
Seluruh siswa dan siswi yang ada di dalam kantin itu menatap Mina dengan tatapan bingung.
"Semuanya lihat lah, wanita ini mencoba mempermalukan Lisa, padahal dia hanya anak dari seorang pembantu,tapi malah memiliki niat jahat!"Ucap Mala yang emosi melihat kejahatan Mina.
"Naif sekali hidup nya."Ucap Saskia.
Sekejap itu juga seluruh sekolah membicarakan tentang Mina yang tidak tahu malu.
Dan sekarang siapa yang terjerumus dalam kebisuan nya sendiri, ya itu Mina.
"Udah, ayo pergi dari sini."Ucap Aditia kepada Lisa dan yang lainnya.
"Iya."Jawab Lisa.
Sementara itu Mina di tertawa kan oleh anak-anak yang ada di kantin sekolah.
Dan akhirnya Mina pun berlari menuju toilet dan bersembunyi di dalam toilet karena rasa malunya yang tidak tertahan lagi.
Sementara itu.
"Kak, kakak ke kelas aja."Ucap Lisa kepada Aditia.
"Mala, Saskia, nitip Lisa ya, gue ke kelas dulu."Ucap Aditia.
Saskia dan Mala pun mengangguk paham.
Sementara itu Lisa berjalan masuk ke dalam kelas nya tanpa sepatah kata pun lagi.
Saskia dan Mala pun bergegas mengikuti Lisa.
"Lo yang sabar ya Lisa."Ucap Saskia mengelus pundak Lisa.
"Iya Lisa, dan Lo gak boleh diam kayak gini,Lo harus ngomong ke mama nya Alfa bahwa Lo itu gak sejahat yang dia pikirkan,Lo harus menjelaskan semuanya."Ucap Mala.
"Iya, gue tau, makasih buat kalian udah semangatin dan selalu bantuin gue, tapi kayaknya gue gak enak badan banget deh."Ucap Lisa merasa badan nya agak kurang vit, entah karena banyak pikiran atau apa.
"Lo sakit?"Tanya Mala memegang jidat Lisa.
"Kita anterin pulang aja gimana?"Tanya Saskia.
"Gak usah, gue baik-baik aja kok, cuman ngerasa pusing dikit aja."Ucap Lisa.
"Hmm, ya udah deh, eh Lisa, kalau gue pikir-pikir,kok aneh ya, kenapa mama nya Alfa tiba-tiba bisa nuduh Lo kayak gitu?"Tanya Saskia kebingungan.
"Yang jelas pasti ada api di balik semua ini."Jawab Lisa sambil memegang kepala nya.
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan Mina?"Mala pun angkat bicara.
"Iya mungkin aja."Jawab Lisa.
"Iya, tapi masalah Alfa yang sakit itu kenapa ya?"Saskia kebingungan dan tidak mengerti.
"Hikssss."Tiba-tiba saja Lisa menangis.
Lisa merasa udah gak ada gunanya lagi nyimpen rahasia sama sahabat nya, karena ini benar-benar gak bisa di tanggung nya sendiri.
Sontak melihat Lisa yang tiba-tiba menangis Saskia dan Mala kaget.
"Eh,Lisa, Lo kok nangis?"Tanya Saskia kaget.
"Iya Lo, kenapa? Ngomong Lisa?"Ucap Mala ikut kaget.
"Gue rasa gue dah gak bisa menyembunyiin ini lagi, gue gak tau harus gimana."Ucap Lisa memegang tangan Saskia dan Mala.
"Lo tentang Lisa, Lo bisa cerita semuanya ke kita."Ucap Saskia ikut sedih akan keadaan Lisa yang di tumpuki begitu banyak beban dan masalah.
Lisa pun menceritakan awal dia kabur dari vila papa nya dan bagaimana dia bertemu Alfa dan Alfa lah orang yang menolong nya.
"Puh, jadi selama itu Lo tingal bareng Alfa di apertemen nya?"Tanya Saskia ke Lisa.
"Jadi Alfa lah orang yang nolongin Lo pas Lo kabur dan hampir di jambret?"Ucap Mala lagi.
