
Lisa yang kesal dengan ucapan Alfa pun berdiri dari duduknya.
"Yaudah gue aja yang mandi duluan."Ucap Lisa kepada Alfa.
"Yaudah, baju Lo ada di lemari sana."Ucap Alfa menujuk lemari nya.
"Kok baju gue ada sama Lo?"Tanya Lisa kebingungan.
"Lo lupa ya? Baju Lo yabg ketinggalan di apertemen gue, ya gue bawa pulang ke sini."Ucap Alfa lagi.
"Makasih ya."Ucap Lisa tersenyum manis tak menyangka jika Alfa akan sepeduli itu bahkan dengan baju nya sekalipun.
Lisa pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan perasaan cangung dan deg-degan karena semakin ke sini rasa sayang nya kepada Alfa semakin besar.
Sementara itu di lantai bawah.
Mama Talita sedang duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya untuk menunggu Lisa dan Alfa datang untuk makan malam.
Tiba-tiba saja bi Ijah datang dengan Mina di samping nya.
"Nyonya, lihat lah apa yang mereka lakukan kepada Mina."Ucap bi Ijah.
"Hikss,iya nyonya, Saskia dan Mala mengurung ku di ruangan yang gelap."Ucap Mina menangis mengharap perhatian dari mama Talita.
"Lalu?"Tanya mama Talita menatap Mina.
"Lalu bagaimana nyonya,apa nyonya membiarkan mereka bertindak jahat seperti itu kepada Mina? Apa salah Mina?"Ucap bi Ijah.
"Iya nyonya, mengapa nyonya malah membela mereka?"Tanya Mina geregetan.
"Sudah lah bi Ijah, Mina, mereka hanya usil kok, sekarang lebih baik kalian siap kan makan malam,dan Mina siap kan sup hangat untuk Lisa ya."Ucap mama Talita Tampa berpaling dari layar ponsel nya.
Mereka pun kaget dengan tanggapan mama Talita yang sama sekali tidak perduli akan keadaan Mina sekarang.
"Tapi nyonya,aku sangat lemah dan tidak makan seharian, bagaimana aku bisa memasak?"Tanya Mina menahan amarah nya.
"Mina, sudah lah,ayo ikut ibu ke dapur."Ucap bi Ijah yang tidak tau harus berbuat apa lagi.
Mereka berdua pun berjalan ke dapur vila dengan perasaan kesal.
"Rasakan itu, berani nya kalian memanfaatkan kebaikan ku."Batin mama Talita.
"Arghhhh, aku sangat lelah Bu! Mengapa sekarang nyonya Talita jadi berpihak kepada Lisa?"Tanya Mina mengamuk.
"Ibu juga gak tau Mina, mungkin saja sekarang dia termakan hasutan Lisa."Jawab ibu Ijah.
"Huh, aku benar-benar lelah Bu."Ucap Mina lagi.
__ADS_1
"Kalau begitu,kau istirahat lah, biar kan ibu yang membuat kan sup nya."Bi Ijah tidak tega melihat putri nya menderita karena sudah di siksa seahrian.
"Gak Bu, aku memiliki rencana untuk Lisa."Jelas Mina mengecilkan suara nya.
"Apa lagi Mina?"Ucap bi Ijah kebingungan.
"Bukan nya sup ini untuk Lisa kan?"Tanya Mina.
"Iya, lalu?"Tanya bi Ijah tak mengerti.
"Aku akan menaruh obat ini ke dalam sup nya."Ucap Mina kepada ibu nya sambil mengeluarkan obat pencahar yang ada di laci dapur.
"Tapi Mina, dari mana kau mendapatkan obat ini?"Tanya bi Ijah.
"Aku membeli nya kemarin saat ke pasar bersama ibu."Ucap Mina tersenyum sinis.
"Tapi Mina, ibu khawatir, bagaimana jika mereka mengetahui nya?"Tanya bi Ijah lagi.
"Gak usah khawatir Bu, serah kan semuanya kepada ku."Jawab Mina dengan angkuhnya nya.
Sementara itu Alfa dan Lisa pun turun dari lantai atas dan menghampiri mama Talita yang sudah menunggu mereka di meja makan.
