Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #45


__ADS_3

Terlihat guru itu kebingungan harus menjawab apa karena jika di terus kan bisa-bisa mereka semua dalam bahaya


"Dengar kan bapak,kalian jangan keras kepala, jika kita melanjutkan pencarian ini,kita semua akan dalam bahaya, lihat lah cuaca yang tidak bagus ini akan semakin memperburuk keadaan."Jawab sang guru itu lagi dengan tegas.


"Benar-benar!"Jawab anggota camping yang lain yang juga tidak ingin ambil resiko karena terlalu bahaya.


"Kalau begitu,kalian semua pergi lah,aku akan mencari Lisa sendirian."Jawab Alfa tidak memedulikan apa yang akan terjadi kepada nya sendiri.


"Alfa kamu gak boleh kayak gini,besok kita akan kembali mencari mereka bersama-sama."Ucap Mina mencoba membujuk Alfa.


"Diam Lo Mina!"Ucap Saskia yang marah melihat Mina.


"Ya Lo suka kan Lisa kayak gini?"Ucap Saskia lagi.


"Kalau Alfa cari Lisa gue mau ikut."Ucap Mala kepada Alfa.


"Gue juga ikut,dan Lo pergi aja pulang ke tenda sendiri."Ucap Saskia menatap tajam Mina.


"Gue juga ikut."Ucap Rian yang tidak mungkin membiarkan Alfa sendiri apalagi hanya bersama Saskia dan Mala.


"Baik lah jika itu yang kalian mau, ingat lah untuk selalu berhati-hati, dua jam lagi subuh akan tiba, kami akan menyusul kalian setelah selesai hujan."Ucap pak guru pembimbing tersebut.


"Baik pak."Jawab Alfa dan yang lainnya secara bersamaan.


"Hati-hati, kalau begitu kami akan kembali ke tenda segaligus menelpon bala bantuan."Ucap pak guru itu memegang pundak Alfa.


"Makasih pak, oke yang mau ikut gue, ayo pergi sekarang."Ucap Alfa kepada Rian,Mala dan Saskia.


"Eh tunggu gue juga ikut!"Jerit Mina yang kemudian juga ikut dalam rombongan tersebut.


Sementara rombongan lain pergi kembali ke tenda bersama dengan guru pembimbing.


Mina ikut bukan karena khawatir akan keadaan Lisa dan Aditia, melainkan berharap Lisa tidak di temukan agar dia bisa dekat terus dengan Alfa.


"Kalau aja gue gak pura-pura baik sama mereka,gue gak bakal susah payah kayak gini ikut nyariin si Lisa, gue khawatir kalau si Lisa ketemu dan Alfa bakal deket sama dia."Batin Mina jahat.


Sementara itu Saskia dan Mala melihat jijik ke arah Mina karena mereka tau jika Mina tidak lah tulus melainkan cari muka di depan Alfa saja, namun mereka terus fokus untuk menemukan Lisa dan Aditia yabg menghilang tanpa jejak.


Malam semakin larut dan suasana mencekam pun semakin terasa,awan hitam bergumpal, menandakan bahwa sebentar lagi hujan akan segera turun di sertai suara gemuruh dan kilat.


"Alfa,ini udah mau hujan loh,apa gak sebaiknya kita kembali ke tenda aja?"Tanya Mina kepada Alfa.

__ADS_1


"Kalian kembali duluan aja."Jawab Alfa cuek.


"Gue gak bakal kembali sebelum Lisa ketemu."Ucapan Saskia lagi.


"Gue juga."Jawab Mala.


"Iya,kita gak mungkin ningalin Alfa sendiri nyariin Lisa,Mina kalau Lo mau pulang ya pulang aja ke tenda sendiri, ngapain Lo ikut kita tadi?"Ucap Rian kepada Mina.


"Gak kok, gue gak kembali, yaudah ayo lanjut nyari."Ucap Mina dengan suara yang terpaksa.


Mereka pun tidak mempedulikan Mina lagi, dan terus menerangi jalan mereka dengan senter yang mereka bawa.


"Sial, nyusahin banget sih tu si Lisa."Batin Mina kesal.


"Ahh, kepala gue sakit banget."Ucap Aditia mencoba bangun.


