
Sementara itu di sisi lain.
Rombongan camping lain nya pun tiba di lokasi di mana tempat Aditia dan Lisa terjatuh dengan membawa bala bantuan.
Mereka juga sudah mencari sejak berhenti nya hujan di subuh tadi dan baru tiba di pinggir jurang itu sekarang karena ada yang melihat Mina berdiri di sana sendirian seperti menunggu orang.
"Mina, apa yang kau lakukan di sini? Di mana teman-teman mu yang lain nya? Apa ada tanda-tanda Lisa dan Aditia?"Tanya pak pembimbing dengan begitu cepat.
"Pak,nanya nya satu aja ya pak, Mina juga gak tau, tapi mereka turun ke bawah untuk melihat keadaan di bawah sana."Jawab Mina pura-pura memasang wajah khawatir nya.
"Baik lah kalau begitu, ayo silahkan di periksa di bawah pak, anak-anak didik saya sedang berada di bawah sana."Ucap pak pembimbing kepada beberapa orang yang datang untuk membantu.
"Tenang pak,kami akan memeriksa keadaan di bawah sana."Ucap mereka yang menggunakan baju sama turun ke bawah jurang tersebut.
Sementara yangg lain nya menunggu di atas.
Singkat cerita selang satu jam kemudian, tim penyelamat pun naik dari jurang tersebut, dengan Aditia yang pingsan serta Lisa yang luka-luka dan sedikit lemah dan juga yang lainnya.
Mereka pun bersama-sama membawa Lisa dan Aditia ke tenda untuk di obati dan juga istirahat yang cukup.
"Maaf kan kami Lisa, kami terlambat menemukan kalian, sehingga kalian jadi terluka seperti ini,ini akibat kelalaian kami sebagai guru."Ucap pak pembimbing kepada Lisa.
"Gak apa-apa kok pak, semua yang terjadi ini murni kecelakaan."Ucap Lisa dengan wajah tenang.
"Lisa bapak harap kalian berdua baik-baik saja dan tidak ada yang mengalami luka serius."Ucap ibu guru pembimbing lain nya.
"Lisa gak apa-apa kok buk, tapi gimana sama Aditia?"Tanya Lisa.
"Aditia sedang di obati oleh dokter di tenda nya, kata dokter dia baik-baik saja, hanya kondisi nya lemah makanya dia pingsan."Ucap sang guru menjelaskan.
"Pak, buk, boleh aku ke tenda nya Aditia sekarang?"Tanya Lisa kepada kedua guru pembimbing yang sekarang berada di samping nya.
"Tapi Lisa, kondisi mu sekarang tidak baik-baik saja nak."Jawab ibu guru tersebut.
"aku baik-baik aja kok pak, aku mau jenguk Aditia, soalnya dia begini juga gara-gara aku."Ucap Lisa dengan wajah memelas.
"Baik lah, tapi sebentar saja ya."Ucap Bu guru pembimbing tersebut yang kemudian membantu Lisa berdiri dan memapah Lisa ke tenda Aditia.
__ADS_1
Sementara Saskia dan Mala sedang beristirahat di tenda mereka sambil makan cemilan.
sahabat mereka sudah di temukan hal ini membuat mereka lega dan baru bisa mengisi perut yang keroncongan.
Sementara itu melihat Lisa datang ke tenda mereka Alfa dan Rian pun keluar dari tenda itu.
"Kak Rian, gimna? Aditia udah sadar?"Tanya Lisa kepada Rian tanpa mengubris Alfa.
"Dia masih belum sadar, sebaiknya Lo masuk aja."Ucap Rian mempersilahkan Lisa masuk ke dalam tenda mereka.
"Makasih ya kak."Ucap Lisa yang kemudian masuk ke dalam tenda dan menghampiri Aditia yabg sedang terbaring.
"Bangun deh Lo,lemah banget, gak Bangun kek! Bikin orang khawatir aja "Ucap Lisa kepada Aditia.
