
Mina hampir tidak bisa menjawab pernyataan mama Talita, ia tidak menyangka jika obat pencahar itu akan sangat cepat reaksi nya.
"Saya baik-baik aja kok nyonya."Ucap Mina menahan perut nya yang sakit.
"Seperti nya ada senjata yang sudah memakan tuan nya sendiri."Ucap Lisa menyindir Mina.
"Apa maksud mu?"Tanya Mina menatap Lisa.
"Gue gak bicara sama Lo."Jawab Lisa sambil tersenyum manis.
"Lisa, maklimin saja, seperti nya Lisa sedang kurang enak badan."Jelas mama Talita dengan tatapan mengejek nya.
"Seperti nya sih begitu Tante."Jawab Lisa.
"Tente, aku ke dapur dulu."Ucap Mina yang sudah tidak tahan ingin ke toilet.
"Hahaha, Tante, seperti nya rencana kita berhasil."Ucap Lisa kepada mama Talita.
"Iya seperti nya kita berhasil membuat rubah itu terkena senjata nya sendiri."Ucap mama Talita saling tertawa dengan Lisa.
"Rencana apa? Mengapa mama sama Lisa gak kasih tau aku? Aku seperti anak tiri saja."Kesal Alfa yang merasa di cuekin oleh Lisa dan mama nya.
"Ini urusan perempuan Alfa."Jelas mama Talita.
"Tapi maa."Gerutu Alfa.
"Tau nih, pengen ikut campur aja kayak perempuan."Jawab Lisa jengkel.
"Ya sudah, sekarang jangan berdebat lagi, sekarang lebih baik kalian istirahat."Perintah mama Talita kepada Lisa dan Alfa.
"aku tidur di mana Tante?"Tanya Lisa kepada mama Talita.
"Tidur sama gue dong, ya kan ma?"Jawab Alfa sambil mengedipkan mata nya ke arah Lisa.
"Iya Lisa kamu tidur sama Alfa aja ya sayang."
"Lah kok di kamar Alfa Tante?"Tanya Lisa terlihat tidak mau tidur dengan Alfa.
"Terus Lo mau tidur di kamar mana?"Alfa balik bertanya.
"Ya kamar lain lah, kan vila ini luas."Jawab Lisa.
"Lisa, udah gak apa-apa,kamar lain di sini agak menakutkan jika kau tidur sendiri,gak apa-apa kok sama Alfa aja ya,Alfa gak bakal ngapa-ngapain kamu kok, iya kan Alfa."Ucap mama Talita mencubiti lengan Alfa.
__ADS_1
"Iyaaaawwwww ma sakit!"Jerit Alfa.
"Orang udah Alfa apa-apa in kok ma."Ucap Alfa keceplosan.
"Apa? Apa maksud kamu?"Tanya mama Talita kaget.
Sementara itu Lisa menatap Alfa dengan tatapan tajam.
"Ah, anu ma, maksud Alfa, anu bercanda,iya ma bercanda."Jawab Alfa denga gugup nya.
"Huh, kamu ini ya, benar-benar tidak bisa di ajak bicara serius."Jawab mama Talita kesal dengan ulah Alfa.
"Maksud mama?"Tanya Alfa kebingungan.
"Sudah lah, lupakan saja, sekarang cepat istirahat jangan berantem lagi seperti Anjing dan kucing saja."Ucap mama Talita kepada Alfa dan Lisa.
"Yaudah deh, ayo sayang."Ajak Alfa kepada Lisa dengan senyum menggoda nya.
"Diam deh."Ucap Lisa kesal dengan nada panggil yang di ucap Alfa di depan mama Talita.
Sementara itu mama Talita hanya tersenyum melihat tingkah laku Lisa dan Alfa itu.
Lisa dan Alfa pun berjalan ke kamar untuk segera istirahat atas perintah mama Talita.
"Mina ada apa? Apa yang terjadi dengan mu?"Tanya bi Ijah kepada anak nya itu.
"Ibu,perut ku sakit sekali."Ucap Mina kepada ibu nya.
"Lah, mengapa bisa sakit?"Tanya sang ibu kebingungan.
