
Terlihat wajah khawatir bercampur marah milik mama Talita menatap Lisa.
"Kau yang mendorong Mina ke dalam sana ya? Dia itu tidak bisa berenang!"Ucap mama Talita marah kepada Lisa.
"Tapi Tante aku gak ngedorong dia kok "Jawab Lisa membela diri nya.
"Gak ngedorong gimana itu buktinya! Alfa cepat bantu Mina!"Ucap mama Talita khawatir kepada Mina.
Alfa pun kemudian neyebur ke dalam kolam renang tersebut dan mengendong Mina yang sudah hampir pingsan itu.
Alfa meletakkan Mina di pinggir kolam renang, dan saat itu Mina benar-benar menjadi pusat perhatian bagi para wanita dan laki-laki yabga da di pesta itu.
"Nyonya,aku gak tau kenapa dia dorongin aku ke kolam itu, padahal aku datang cuma untuk menawarkan nya segelas jus, mungkin dia emosi sama seseorang tapi melampiaskan emosi nya pada ku."Jelas Mina sambil menangis.
"Heh, tunggu-tunggu kok Lo ngomong nya gitu? Kak Alfa sumpah aku gak ngedorong dia kak, plis banget percaya sama aku."Ucap Lisa memohon agar Alfa mempercayai nya.
Sementara itu belum sempat Alfa angkat bicara ada seorang wanita paruh baya yang datang menghampiri Lisa.
Plak (Sebuah tamparan keras dari wanita paruh baya tersebut berhasil mendarat di pipi Lisa.)
"Hey, wanita gila dari mana nih? Beraninya Lo nampar sahabat gue!"Ucap Saskia yang kemudian menghampiri Lisa.
"Tau nih,dateng-dateng, ikut campur!"Marah Mala.
"Diam kalian semua! Aku tau aku ini hanya seorang pembantu,tapi jangan sesekali kalian menghina dan menyakiti putri ku!"Ucap wanita paruh baya tersebut kepada Lisa, Saskia dan Mala.
"Astaga ibu ngapain pake ke sini sih? Kan jadi ketahuan kalo gue anak pembantu!Sialan!"Batin Mina yabg masih pura-pura lemas.
"Apa?Jadi? Jadi dia anak mu?"Tanya Lisa kaget karena tadi Mina mengatakan hal yang berbeda kepada nya.
"Iya, jangan mentang-mentang kalian orang kaya ya,bisa menindas anak saya!"Ucap bi Ijah kepada Lisa.
__ADS_1
Lisa pun kaget dan hanya bisa memegang pipi nya yang sakit karena tamparan dari BI Ijah.
"Tapi gak gitu juga dong bi main tampar aja!"Ucap Saskia marah.
"Iya aku beneran gak ngedorong dia,kak Alfa plis percaya aku,dia kepeleset sendiri."Ucap Lisa kepada Alfa.
"Cukup! Apa kau sudah puas menghancurkan pesta ini? Apa kau sudah puas? Aku benar-benar muak melihat sandiwara mu itu! Benar-benar membuat ku kecewa!"Ucap Alfa yabg tidak mempercayai Lisa.
"Hiksss,tapi aku beneran gak dorong dia!"Ucap Lisa menangis.
Alfa pun hanya buang muka dan kemudian berjalan pergi meninggalkan keramaian tersebut.
"Yes, meskipun gue ketahuan anak pembantu,tapi gue berhasil bikin Alfa tambah ilfil sama si culun."Batin Mina.
"Bi, yaudah bawa Mina masuk ke dalam ya,dia pasti kedinginan."Ucap mama Talita.
"Baik nyonya."Jawab bi Ijah yang kemudian membawa Mina masuk ke dalam vila.
"Dan kamu,kalian, sebaiknya kalian pergi dari sini, saya gak mau pesta saya di hadiri orang-orang jahat kayak kalian."Ucap mama Talita mengusir Lisa,Mala dan juga Saskia.
