Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #61


__ADS_3

Lisa menyesal akan tindakan nya untuk kabur dari sang papa, ternyata bukan hanya papa nya yang repot,Alfa juga terkena imbas nya.


"Udah, jangan nangis."Ucap Alfa yang kemudian menarik Lisa ke dalam pelukan nya.


"Gimana kalau gue hamil?"Ucap Lisa di sela Isak tangis nya.


"Bagus dong."Ucap Alfa keceplosan.


"Apa?"Ucap Lisa melepaskan pelukan Alfa dan menatap Alfa dengan tatapan tajam.


"Maksud gue, tenang, jangan khawatir,lebih baik sekarang Lo mandi."Ucap Alfa lagi.


Sejujurnya Lisa sangat menghawatirkan hal itu, tapi melihat ketenangan Alfa ia. menjadi ikut tentang, Alfa bahkan terlihat mengharapkan kehamilan Lisa, entah apa alasannya Author pun tidak tau.


"Mandi?"Tanya Lisa.


"Iya mandi."Jawab Alfa.


"Baik lah."Ucap Lisa dengan nada lemah.


Namun saat ia ingin mencoba turun dari ranjang nya lagi-lagi dirinya merasakan sakit di bagian bawah selengkangan nya.


"Ahhh, sakit, sakit banget."Rintih Lisa memegang kain yang menutupi dirinya.


"Masih sakit ya? Gue gendong aja gimana?"Tanya Alfa merasa khawatir melihat keadaan Lisa.


Bagaimana tidak sakit,ini adalah hal pertama bagi Lisa, apalagi permainan panas yang di lakukan Alfa itu tidak mudah bagi remaja 17 tahun seperti Lisa.


"Ishhh, kenapa Lo gak pakai baju!"Jerit Lisa sambil menutup matanya saat melihat Alfa menghampiri dirinya.


"Ngapain? Tadi malam Lo biasa aja tuh."Goda Alfa.


"Diam Lo!"Ucap Lisa marah karena Alfa selalu membahas soal tadi malam.


"Yaudah ayo!"Ucap Lisa yang saat itu tidak ingin berdiri karena rasa sakit itu masih terasa begitu sakit.


Alfa pun hanya tersenyum melihat Lisa yang seperti itu, dia tidak menyangka dirinya akan bisa membuat seorang gadis cantik seperti Lisa tidak bisa berjalan.


"Lo milik gue."Batin Alfa sambil menggendong Lisa ke kamar mandi.


Setelah satu jam berlalu, mereka berdua pun akhirnya selesai mandi.


Mereka pun bersama-sama turun ke lantai bawah untuk membuat sarapan.

__ADS_1


Namun siapa sangka hal yang tidak di inginkan oleh Lisa atau Alfa terjadi di pagi itu.


Brak! ... Suara pintu apertemen Alfa yang di dobrak keras dari luar.


"Papa!"Ucap Lisa kaget saat melihat orang yang berada di hadapan nya saat ini.


"Lisa pulang."Ucap papa Abian dengan dua bodyguard yang berdiri di belakang nya.


"Gak pa, aku agak mau!"Ucap Lisa ketakutan.


"Tangkap dia, dan bawa ke mobil."Ucap papa Abian kepada dua bodyguard nya.


"Gak om, jangan kayak gini, ini udah gak bener om, om seharusnya gak maksain Lisa kayak gini."Ucap Alfa memegang tangan Lisa.


"Kau, jangan ikut campur."Ucap papa Abian menujuk Alfa.


"Lepasin! Pa aku gak mau pulang!"Jerit Lisa memberontak.


"Jika kau tidak ingin pulang, makan jangan salah kan papa jika anak buah papa menghabisi dia! Dan kau berani nya kau menyembunyikan putri ku."Ucap papa Abian dengan tegas dan lantang.


"Habisi dia!"Perintah papa Abian kepada dua bodyguard yang sedang memegang Lisa.


"Baik boss!"Jawab mereka yang kemudian melepaskan Lisa dan memukuli Alfa.


Alfa tidak bisa lagi melawan mereka dan akhirnya dia pun babak belur akibat pukulan dua bodyguard yang cukup kuat dan besar itu, mereka bukan lah tandingan nya.


