
Keesokan harinya.
Lisa terbangun lebih dulu dari Alfa, dan terlihat Alfa yang masih tertutup pulas di hadapan Lisa.
"Lucu banget dia kalau lagi tidur gini."Ucap Lisa menatap wajah Alfa dengan senyum yang mengembang.
"Kalau lagi tidur doang lucu nya?"Tanya Alfa yabg tiba-tiba angkat bicara.
"Lah, Lo kapan bangun nya? Pura-pura tidur doang ya?"Tanya Lisa kesal.
"Udah dari tadi gue bangun nya."Jawab Alfa.
Namun saat itu terdengar ketukan dari luar pintu kamar Alfa.
"Lisa, Alfa, bangun lah,apa kalian tidak sekolah?"Tanya mama Talita di depan pintu kamar Alfa.
"Iya ma, sebentar lagi."Jawab Alfa.
Sementara Lisa hanya diam saja.
"Lo mau sekolah? Seragam Lo yang semalam kan kotor?"Tanya Alfa kepada Lisa.
Sementara mama Talita berjalan pergi dari sana setelah membangun kan Alfa.
"Gak apa-apa,kan gak kotor banget."Jawab Lisa santai.
"Yaudah lah buruan mandi, nanti telat lagi."Jawab Alfa.
Mereka pun mandi secara bergantian, setelah selesai mandi mereka pun segera bersiap-siap dan sarapan pagi, setelah itu baru lah mereka berangkat sekolah bersama.
Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di sekolah.
"Lisa, kok dia sama Alfa?"Ucap Aditia yang melihat Lisa keluar dari mobil Alfa.
Aditia pun bergegas menuju Lisa.
"Lisa!"Ucap nya terlihat marah sambil menarik tangan Lisa.
"Awhhh!"Ringis Lisa.
"Apa-apaan Lo!"Ucap Alfa menatap Aditia dengan tatapan tajam.
"Lo yang apa-apaan."Ucap Aditia tak mau kalah.
"Maksud Lo apa narik dia kayak gitu?!"Marah Alfa.
"Maksud gue Lo jangan dekat-dekat Lisa lagi!"Jawab Aditia.
"Hah, apa gue gak salah dengar,hak Lo apa ngelarang gue deketin Lisa?"Tanya Alfa mulai emosi.
"Oh,iya gue lupa, Lo gak tau ya, gue punya hak banget ngelarang Lo dekatin dia, karena dia tunangan gue!"Ucap Aditia menekan kata tunangan gue di akhir kalimat nya.
Alfa terdiam mendengar ucapan Aditia, rasanya ia ingin sekali memukuli Aditia sekarang tapi itu tidak mungkin karena ada Lisa di samping mereka.
"Udah cukup! Kak Adit!"Ucap Lisa terlihat marah dengan tingkah laku Aditia yang terlihat kekanak-kanakan.
"Tunangan?"Ucap Alfa menatap Lisa.
"Iya, Lo gak percaya? Nih!"Ucap Aditia memberikan kertas undangan resepsi pertunangan mereka yang akan di adakan sebentar lagi.
__ADS_1
"Apa ini?"Ucap Lisa yang tidak mengetahui hal itu dan buru-buru merampas itu dari tangan Aditia dan melihat nya.
"Undangan pertunangan kita."Ucap Aditia santai.
"Kak, kok jadi buru-buru gini?"Tanya Lisa tak habis fikir.
"Ternyata bener ya, yaudah lanjut."Jawab Alfa yang kemudian berjalan meningal kan Aditia dan Lisa dengan suasana hati yang benar-benar hancur.
"Al, Alfa!"Pangil Lisa ingin mengejar Alfa.
"Mau kemana?"Tanya Aditia dengan cepat memegang tangan Lisa.
"Aku mau kejar Alfa, kak lepasin!"Ucap Lisa marah.
"Gak!"Jawab Aditia tegas.
"Maksud nya kakak itu apa sih,ini apaan, kenapa jadi cepat banget pertunangan nya?"Ucap Lisa.
"Gue yang minta di percepat!"Jawab Alfa lagi.
"Tapi gue gak setuju!"Brontak Lisa dan kemudian berlari meninggalkan Aditia.
"Lisa! Arghhh! Sial!"
Sementara itu dari jauh terlihat Saskia dan Mala yang menghampiri Aditia.
"Aditia, apaan tu?"Tanya Saskia penasaran.
