Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #43


__ADS_3

Sejujurnya Mina kesal karena Mala ikut dengan merasa tidak bisa bebas mendekati Alfa.


Namun tiba-tiba saja Mala memberhentikan langkah kaki nya dan mendongak ke atas.


"Alfa, kayak nya itu deh kain merah yang di maksud sama pak pembimbing."Ucap Mala sambil menyinari kain tersebut dengan senter nya.


"Kayaknya iya deh, biar gue aja deh yang ambil."Ucap Alfa yang kemudian meraih kain tersebut sementara Mala menyinarinya dengan senter.


Penuh harapan Alfa agar kain yang dia dapat bertuliskan nama Lisa, begitu juga dia mengharapkan Lisa mendapatkan kain yang bertuliskan nama nya agar mereka bisa bertukar nanti di tenda.


Setelah mendapat kain tersebut Alfa pun dengan ragu-ragu membuka nya.


"Ayo buka Alfa."Ucap Mina tidak sabar.


Alfa pun membuka kain tersebut dengan pelan,dan benar saja,kain itu bertuliskan nama Alisa Kugy.


Mina yang yang melihat kain yang ada di tangan Alfa bertuliskan nama Alisa Kugy pun segera merampas nya dari tangan Alfa.


"Eh Lo ngapain main rampas aja!?"Ucap Mala marah.


"Sini in kain nya."Ucap Alfa kepada Mina.


"Gak apa-apa biar gue aja yang pegang."Jawab Mina.


"Sini in!" Ucap Alfa yang kemudian kembali merampas kain tersebut.


"Denger ya,Lo itu bukan siapa-siapa gue, jangan karena mama gue suka belain lo, Lo jadi seenaknya sama gue!"Ucap Alfa marah kepada Mina yang sudah mengambil kain merah tersebut dari tangan nya dengan tidak sopan.


"Bisa tegas juga ni cowok."Batin Mala.


"Maaf, maaf gue gak bermaksud gak sopan kayak gitu kok."Jawab Mina pura-pura lemah.


"Udah-udah, sekarang lebih baik kita lanjut nyari lagi kain merah nya, nama gue belum ketemu nih."Ucap Mala mengalihkan pembicaraan.


Sementara itu di sisi lain nya juga ada Saskia dan Rian yang sedang menjalani tugas mereka.


"Aduhh,mana nih, udah jauh gini masa gak ada satupun yang ketemu?"Ucap Saskia sambil menyinari setiap pohon yang di temui nya dengan senter yang dia bawa.


"Gak sabaran banget sih."Ucap Rian yang mengikuti nya dari belakang.


"Diam Lo kadal."Ucap Saskia.


"Enak aja Lo manggil gue kadal,gue Rian bukan kadal,Lo kali cacing tanah."Jawab Rian tidak ingin kalah dengan ocehan Saskia.


"Diam gak Lo atau gue sendirian nih."Ucap Saskia lagi.


"Iya-iya."Jawab Rian yang akhirnya mengalah.


Tiba-tiba Saskia berhenti di sebuah pohon dan mendongak ke atas, terlihat selembar kain merah yang ada di ranting pohon tersebut.

__ADS_1


"Nah itu dia."Batin Saskia senang.


"Lihat deh."Ucap Saskia menujuk kepada Rian.


"Paan?"Tanya Rian lagi.


"Bego bener,itu lihat di atas."Ucap Saskia kesal.


"Oh iya, itu kain merah nya."Ucap Rian.


"Nunggu apa lagi,buruan sih ambil."Ucap Saskia memaksa Rian.


"Sabar Napa sih!"Jawab Rian.


Rian pun mengambil kain merah tersebut mengunakan ranting yang ada di sekitar nya karena itu terlalu tinggi untuk di gapai mengunakan tangan.


"Nah dapet."Ucap Rian kepada Saskia.


"Ayo cepat bukain."Ucap Saskia penasaran.


Rian pun tampa basa-basi langsung membuka kain tersebut,yang ternyata bertuliskan nama "Saskia"


"Yaelah capek-capek ngambil ternyata nama cacing tanah."Ucap Rian kesal.


"Enak aja Lo,nama gue Saskia bukan cacing tanah."Sengol Saskia yang juga merasa kesal ke nama nya di sebut cacing tanah oleh Rian.


