
"Tente, tolong bantu aku bawa Alfa ke kamar nya."Ucap Rian.
"Rian,ada apa ini? Apa yang terjadi kepada Alfa?"Tanya mama Talita sambil membantu Rian memapah Alfa untuk masuk ke dalam kamar nya.
"Nanti Rian jelasin Tante, sekarang bawa Alfa ke kamar nya dulu."Jawab Rian yang juga khawatir akan keadaan sahabat nya itu.
Mereka pun akhirnya membawa Alfa ke kamar nya dan merebahkan Alfa di ranjang.
"Lissa...Lisa!"Racau Alfa yang sedang mabuk.
"Lisa? Jadi dia yang bikin Alfa jadi seperti ini? Benar itu Rian? Ayo jawab Tante."Ucap mama Talita.
"Aku gak tau tante, cuman, tadi aku lihat Alfa ke clab, jadi aku mengikuti nya, dan dia minum begitu banyak sehingga jadi seperti ini."Jelas Rian yang sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi dengan Alfa saat itu.
"Astaga!"Leguh mama Talita kebingungan.
"Tente, Rian permisi pulang dulu ya, nanti ke sini lagi."Ucap Rian yang juga ingin mencari tau penyebab Alfa jadi seperti itu.
"Ya udah Rian, makasih ya bantuan nya, hati-hati."Ucap mama Talita kepada Rian.
Setelah berpamitan Rian pun meningal kan vila Alfa.
"Lisa lagi Lisa lagi, sebenarnya apa yang di lakukan anak itu kepada anaku? Sehingga membuat anak ku menjadi seperti ini."Ucap mama Talita tak habis fikir.
Sementara itu Mina yang sedari tadi mengintip mulai mencari kesempatan untuk kembali menghasut mama Talita.
"Nyonya,ada apa ini?"Tanya Mina menghampiri mama Talita.
"Biasa, ulah wanita itu lagi."Ucap mama Talita yang selalu salah paham dengan Lisa.
"Maksud nyonya,Lisa?"Tanya Mina.
"Iya, siapa lagi kalau bukan dia?"Ucap mama Talita emosi.
Mina pun mulai menghasut mama Talita lagi dengan berbagai macam cara ia membuat mama Talita lebih membenci Lisa lagi.
Setelah menghasut mama Talita Mina pun kembali ke dapur dengan sejuta kebahagiaan nya karena sudah berhasil membuat mama Talita percaya dengan omongan nya.
"Lihat saja besok, Lisa, aku tidak akan membiarkan mu membuat anaku jadi seperti ini."Geram mama Talita sambil mengoleskan obat di wajah Alfa yang memar.
Keesokan harinya.
"Lisa, apa kau sudah siap?"Tanya papa Abian berdiri di depan pintu kamar Lisa.
"Kenapa pa?"Tanya Lisa yang sudah memakai seragam sekolah nya.
"Di bawah ada Aditia, dia mengajak mu bernagkat sekolah bersama."Ucap papa Abian kepada Lisa.
"Hmm, aku mengerti."Ucap Lisa yang kemudian kembali masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
Ia pun melihat keluar balkon kamar nya, benar saja di sana ada Adhitia yang sudah menunggu nya untuk bernagkat sekolah bersama.
"Tu anak ngapain sih?"Batin Lisa kesal.
Meskipun penuh kekesalan, lisa pun akhirnya mengambil tas nya dan kemudian berjalan keluar dari kamar nya menuju Aditia yang sudah menunggu di gerbang vila.
"Ngapain sih kak?"Tanya Lisa dengan wajah kesal nya.
"Sekolah bareng aja,biar Lo gak kabur-kaburan lagi."Jawab Aditia.
"Dih, sok tau banget."Ucap Lisa malas.
"Masuk buruan."Ucap Aditia lagi.
Lisa pun mau tidak mau masuk ke dalam mobil Aditia karena melihat sang papa yang mengawasi mereka dari balkon kamar papa Abian.
Aditia pun menyalakan mesin mobil nya dan melaju meningal vila menuju sekolah.
Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di sekolah dengan tepat waktu.
"Mala, lihat deh!"Ucap Saskia kepada Mala.
"Lah bukan nya itu Lisa?"Tanya Mala tercengang.