"Hal sayang, sini duduk di samping mama."Ucap mama Talita menarik kursi yang ada di sebelah nya.
Alfa pun berjalan mendekati mama nya dan duduk di sebelah sang mama.
"Alfa, apa yang kau lakukan di sini?"Tanya mama Talita kepada Alfa.
"Lah, mama kan suruh Lisa, bukan kamu."Ucap mama Talita kesal.
Sementara itu Lisa hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Alfa.
"Sana kamu, duduk di depan mama "Ucap mama Talita lagi.
"Oke-oke."Jawab Alfa dengan rasa kesal nya kembali berpindah tempat duduk.
Sementara itu Lisa pun duduk di samping mama Talita tempat sebelum nya Alfa duduk.
"Benar-benar tidak adil."Gerutu Alfa dengan wajah manja nya.
"Tante, aku rasa dia sedang cemburu."Ejek Lisa kepada Alfa.
"Apa Lo bilang?"Jawab Alfa menatap jengkel Lisa.
"Sudah-sudah,kalian ini kapan akan berhenti berkelahi?"Tanya mama Talita seperti mengurus anak kecil saja.
Lisa dan Alfa pun memberhentikan pertengkaran mereka dan saling pandang.
__ADS_1
"Nah, begitu kan bagus, sekarang ayo makan."Mama Talita pun menempatkan nasi ke dalam piring Lisa dan Alfa.
Saat mereka sedang asik makan,Mina lun datang dengan membawa sup hangat yang baru saja dia buat tadi.
"Lisa apa kau ingin makan sup?"Tanya mama Talita kepada Lisa yang sedang asik makan.
"Tadinya aku mau Tante, tapi sekarang tidak lagi."Jawab Lisa dengan santai nya.
"Tapi, tapi ini sangat enak."Ucap Mina.
"Mina, maaf ya, kau dengar sendiri kan? Jika Lisa sudah tidak ingin makan sup lagi."Mama Talita melirik Mina yang terlihat menahan kesal.
"Mereka benar-benar mengerjai aku habis-habisan."Batin Mina.
"Sebaiknya kau saja yang makan sup itu Mina, jika kau tidak memakan nya, sayang sekali itu sangat enak pasti nya kau juga sangat susah payah untuk meminum nya bukan?"Jelas mama Talita panjang lebar.
"Iya, Mina, Tante benar, kau juga kan butuh makanan yang sehat agar tenaga mu kembali pulih,kata Tante teman-teman ku mengerjai mu bukan?"Lisa berpura-pura baik kepada Mina karena dia tau sup ada sesuatu.
"A, aku sudah makan."Jawab Mina gugup.
"Jangan sungkan,ayo duduk lah dan makan."Ucap mama Talita sambil tersenyum manis.
"Kurang hajar kamu Lisa!"Gerutu Mina.
Karena takut ketahuan akan kebusukan nya, Mina pun terpaksa duduk untuk memakan sup nya.
Sementara itu Lisa menikmati makan malam nya dengan sangat lahap.
"Makan lah dengan pelan."Tegur Alfa.
"Biarin aja kenapa sih."Jawab Lisa jengkel.
Alfa pun terdiam karena ia takut akan di makan harimau betina itu.
Sementara itu Mina dengan gemetar menghabiskan sup yang dia buat tadi.
"Gimana? Enak kan?"Tanya mama Talita yang tau sup itu di bubuhi Mina sesuatu.
"I,iya nyonya."Jawab Mina dengan keringat yang mulai bercucuran.
Beberapa menit kemudian.
"Mina, kami sudah selesai makan, sekarang kau berseskan ini semua ya! Ingat harus bersih."Ucap mama Talita yang baru selesai makan dan berdiri dari duduknya.
"Ah, i-iya nyonya."Ucap Mina yang sudah mulai merasakan sakit di perut nya.
"Mina, apa yang terjadi?"Tanya mama Talita pura-pura tidak tau.
__ADS_1
Mina hampir tidak bisa menjawab pernyataan mama Talita, ia tidak menyangka jika obat pencahar itu akan sangat cepat reaksi nya.
Bersambung ....