"Sup itu Bu, nyonya Talita malah ingin aku yang meminum nya."Jelas Mina kepada ibu nya.
"Maksud kamu, sup yang kamu bikin untuk Lisa?"Tanya bi Ijah memperjelas.
"Iya Bu."
"Astaga,kok kamu mau?"Tanya bi Ijah marah.
"Ya gimana lagi, kalau aku gak minum itu sup, mungkin mereka bakal curiga sama aku kalau aku menaruh sesuatu di dalam sup itu Bu."Jelas Mina sambil memegang perutnya yang kembali sakit.
"Huh, kamu sih,pakai taruh obat pencahar segala di dalam sup itu."Ketus bi Ijah.
Namun tampa mereka sadari mama Talita sedang mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
"Ohh, jadi begitu?"Ucap mama Talita keluar dari persembunyiannya sambil bertepuk tangan.
"Nyonya!"Ucap bi Ijah dan Mina secara bersamaan.
"Aku berfikir jika Mina saja yang melakukan perbuatan jahat ini, ternyata kau,bi Ijah kau sudah lama bekerja dengan ku tapi ternyata kau juga mendukung perbuatan jahat anak mu ya?"Amuk mama Talita yang sudah tidak tahan lagi akan kejahatan yang di lakukan oleh Mina dan ibu nya.
Alfa dan Lisa yang mendengar keributan itu pun kembali turun dari tangga dan pergi menuju dapur untuk melihat mama Talita.
"Sudah cukup ya kejahatan yang kalian lakukan, terutama kamu Mina."Ucap mama Talita emosi terhadap Mina yang sok polos itu.
"Ada apa ini ma?"Tanya Alfa kepada mama nya.
"Alfa, mama sudah tidak tahan lagi, Mina dan bi Ijah ini benar-benar jahat, mereka memasukkan obat pencahar ke dalam sup yang mereka buat untuk Lisa tadi."Ucap mama Talita.
"Nah, sekarang Lo gak bisa lari lagi Mina, kami udah punya bukti kejahatan Lo."Ucap Lisa kepada Mina.
"Tapi, aku, aku minta maaf, aku tidak bermaksud."Jawab Mina yang sudah tidak tau harus melakukan apa lagi sekarang.
"Tidak bermaksud kata mu? Kau tidak bermaksud melakukan perbuatan jahat seperti ini?"Ucap mama Talita emosi.
"Sebaiknya aku jadi penonton saja."Ucap Alfa takut dengan amukan mama dan Lisa.
"Nyonya, maaf kan kami, kami tau perbuatan kami benar-benar tidak bisa di maaf kan oleh nyonya, tapi kami mohon berikan kami satu kesempatan lagi."Ucap bi Ijah memohon kepada mama Talita.
"Tidak ada kesempatan untuk kalian, sekarang juga angkat kaki dari vila ku!"Ucap mama Talita yang sudah tidak dapat menahan amarahnya.
"Tapi nyonya."Ucap Mina menuduk malu.
"Diam, dan kau, jangan harap aku membayar biaya sekolah mu lagi!"bentak mama Talita sambil menatap tajam Mina.
"Jangan nyonya, jangan seperti itu saya mohon."Ucap Mina menangis.
"Sekarang juga pergi lah sebelum saya berubah pikiran!"Ucap mama Talita.
Malam itu juga bi Ijah dan Mina sudah tidak dapat ampun lagi dari mama Talita, mereka di usir dari vila itu dengan tidak sopan karena perilaku mereka yang sangat jahat, sekuat apapun mereka memohon namun mama Talita tidak akan pernah memaafkan nya.
"Sayang, udah dong jadi preman nya, ayo tidur."Ucap Alfa kepada Lisa.
Saat itu bi Ijah dan Mina sudah keluar dari vila dengan semua barang-barang mereka di lempar keluar.
"Gue bukan preman!"Jawab Lisa kesal sambil berjalan menuju kamar Alfa.
Setelah kepergian Mina dan ibu nya malam itu suasana vila menjadi cukup damai.
__ADS_1
Bersambung ....