Sementara itu Alfa menatap Lisa yang terlihat begitu khawatir kepada Aditia dengan tatapan sedih dan putus asa.
Alfa pun menghampiri Lisa dan bicara dengan nya.
"Lo peduli banget sama dia."Lirih Alfa.
Lisa menoleh dan melihat Alfa yang berdiri di belakang nya.
"Terus kalau gue peduli sama dia, urusan nya sama Lo apa?"Tanya Lisa menatap Alfa dengan tatapan marah.
"Karena gue suka sama Lo Lisa! Gue cemburu Lo kayak gini sama Aditia!"Ucap Alfa dengan suara lantang.
Belum sempat Lisa angkat bicara Alfa lun meningal kan tenda itu.
Meskipun banyak orang di sana tetapi tidak ada yang menguping pembicaraan mereka kecuali Rian yang berdiri di depan tenda.
Deg ... jantung Lisa seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Alfa barusan.
"Ada apa ini? Kenapa dia tiba-tiba bilang suka sama gue? Bukan nya selama ini dia benci sama gue dan dia sendiri yang bilang gak suka gue dulu?"Batin Lisa kaget dengan ucapan Alfa barusan.
Di saat Lisa yang kebingungan akan perkataan Alfa tadi, seseorang tiba-tiba mengengam tangan nya dengan erat.
Sontak Lisa pun melihat Aditia yang ternyata sudah sadar dari pingsan nya.
__ADS_1
"Lo udah bangun?"Ucap Lisa menatap Aditia dengan tatapan senang.
"Apa Lo berharap gue gak bangun-bangun?"Ucap Aditia dengan kondisi lemah masih saja bisa bercanda.
"Gak gitu,udah lah malas banget debat sama Lo, mending istirahat aja deh abis kelelahan juga kan."Ucap Lisa kepada Aditia.
"Gue udah ngerasa enakan kok."Ucap Aditia lagi.
"Enakan gimana? Nih obat Lo minum dulu."Ucap Lisa memberikan obat yang tadi di berikan dokter untuk Aditia.
"Obat dari mana nih?"Tanya Aditia melihat obat tersebut.
"Dari dokter, Lo ga sadar beneran ya? gak tau kalau Lo itu udah Kayam mau mati?"Ucap Lisa lagi.
"Gak tau, jadi dokter yang ngobatin luka di kaki sama kepala gue ini?"Ucap Aditia lagi.
"Iya lah, terus Lo pikir siapa?"Tanya Lisa yang kemudian membantu Aditia untuk duduk dan memasukan obat ke dalam mulut Aditia kemudian memberikan nya segelas air.
"Maksa banget sih minum obat nya."Ucap Aditia kesal.
"Biar Lo gak sakit."Ucap Lisa.
"Peduli banget Lo sama gue."Ucap nya lagi.
"Udah ah, gue mau istirahat, Lo juga kan udah gak apa-apa."Ucap Lisa yng kemudian pergi dari tenda itu ke tenda nya.
Satu jam berlalu.
Kini seluruh anggota camping sudah di kumpul kan di depan tenda mereka masing-masing oleh pak pembimbing dan ibu pembimbing mereka.
"Anak-anak, apa semuanya sudah berkumpul?"Tanya pak pembimbing.
"Sudah pak, ada apa?"Tanya Rian yabg berdiri di barisan paling depan.
"Begini, anak-anak, maaf kan bapak ya, seperti nya camping ini tidak bisa kita lanjut kan lagi,dan bapak juga minta maaf atas kejadian yang menimpa Aditia dan Lisa. Ada salah satu dari kami yang mungkin menaruh kain merah itu di tempat yang terlalu berbahaya sehingga membuat Aditia dan Lisa mengalami hal yang tidak di inginkan ini."Ucap sang guru pembimbing merasa bersalah atas keteledoran nya.
Semua anggota camping hanya bisa terdiam dan tidak tau harus menjawab apa.
__ADS_1
Bersambung ....