Tampa basa-basi Aditia pun memberikan surat tersebut kepada Saskia dan kemudian berlalu pergi.
"Ya ampun, kayak nya ini deh yang bikin Lisa ngamuk."Jelas Saskia.
"Bulan ini deh kayaknya."Jawab Saskia.
"Kasian Alfa ya."Ucap Mala.
"Ya,mau gimana lagi."Jawab Saskia ikut bersedih atas apa yang akan terjadi.
Sementara itu di belakang sekolah.
Terlihat Alfa yang sedang melemparkan batu-batu kecil ke kolam ikan belakang sekolah.
"Alfa ... "Lirih Lisa yang menghampiri Alfa dan duduk di sebelah nya.
"Ngapain Lo ke sini? Ntar marah tunangan Lo."Jawab Alfa.
Namun Lisa terlihat menangis dan menyeka air matanya.
Hal ini sontak membuat Alfa semakin sakit karena melihat wanita yang di cintai nya harus di paksa bertunangan dengan orang lain.
"Eh, jangan nangis."Ucap Alfa yang tidak ingin Lisa bersedih dan memegang kedua pipi Lisa.
"Al, gue juga gak mau ini terjadi, 8?ini bukan keinginan gue."Jelas Lisa.
Alfa pun memeluk Lisa mencoba untuk memenangkan nya.
"Lo tenang oke, gue gak nyangka jika laki-laki itu adalah Aditia."Lirih Alfa.
"Al, Tolong bawa gue pergi dari sini,gue gak mau tunangan apalagi nikah sama orang yang gak gue cinta apalagi dia itu kakak tiri gue."Ucap Lisa memeluk erat Alfa.
__ADS_1
"Wait! Kakak tiri?"Tanya Alfa sambil melepas kan pelukan nya.
"Iya, Aditia itu adalah anak dari suami baru nya mama gue."Jelas Lisa.
"Astaga,kok bisa serumit ini?"Ucap Alfa tak habis fikir.
"Papa ingin gue sama kak Aditia nikah karena mereka ingin menyatukan kedua perusahaan mereka."Jelas Lisa.
"Kenapa dari awal Lo gak bilang Aditia itu kakak Lo?"Tanya Alfa memegang pundak Lisa.
"Justru papa lebih dulu tau dan tidak mempermasalahkan hal itu Alfa."
"Astaga."Ucap Alfa sambil mengusap wajah nya kasar.
"Gue gak mau kayak gini, gue gak mau."Ucap Lisa semakin menangis.
"Udah,Lo gak usah nangis lagi, gue bakal bawa Lo pergi dari sini."Ucap Alfa.
"Serius?"Tanya Alfa.
"Gue serius karena Lo cuma milik gue."Jawab Alfa.
"Makasih! Tapi gimana caranya?"Ucap Lisa yang kemudian memeluk Alfa.
"Ntar malam, gue tunggu Lo di depan vila Lo, dan Lo beresin barang-barang Lo oke."Ucap Alfa ingin membawa kabur Lisa.
"Oke."Ucap Lisa terlihat senang.
Namun Tampa mereka sadari Aditia sedang mendengarkan semua percakapan mereka.
"Coba aja kalau Lo bisa Alfa, gue gak akan nyerahin Lisa ke Lo."Batin Aditia yang kemudian berlalu pergi dari sana.
Aditia pun berbalik dan berjalan cepat pergi dari tempat itu.
Brak ... Tampa sengaja Aditia menabrak seseorang hingga terjatuh.
"Ahhh, sakit banget kaki gue!"Ucap Mala sambil memegang kakinya.
ya, orang yang di tabrak oleh Aditia tampa sengaja adalah Mala.
"Mala,Lo gak apa-apa kan?"Tanya Aditia kaget.
"Gak apa-apa pala Lo botak!"Marah Mala.
"Lah kok malah nyolot!"Jawab Aditia.
"Sakit nih kaki gue bego!"Gerutu Mala sambil memegang kaki nya.
"Lagian Lo ngapain sih di sini?"Tanya Aditia.
"Nyari Lisa lah!"Ucap Mala.
"Terus Saskia di mana?"Tanya Aditia lagi seperti wartawan saja.
"Ke toilet."Jawab Mala cuek.
"Masih sakit gak?"
Aditia pun berjongkok dan memegang kaki Mala yang keseleo karena dirinya.
__ADS_1
Bersambung ....