Mereka pun akhirnya pergi keluar dari vila tersebut dengan keadaan Lisa yang masih menangis, dan juga sorakan dari geng Megan yang suka melihat Lisa di permalukan.
Saskia dan Mala pun mencoba menenangkan Lisa saat mereka sudah di dalam mobil.
"Kenapa jadi sekacau ini? Gue beneran gak ngedorong dia,dia yang mau ngirem gue pake minuman nya dan akhirnya dia yang kepeleset, kenapa malah gue yang di salahin?"Ucap Lisa sambil menagis di pundak Saskia sementara Mala mengemudi mobil.
"Kayaknya tu anak pembantu nya Alfa,suka deh sama Alfa,makanya saat Lo deketin Alfa dia jadi merasa punya saingan,makanya dia bikin sandiwara kayak gini biar Alfa makin gak suka sama Lo, seolah dia yabg teraniaya malam ini."Jelas Saskia sambil mengelus rambut Lisa.
"Saskia bener Lisa, kayaknya dia jahat deh, melebihi Megan."Ucap Mala.
"Sama aja Mala, mereka itu sebelas dua belas."Jawab Saskia.
__ADS_1
Sementara itu Lisa masih larut dalam tangisan nya.
Namun beruntung nya Lisa memiliki dua orang sahabat yang selalu ada dan selalu bisa menyemangati dirinya.
Tidak butuh waktu lama pun mereka akhirnya tiba di tempat di mana mereka menunggu Lisa tadi, karena Lisa mau di turunkan di situ saja.
"Lisa,Lo kenapa sih gak mau di anterin sampe rumah? Santai aja kali kan sama kita udah berteman lama."Ucap Mala polos.
Sementara itu Lisa bergegas turun dari mobil Saskia.
"Gak usah, makasih ya kalian udah selalu ada buat gue,gue pulang dulu."Ucap Lisa kepada Saskia dan Mala yang masih di dalam mobil.
"Yaudah Lo hati-hati ya Lis."Ucap Saskia melambaikan tangan nya.
"Iya."Jawab Lisa singkat dan kemudian berjalan pergi.
Mala dan Saskia pun memutuskan untuk pulang karena ini juga sudah lumayan larut malam.
Sementara itu Lisa membuka pintu vila nya dengan diam-diam dan mengendap-endap masuk ke kamar nya, beruntung baginya sang papa dan pembantu nya sudah tidur,jadi mereka tidak akan bertanya kepada mata Lisa bengkak dan semabab.
"Ya tuhan, mengapa aku jadi seperti ini? Mengapa mereka terus berusaha menyakiti aku? apa aku benar-benar bersalah menyukai dia?"Batin Lisa yabg saat ini sudah berbaring di atas ranjang king size nya dengan pakaian yang tidak di ganti dan makeup juga tidak di hapus.
Karena rasa sedih yabg mendalam,rasa capek yang menyerang,Lisa pun akhirnya memejamkan mata nya dan mulai tertidur, mungkin saat ini hanya tidur lah solusi paling ampuh untuk melupakan semua masalah yang sedang di alami nya sekarang.
Malam itu pun berlalu dengan cepat bagi Lisa yang sedang mengalami ujian mental yang sangat dahsyat.
Matahari pun mulai menggantikan posisi bulan, cahaya nya pun kini berhasil masuk ke selah-selah jendela kamar Lisa yabg terbuat dari kaca dengan gorden yang sedang di ikat.
Hal itu pun mampu membuat Lisa terbangun karena silaunya sinar matahari.
"Astaga,aku terlambat! Mana hari ini ada ulangan, gawat!"Ucap Lisa bergegas turun dari ranjang nya dan berjalan menuju kamar mandi dengan handuk di tengan nya.
__ADS_1
Lisa pun sejenak melupakan kejadian tadi malam karena pikiran nya tertuju kepada sekolah yang akan terlambat hari ini karena ia lupa menyetel jam Alaram.
Bersambung ....