Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #86


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sepakat untuk benar-benar membatalkan pertunangan antara Lisa dan Aditia.


"Saskia."Pangil Rian kepada Saskia.


"Apa?"Tanya Saskia melirik Rian.


"Gue mau ngomong sebentar sama Lo."Ucap Rian yang kemudian menarik tangan Saskia.


"Mau ngomong apa sih?"Tanya Saskia pasrah dan mengikuti Rian.


Mereka pun berjalan ke tempat yang sedikit sepi dari depan kamar rawat Lisa.


"Ada apa sih?"Tanya Saskia.


"Lo lupa apa gimana sih? Bukan nya Alfa di rawat di sini juga?"Tanya Rian menyadarkan Saskia jika Alfa juga ada di RS tersebut.


"Lah iya,kok Lo baru ngomong?"Tanya Saskia lagi.


"Astaga, kalau Lo bukan cewek gue, dah gua makan Lo, kan gue baru aja sampai."Kesal Rian furstasi dengan sikap kekasih nya.


"Hehe maaf, yaudah,kalau begitu gimana kita bawa Lisa ketemu Alfa."Usul Saskia.


"Iya, ayo, siapa tau Alfa bakal bangun kalau Lisa datang."Jawab Rian.


"Tapi sebelum itu kita kasih tau yang lain dulu."Jelas Saskia tak ingin merahasiakan apapun lagi.


"Yaudah ayo!"Ucap Rian kembali memegang tangan Saskia dan menuju ruang rawat Lisa.


"Kalian dari mana?"Tanya mama Tanaya.


"Tante, om, semuanya, sebenarnya ada yang ingin kami sampaikan."Ucap Saskia.


"Apa?"Tanya mereka bersama-sama.


"Sebenarnya, Alfa juga di rawat di rumah sakit ini."Jelas Saskia.


"Iya benar om, Tante, dan kondisi nya sekarang masih dalam keadaan pingsan."Ucap Rian.


"Astaga."Leguh papa Abian sekarang ingat dengan apa yang dia lakukan kepada Alfa kemarin.


"Aditia, Abian? Apa ini perbuatan kalian?"Tanya papa Aciel.


"Maaf kan aku pa."Jawab Aditia yang sedari tadi hanya bisa diam.


"Aku juga minta maaf,ini salah ku."Jawab papa Abian.


"Udah, udah,om gimna kalau kita bawa Lisa ke ruang rawat Alfa?"Tanya Saskia kepada mereka.


"Nah,benar sekali."Ucap papa Abian.


"Aku di sini saja."Jawab Aditia.


"Mengapa?"Tanya papa Aciel.

__ADS_1


"Aku ingin menjaga Mala."Jelas Aditia.


"Baik lah kalau begitu, ma bawa Lisa."Ucap papa Aciel kepada mama Tanaya.


Mama Tanaya pun berjalan kembali masuk ke dalam ruangan Lisa.


"Mama, apa mama sudah bicara dengan papa?"Tanya Lisa menatap sang mama.


"Iya sayang."Jelas mama Tanaya mendekati Lisa.


"Papa bilang apa ma?"tanya Lisa penasaran.


"Udah, sekarang kamu ikut mama ya."Ucap mama Tanaya.


"Ikut mama? Kemana ma?"Tanya Lisa kebingungan.


"Sudah, ikut saja."Ucap mama Tanaya sambil membantu Lisa turun dari ranjang rumah sakit.


Lisa pun berjalan keluar dari ruang rawat nya bersama sang mama.


"Lisa, Li gak apa-apa kan?"Tanya Saskia yang sudah menunggu di depan pintu ruang rawat tersebut.


"Gue baik-baik aja kok."Jawab Lisa.


"Yaudah ayo."Ajak Mala.


"Tunggu,kita mau ke mana?"Tanya Lisa.


Lisa pun akhirnya menurut dan berjalan mengikuti Saskia.


Tidak beberapa lama kemudian mereka pun tiba di ruang rawat Alfa.


"Ruang rawat nya Mala?"Tanya Lisa.


"Bukan."Ucap Saskia mengeleg kepala.


Tepat saat itu, pintu ruangan itu pun terbuka, terlihat mama Talita yang berdiri di depan pintu ruang rawat tersebut.