"Udah gak usah bangun diam aja dulu."Ucap Lisa kepada Aditia.


"Gak, usah gimana? Lo gak lihat hari udah mau hujan?"Tanya Aditia kepada Lisa.


"Ya gue tau,tapi dengan kondisi Lo yang kayak gini kita bisa apa?"Ucap Lisa lagi.


"Ya kita memang gak bisa keluar dari jurang ini sekarang,tapi seenggaknya kita bisa cari tempat buat berlindung, kayak pohon itu."Tunjuk Aditia ke arah sebatang pohon rindang dengan akar besar cukup untuk berlindung dari badai yang akan turun.


Aditia pun berusaha berdiri meskipun kepala nya memang sangat sakit, dia pun dengan sigap mengendong Lisa ala koala dan membawa nya menuju pohon yang tadi di tunjuk nya, yang kebetulan tidak jauh dari tempat tadi mereka tertidur.


"Aditia, turunin gue, apa yang Lo lakuin?"Ucap Lisa khawatir dengan kondisi Aditia yang malah mengendong nya.


"Diam, atau kita bakal jatuh, gue berusaha kuat buat nyampe tu pohon."Jawab Aditia.


Lisa pun membungkam mulut nya, Sampai mereka tiba di pohon tersebut.


Aditia melepaskan Lisa secara perlahan di agar pohon tersebut.


"Makasih."Ucap Lisa kepada Aditia.


"Hmm."Jawab Aditia menahan diri agar tidak canggung.


Aditia pun duduk di samping Lisa sambil melihat arah langit yang ternyata sudah mulai gerimis.


Tidak butuh waktu lama hujan pun turun dengan begitu deras nya, di sertai suara petir dan juga kilat yabg menyambar.

__ADS_1


Duar! Suara petir menyambar yang mampu membuat Lisa menjerit ketakutan.


"Aaaa!"Jerit Lisa sambil menutup kedua kuping nya mengunakan kedua tangan.


Aditia pun reflek memeluk tubuh mungil Lisa yang gemetar dan dingin itu.


"Tenang lah kan ada gue."Ucap Aditia berusaha menenangkan Lisa.


Walaupun mereka berteduh di sebuah pohon yang rindang, mereka tetap saja basah karena badai malam itu cukup kuat.


Karena rasa dingin yang begitu kuat,Lisa pun memberikan Aditia memeluk tubuh nya dengan erat, entah mengapa pelukan itu menciptakan rasa nyaman yang kaur biasa.


Namun karena rasa malunya Lisa lun mencoba melepaskan pelukan itu.


"Tolong jangan lepaskan."Lirih Aditia dengan suara lemah.


"Ada apa dengan nya? Bukan nya tadi dia baik-baik aja?"Batin Lisa menatap wajah Aditia.


Terlihat wajah pucat Aditia, seperti nya dia juga tidak tahan dengan cuaca dingin malam itu.


Mata Aditia mulai terpejam seperti nya dia sudah tidak sanggup bertahan di dalam kedinginan tersebut kondisi nya semakin melemah.


"Astaga, jangan pingsan lagi, tunggu lah di sini aku akan pergi sekarang juga untuk cari bantuan."Ucap Lisa kepada Aditia.


Lisa begitu khawatir karena keadaan Aditia yang semakin memburuk.


"Jangan kemana-mana,ini sangat bahaya, gue baik-baik aja kok, sebentar lagi pagi, mereka pasti mencari kita."Ucap Aditia memegang pergelangan tangan Lisa.


"Hm, baik lah."Jawab Lisa.


"Lo bisa bantuin gue gak?"Ucap Aditia dengan mata yang terpejam.


"Apa?"Tanya Lisa lagi.


"Sekarang gimana Lo yang peluk gue?"Ucap Aditia.


"Tapi."Ucap Lisa kebingungan.


"Gue udah gak tahan, ini dingin banget."Jawab Aditia dengan tangan yang mulai lemah.


Sebelum nya Lisa tidak pernah berada di posisi terlalu dekat dengan laki-laki, namun kali ini ia tidak memiliki pilihan lain,mau tidak mau dia harus memeluk Aditia agar bisa berbagi kehangatan.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2