Lisa semakin larut dalam Isak tangis nya dan terasa tidak mampu lagi untuk angkat bicara.
Saskia pun memeluk Lisa agar Lisa menjadi sedikit lebih tenang.
"Lis, apapun yang terjadi,kita gak bakal ninggalin Lo kok, Lo gak usah khawatir kalau Lo bakal sendirian."Jelas Saskia sambil memeluk Lisa.
"Iya Saskia benar,Lo ngomong aja supaya beban yang Lo tangung bisa berkurang.
"Mala, Saskia, sebenarnya bukan hanya tidur satu apertemen dengan Alfa, gue juga udah tidur sama dia."Ucap Lisa menundukkan kepalanya.
Saskia dan Mala pun kaget dan saling pandang.
"Maksud Lo tidur? Tidur gimana Lisa?"Tanya Mala.
"Maksud Lo, Lo udah berhubungan itu sama Alfa?"Tanya Saskia dengan bibir bergetar.
Lisa memeluk Saskia dan mengangguk pelan.
"Astaga Lisa, bagaimana bisa?"Ucap Mala dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Lisa pun menceritakan bagaimana kejadian yang sebenarnya mulai dari clab dan sampai ia dan Alfa melakukan hal itu.
"Ya tuhan Lisa."Lirih Mala yang kemudian menitikkan air mata nya dan mereka bertiga pun berpelukan.
"Lo yang tenang Lisa, yang sabar, Lo kuat kok, ada gue sama Mala yang bakal selalu ada buat Lo."Jelas Saskia kepada Lisa.
"Makasih kalian berdua udah selalu ada buat gue."Ucap Lisa sambil memeluk kedua sahabatnya.
"Tapi gimana sama Aditia?"Tanya Mala menatap Lisa.
"Gue juga gak tau."Jawab Lisa kebingungan.
"Udah-udah, sekarang selesai kan dulu masalah ini satu persatu."Ucap Saskia.
"Iya Saskia bener,Lo gak boleh larut dalam kesedihan ini, ini semua bakal ada jalan keluarnya kok."Ucap Mala.
"Huh, oke, sekarang gue pengen ngumpulin bukti kalau Mina itu jahat. Karena gue gak mau mama nya Alfa terus nindas dan anggap gue jahat."Ucap Lisa kepada Saskia dan Mala.
"Masalah itu Lo tenang aja,gue ada ide buat bikin dia ngaku kejahatan nya."Ucap Saskia.
"Apa tuh?"Tanya Mala.
Mereka pun mengobrol dan merencanakan sebuah jebakan untuk membongkar kejahatan Mina kepada mama Alfa.
Setelah membuat rencana tersebut, mereka pun akhirnya keluar dari kelas itu menuju toilet.
Lisa masuk ke dalam toilet dan terlihat lah Mina yang mengumpat sambil membersihkan baju nya yang basah dan kotor karena jus yang di siram kan oleh Lisa tadi.
"Gimana? Enak?"Tanya Lisa mendekati Mina.
"Maksud Lo apa? Ngapain Lo ke sini?"Tanya Mina menatap Lisa dengan tatapan sinis.
"Gak ada maksud kok,ini kan tempat umum ya wajar aja kalau gue juga boleh masuk ke dalam toilet ini."Jawab Lisa Santai.
"Eh,Lo jangan ngerasa menang dulu ya."Ucap Mina kepada Lisa.
"Emang gue udah menang, dan satu lagi,Lo kan yang ngefitah gue dan ngehasut Tante Talita buat benci sama gue?"Ucap Lisa menatap Mina dengan tatapan tajam.
"Jangan asal ngomong Lo ya."Jawab Mina.
"Gue gak asal ngomong, emang kenyataan nya gitu kan, Lo pengen mama nya Alfa benci sama gue karena Lo mau dapetin Alfa, karena kekayaan nya iya kan? Ngaku aja deh Lo!"Bentak Lisa.
"Kalau emang iya kenapa!?"Jawab Mina yang merasa jika di sana tidak ada orang lain yang bisa mendengar nya.
Sementara itu Tampa sepengetahuan Mina Saskia dan Mala sedang merekam pembicaraan nya dan Lisa.
__ADS_1
Bersambung ....