"Tante."Ucap Saskia kepada mama Talita.


"Sa, Saskia."Ucap mama Talita kaget melihat banyak orang di depan ruang rawat anak nya dan ada juga Lisa di sana.


"Tante, ini adalah keluarga nya Lisa."Ucap Rian menjelaskan.


"Aku papa nya Lisa."Ucap papa Abian merasa bersalah.


"Oh, jadi kau?Buat apa kau datang ke sini lagi? Apa kau ingin membuat putra ku menderita lagi?"Tanya mama Talita.


"Tidak, Tolong jangan salah paham,aku datang ke sini hanya untuk minta maaf,aku mohon maaf kan aku."Ucap papa Abian.


"Iya, kami semua benar-benar minta maaf,semua yang terjadi adalah kesalahpahaman."Jelas papa Aciel.


"Baik lah,aku sudah memaafkan kalian, tapi segera lah pergi dari hadapan ku."Ucap mama Talita dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Tante, apa Alfa di dalam? Apakah dia sudah sadar? Tante,ijin kan aku menemui nya."Ucap Lisa dengan air mata yang mengalir deras.


"Tidak Lisa, Tante mohon pergi lah, kau sudah bertunangan dengan laki-laki lain, jangan lagi dekati Alfa karena dia akan menderita."Jawab mama Talita mulai menitikkan air mata nya.


"Tante, tenang lah, pertunangan Lisa batal, Tante, sekarang biar kan Lisa menemui Alfa, Tante mungkin Alfa bisa sadar jika ada Lisa di sisi nya dan sekarang Lisa sedang hamil Tante."Jelas Saskia.


"hamil?"Ucap mama Talita kaget.


"Ya, anak mu sudah membuat putri ku hamil dan dia harus bertanggung jawab."Ucap papa Abian.


"Hey, Abian diam lah."Ucap papa Aciel.


"Maaf."Jawab papa Abian.


"Bagaimana bisa terjadi?"Tanya mama Talita semakin kebingungan.


Saskia pun membantu Lisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Alfa dan Lisa.


"Astaga, benar kah itu?"Tanya mama Talita yang kemudian reflek langsung memeluk Lisa.


"Tante maaf kan aku."Ucap Lisa merasa bersalah.


"Tidak,kau sama sekali tidak bersalah, Tante lah yang bersalah."Ucap mama Talita sedih.


Setelah berpelukan mereka itu mama Talita pun akhirnya mengijinkan Lisa masuk ke dalam ruang rawat Alfa.


Terlihat Alfa yang sedang terbaring lemah di ranjang dengan keadaan yang masih pingsan.


"Mengapa jadi seperti ini?"Lirih Lisa sambil menahan tangisnya dan duduk di kursi sebelah ranjang Alfa.


"Bangun, kenapa Lo gak bangun hah? Lo kan udah bilang sama gue,Li bakal tanggung jawab, sekarang mana buktinya?"Tanya Lisa sambil memegang tangan Alfa dengan air mata yang mengalir.


"Sayang, tenang lah."Ucap mama Talita ikut sedih akan keadaan Lisa dan Alfa.


"Alfa, Lo harus bangun dong gak bisa kayak gini,Lo harus tau gue lagi hamil Alfa, Lo gak mungkin kan ngebiarin gue sendiri jagain Beby Lo, kan Lo yang bilang sama gue kalau Beby nya jadi Lo bakal selalu ada di samping gue."Racau Lisa yang tidak kuat akan apa yang di alami nya sekarang.


Sementara mama Talita hanya bisa menatap nya dengan tatapan iba.


Namun entah keajaiban apa yang terjadi jari jemari tangan Alfa yang di genggam Lisa pun bergerak dengan pelan.


"Tante."Ucap Lisa kaget sambil melihat jari tangan Alfa yang bergerak.


"Ada apa Lisa?"Tanya mama Talita.


"Jari Alfa, dia, dia bergerak!"Ucap Lisa kaget.


"Benar kah?"Tanya mama Talita kaget.


"Iya, Tante, cepat pangil kan dokter!"Ucap Lisa.


Mama Talita pun bergegas keluar dari ruang rawat Alfa untuk memagil dokter karena Alfa sudah merespon.


"Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2