Karena tidak ingin Alfa makin parah, Lisa pun akhirnya menyerah.


"Benar kah kau akan pulang? Dan menerima perjodohan itu?"Tanya papa Abian dengan senyum yang mengembang.


"Jangan Lisa! Jangan peduliin gue! Lo gak boleh di jodohkan sama orang lain, Lisa gue sayang sama Lo!"Ucap Alfa di sela rasa sakit nya.


"Diam kau, jangan banyak bicara, simpan saja rasa sayang mu itu!"Ucap papa Abian kepada Alfa.


"Ayo pa!"Ucap Lisa yang sudah tidak sanggup melihat Alfa di siksa.


"Ayo, dan kalian berdua, hentikan."Ucap papa Abian kepada dua bodyguard nya untuk berhenti menyiksa Alfa.


"Oke boss!"Jawab mereka yang kemudian berhenti memukul Alfa dan berjalan keluar meningal kan apartemen tersebut.


Mereka pun membawa Lisa masuk ke dalam mobil dan meningal kan apertemen Alfa.


"Maafin gue Alfa, gue juga sayang sama Lo."Batin Lisa sambil menyeka air matanya.

__ADS_1


"Lisa! Lisaaa!"Teriak Alfa dengan susah payah untuk berdiri namun tidak bisa.


Tidak butuh waktu lama Lisa lun kembali tiba di vila nya bersama dengan dua bodyguard dan juga papa nya.


Plak ... sebuah tamparan keras dari pala Abian berhasil mengenai pipi Lisa.


Lisa menundukkan kepalanya dan memegang pipi nya yang terasa memanas akibat tamparan dari sang papa.


"Kenapa kau kabur? Apa kau ingin membuat papa malu?"Ucap papa Abian.


"papa keterlaluan!"Bentak Lisa.


"Diam! Jangan mencoba untuk membangkang papa lagi! Dengar, nanti malam, papa akan mengadakan acara pertemuan dengan keluarga Aciel Suma, yang sempat tertunda karena kau kabur dari vila."Ucap papa Abian.


Lisa menatap papa nya dengan tatapan marah dan kecewa karena tingkah papa nya semakin menjadi-jadi untuk memaksa kan diri nya agar di jodohkan dengan anak Aciel Suma.


"Terserah!"Jawab Lisa yang sudah tidak berani melawan papa nya karena khawatir akan berdampak buruk kepada Alfa.


Lisa lun berjalan menaiki tangga menuju lantai atas untuk ke kamar nya.


Lisa pun menguci dirinya di dalam kamar, tentu nya dengan air mata yang tidak ada henti-hentinya menetes.


Malam pun tiba.


Pukul 20:00


Sementara itu si sisi lain.


"Di mana Aditia? Mengapa jam segini masih belum tiba?"Tanya papa Aciel gelisah karena Aditia belum juga tiba.


Sementara itu Aditia sedang gelisah karena masih belum mendapatkan kabar dari Saskia yang katanya ingin ke rumah Lisa.


Sementara itu tanpa sepengetahuan Aditia Saskia sudah mendatangi rumah Lisa, dia juga sudah bertemu dengan papa Abian siang itu, dan Saskia juga sudah tau apa yang terjadi kepada Lisa dan papa nya, bahkan papa Abian juga menceritakan kepada Saskia tentang perjodohan, namun Saskia di minta oleh papa Abian untuk merahasiakan hal ini, karena itu lah Saskia sama sekali tidak berani mengatakan apapun baik kepada Aditia atau Mala.


Lama menunggu kabar dari Saskia, Alfa pun akhirnya memilih untuk pergi ke vila papa nya, karena malam ini mereka akan pergi ke rumah seseorang yang di ucapkan papa nya untuk di jodohkan dengan Aditia.


Satu jam pun berlalu.


"Maaf pa aku telat."Ucap Aditia saat tiba di vila papa nya.


"Yasudah, kita berangkat sekarang saja."Ucap papa Aciel tidak mau menunggu lama lagi.


"Hmm."Jawab Aditia.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam mobil papa Aciel dan berngkat sekarang juga.


Bersambung ....


__ADS_2