tante, biar aku intip dulu."Ucap Mala yang memiliki firasat aneh terhadap Alfa dan Lisa yang ada di dalam kamar tersebut.


Setelah mengintip dari pintu itu Mala pun dengan cepat menutup nya kembali.


"Mala apaan sih, baru juga di buka"Kesal mama Talita.


"Iya Mala apaan sih?"Tanya Saskia.


"Tante, Saskia, aku rasa kita salah kamar, sebaiknya kita pergi dari sini."Ucapan Mala memberikan kode kepada Saskia dan mama Talita.


"Hah? Oh iya air mendidih."Ucap mama Talita mengerti akan kode yang di berikan oleh Mala.


"Benar, aku lupa lihat ikan mas di akuarium Tante."Ucap Saskia yang juga sama mengerti nya.


Mereka pun menyibukkan diri masing-masing dan menjauh dari kamar Alfa.


Sementara itu di sisi lain.


Hari mulai sore, jam pun sudah menujukkan pukul empat sore.


Terlihat papa Abian yang baru saja pulang dari kantor nya.


"Bi, di mana Lisa? Mengapa saya tidak melihat nya?"Tanya papa Abian kepada bi Inem.


"Non Lisa, non Lisa belum pulang tuan."Jawab bi Inem sedikit gugup.


"Belum pulang?"Papa Abian terlihat kaget.


"Iya tuan."Bi Inem pun sedikit gemetar takut di marahi.


"Kemana anak itu?"Batin papa Abian.


Papa Abian pun kemudian bergegas mengambil ponsel nya dan menghubungi Lisa, namun sayangnya nomer Lisa tidak aktif.


"Kemana perginya anak itu?"Ucap papa Abian khawatir karena tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi.


Papa Abian pun memilih untuk menelpon Aditia, karena tadi pagi Lisa berangkat sekolah bersama dengan Aditia,jadi mungkin saja dia masih bersama Aditia sekarang, itu lah pikir papa Abian.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2