Terlihat Lisa yang turun dari mobil Aditia,dan itu membuat kedua sahabatnya bertanya-tanya mengapa bisa seperti itu.
"Kok sama Aditia?"Tanya Mala lagi.
"Lissa!"Teriak Saskia dan Mala secara bersamaan.
"Saskia, Mala!"Ucapan Lisa yang notabennya juga merindukan kedua sahabatnya.
Mereka pun berlari dan berpelukan satu sana lain.
"Gue kangen banget sama kalian!"Ucap Lisa sambil memeluk kedua sahabatnya.
"Kita tuh bukan kangen lagi tau gak? Tapi khawatir."Ucap Mala.
"Iya benar."Jawab Saskia.
"Lagian ada masalah apa sih Lisa, Lo sampai kabur dari rumah?"Tanya Mala yang masih tidak mengetahui apa-apa tentang perjodohan Lisa.
Saskia yang sudah mengetahui semuanya pun memilih untuk mengalihkan pembicaraan tersebut.
"Udah lah Mala, mungkin hanya berantem kecil doang sama papa nya, iya kan Lisa?"Ucap Saskia.
"Hmm,iya."Jawab Lisa.
Memang Saskia sudah tau Lisa akan di jodohkan dengan seseorang tapi Saskia tidak tau siapa orang tersebut.
__ADS_1
"Lisa, gue anterin ke kelas yuk."Ucap Aditia kepada Lisa.
"Tapi."Ucap Lisa terhenti karena Mala dan Saskia mengejek mereka.
"Cieee, dekat banget, jadian ya?"Tanya Saskia.
"Apaan sih?"Ucap Lisa risih dengan ejekan tersebut.
"Ayok!"Ucap Aditia memaksa.
"Gak usah kak, aku bisa kok sama Saskia sama Mala!"Ucap Lisa kesal dengan sikap Aditia.
"Beneran?"Tanya Aditia yang sebenarnya peduli terhadap Lisa.
"Iya beneran."Jawab Lisa sambil menampilkan senyum tipis nya.
"Yaudah sekarang gue ke kelas duluan ya."Ucap Aditia.
Lisa pun mengangguk kan kepala nya.
Sementara itu Saskia dan Mala hanya saling pandang dan kebingungan.
"Mikirin apa? Ayo ke kelas."Ucap Lisa mengandeng tangan kedua sahabatnya dan berjalan menuju kelas.
Di kelas mereka pun asik mengobrol dan saling bercerita ini itu karena sudah beberapa hari ini mereka sekolah tampa ada nya Lisa.
Plok ... plok ... plok. Tiba-tiba suara tepuk tangan itu membuat mereka terdiam dan melirik ke arah suara tersebut.
"Mina!"Ucap Saskia melihat Mina.
Ya, Mina lah yang bertepuk tangan tersebut.
"Mina, ngapain Lo? Ganggu aja?"Kesal Mala.
"Gak kok,gue gak ganggu, kalian enak banget ya, senang-senang di sini, sedang kan Alfa, menderita karena ulah Lisa."Crocos Mina.
"Eh, Mina, maksud Lo apa?"Tanya Lisa yang berdiri dari duduknya.
"Masih nanya, Alfa itu babak belur karena Lo kan?"Ucap Mina yang kini sudah berani melawan Lisa.
"Eh Lo,kalau ngomong di jaga ya mulut Lo!"Ucap Mala marah dan ikut berdiri dari duduknya.
"Lisa, ada apa? Kok dia bicara seperti itu sama Lo?"Tanya Saskia kepada Lisa.
"Nanti gue ceritain sama Lo."Ucap Lisa.
"Benar-benar tidak tau malu!"Ucap Mina lagi.
"Diam Lo! Ini bukan urusan Lo, jangan ikut campur sebelum mulut Lo gue sobekin!"Ucap Lisa emosi dan hendak mendekati Mina, namun sayangnya bel sekolah pun berbunyi menandakan bahwa sudah waktunya pelajaran pertama.
__ADS_1
Lisa pun mengurungkan niat nya dan menatap Mina dengan tatapan tajam,Lisa benar-benar marah saat itu namun dia harus menahan amarahnya karena guru yang mengajar mereka sudah masuk ke dalam kelas.
Bersambung ....