"Yaudah nih ambil punya Lo, sekarang Lo bantuin gue cari punya gue."Ucap Rian menyerahkan kain tersebut kepada Saskia.


"Manis juga ni anak kalau senyum."Batin Rian memerhatikan wajah Saskia.


"Yaudah sih ayo lanjut jalan."Ucap Saskia lagi.


Rian hanya diam dan kemudian mengikuti Saskia dari belakang.


Beberapa menit kemudian mereka pun kembali menemukan kain lagi, dan itu atas nama Mala.


Satu jam pun berlalu, kini lima nama sudah di temukan, Saskia dan Rian kembali ke tenda,Mala,Mina dan Alfa juga sudah kembali ke tenda dan itu terkumpul lima nama saja, seperti nya dua nama lagi pasti ada di Lisa dan Aditia pikir mereka.


"Kok mereka lama benget ya? Belum datang juga sampai sekarang?"Ucap Alfa khawatir.


"Tau nih, lama banget."Ucap Saskia lagi.


"Sabar aja, mungkin mereka masih di perjalanan pulang."Jawab Mala.


"Semoga Lisa ketemu binatang buas deh."Batin Mina jahat.


Sementara itu di sisi lain.


"Kok makin lama makin jauh ya? Apa kita tersesat?"Tanya Lisa kepada Aditia.

__ADS_1


"Ya bagus dong."Ucap Aditia keceplosan.


"Lo suka ya?!"Ucap Lisa marah.


"Gak, maksud gue,gue juga gak tau sekarang kita ada di mana."Ucap Aditia menganti kalimat nya.


Sementara itu Lisa tidak lagi mempedulikan ucapan nya dan memilih untuk melihat sekitar nya dan mencari apa di pohon itu ada kain merah lain nya.


"Eh, lihat deh, kayaknya itu kain merah nya!"Ucap Lisa kepada Aditia.


"Di mana?"Tanya Aditia.


"Itu."Ucap Lisa sambil menujuk ranting yang ada di pohon yang letaknya tidak jauh dari tepi jurang.


Lisa pun berjalan mendekati pohon tersebut.


"Lisa! Jangan dulu,Lo gak lihat di bawah nya ada jurang?"Ucap Aditia bergegas menghampiri Lisa.


"Biar gue aja yang ambil."Ucap Aditia menahan tangan Lisa yang hendak menggapai pohon tersebut.


"Yaudah."Jawab Lisa singkat.


Aditia pun berusaha meraih kain merah tersebut, tapi itu terasa sangat sulit, suasana malam yang semakin mencekam dan dingin membuat nya agak gemetar berdiri di tepi jurang,dan dia juga tidak menyadari jika kaki nya sedang menginjak ranting akar pohon yang licin.


"Aditia awas!"Ucap Lisa saat melihat kaki Aditia hendak terpeleset.


"Arghh!"Ucap Aditia yang akhirnya terpeleset beneran ke jurang tersebut.


"Aditia!"Jerit Lisa.


Aditia yang hampir jatuh pun berhasil memegang salah satu akar panjang tepi jurang tersebut dan itu membuat nya bertahan.


"Aditia ayo pegang tangan gue."Ucap Lisa yang sudah mulai khawatir.


Aditia pun memegang tangan Lisa sambil meringis kesakitan.


"Lisa,kaki gue sakit gue udah gak kuat buat nahan ini."Ucap Aditia kepada Lisa.


"Gak Lo harus bisa naik, bertahan pokoknya!"Ucap Lisa sangat menghawatirkan Aditia.


"Lisa lepasin gue,gue mohon, kalau tidak Lo bakal jatuh sama gue plis lepasin gue."Ucap Aditia.


Lisa berusaha menarik Aditia ke atas namun tenaga nya tidak terlalu kuat untuk hal itu.


"Lepasin gue Lisa!"Ucap Aditia yabg khawatir jika Lisa akan jatuh bersama dengan nya.


"Gak! Gue gak bakal lepasin Lo,Lo harus bisa naik ke atas."Ucap Lisa yabg sudah tidak bisa menahan air matanya.


Aditia yang kaki nya sakit pun tidak mampu lagi berbuat apa-apa ia benar-benar tidak bisa menahan lagi.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2