
Perlahan-lahan kesadaran Lisa mulai menghilang, badan nya terasa gerah,dan kepala nya menjadi pusing, serta mata yang buram.
"Udah,ayo ikut gue aja."Ucap si laki-laki memapah Lisa.
Sementara itu Lisa yang sudah terpengaruh oleh obat yang di berikan laki-laki tadi hanya bisa pasrah dan menurut.
Namun saat laki-laki itu mencoba membawa Lisa ke kamar clab, Alfa yabg baru keluar dari toilet pun melihat dan bergegas menghadangnya.
"Mau Lo bawa ke mana cewe gue?"Tanya Alfa menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam.
"Cewe Lo?"Ucap si laki-laki dengan tatapan takut nya.
Bukh ... sebuah pukulan pun berhasil mendarat di wajah laki-laki tersebut sehingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan.
"Ahhhh, awas Lo ya!"Ucap si laki-laki yang kemudian berlari terbirit-birit karena takut dengan Alfa.
Alfa pun segera mengendong Lisa akad bridal style untuk masuk ke dalam mobil nya.
Alfa merebahkan Lisa di samping kursi kemudi nya.
"Ah, panas."Leguh Lisa yang kini sudah tidak sadar.
"Sial, laki-laki jahat itu pasti ngasih Lisa obat perangsang di dalam minuman nya."Batin Alfa memukul kuat stir mobil nya.
Alfa tidak tau harus melakukan apa lagi, selain membawa Lisa pulang ke apertemen nya.
Dia pun menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju apartemen.
Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di apertemen Alfa.
"Tolongin gue, panas."Ucap Lisa mulai meraba-raba dada bidang Alfa yang saat ini sedang mengendong nya untuk masuk ke dalam kamar.
"Lisa jangan, jangan lakukan itu, aku ini tidak akan bisa menahan nya."Ucap Alfa yang ikut tidak karuan dengan sentuhan Lisa.
Setibanya di kamar Alfa pun merebahkan tubuh Lisa ke kasur.
Lisa mulai semakin memanas,satu persatu pakaian nya ia lepas dan menampilkan tubuh sexy yang menggoda laki-laki mana pun yang melihatnya pasti tidak akan mampu menahan hasrat itu.
"Astaga,apa yang dia lakukan?"Ucap Alfa furstasi.
Lisa menarik Alfa yang masih berdiri di hadapan nya, sehingga Alfa terjatuh ke dalam pelukan Lisa yang kini terbaring sexy di ranjang kamar Alfa.
__ADS_1
"Lisa, ko tau kan apa yang Lo lakuin ini bakal berakibat fatal?"Ucap Alfa mulai menegang.
Namun Lisa yang di luar kesadaran nya bukan nya melepaskan Alfa malah mengalungkan tangannya ke leher Alfa.
"Gak nyaman banget."Ucap Lisa berbisik di telinga Alfa.
"Gak,gue gak bisa nyentuh Lo."Batin Alfa tidak tega merenggut kesucian wanita yang di cintai nya.
Namun Lisa malah mencium lembut bibir Alfa dengan gairah yang kuat.
"Ahh,emphh."Leguh Lisa.
"Hentikan! Gue gak tahan!"Ucap Alfa melepaskan ciuman tersebut.
Alfa pun akhirnya tidak bisa menahan lagi, sentuhan demi sentuhan yang di berikan Lisa kepada nya cukup membuat nya goyah dan akhirnya memutuskan untuk tidak menahan gairah itu.
"Maafin gue."Ucap Alfa.
"Malam ini,Lo bakal jadi milik gue seutuhnya."Ucap Alfa yang kemudian membuka satu persatu pakaian yang di kenakan nya.
"Ahhh!"Desah Lisa saat Alfa mencoba memberikan tanda-tanda kepemilikan di tubuh mulus nan putih milik Lisa itu.
Permainan itu semakin memanas,Lisa yang tidak sadar atas apa yang dia lakukan menikmati semua itu.
"Akhhh! Ternyata aku yang pertama."Ucap Alfa di sela erangan nya saat memasukkan benda tumpul itu kepada inti dari tubuh Lisa.
"Ahh! Sakit!"Jerit Lisa sambil mengigit bibir bawahnya.
"Hen-tikan!"Erang Lisa.
"Hentikan? Maafin gue,gue gak bisa berhenti,ini terlalu nikmat."Ucap Alfa sambil melakukan aksinya.
Malam itu pun menjadi malam panas bagi Lisa dan Alfa.
Keesokan harinya.
Terlihat Alfa dan Lisa yang masih tertidur pulas, mereka terlihat lelah,entah itu karena aktivitas tadi malam atau apa.
"Huaam."Lisa menguap dan membuka matanya dengan susah payah. "Kenapa rasanya aku sangat lelah?" Tanya Lisa sambil melihat dan merasakan sesuatu yang menindih perut nya.
Lisa melihat dan membulat kan mata nya melihat tangan Alfa yang melingkar sempurna di perut nya.
__ADS_1
Kekagetan Lisa pun tidak hanya sampai di situ saja, ia lebih kaget lagi melihat Alfa yang tidur tanpa baju.
Lisa yang masih belum sepenuhnya mengerti dan mengingat apa yang terjadi kepada nya dan Alfa tadi malam pun mencoba untuk bangkit dari ranjang king size tersebut.
"Ahhh!"Jerit Lisa saat merasa kan sakit yang amat sakit di bagian bawah ************ nya.
Ia pun kembali terduduk di ranjang dan membuka selimut yang menutupi tubuh nya itu.
"Hah!"Kaget Lisa melihat tubuh nya dengan tangan yang menutupi mulut nya, sungguh Lisa tidak sanggup untuk berkata apa-apa lagi.
"Hiksss, gak,ini gak mungkin terjadi? Apa yang sudah aku lakukan?"Isak tangis Lisa.
Lisa menangis karena menyadari jika dirinya sudah kehilangan apa yang dia jaga selama ini, bercak darah di ranjang sudah cukup untuk membuktikan jika die sudah kehilangan mahkota nya.
Mendengar tangisan Lisa, Alfa pun terbangun dari tidurnya.
"Lo,Lo udah bangun?"Ucap Alfa menatap Lisa.
"Apa yang terjadi? Apa yang Lo lakuin ke gue?"Ucap Lisa melupakan banyak hal tentang kejadian tadi malam.
"Lisa,Lo tenang dulu, gue minta maaf tapi ini di luar kendali gue."Ucap Alfa memegang tangan Lisa dan mencoba untuk memenangkan nya.
"Tenang Lo bilang? Gimana gue bisa tenang,Lo udah ngambil semuanya dari gue Alfa!"Ucap Lisa di sela isak tangis nya.
"Diam dan dengerin gue Lisa."Ucap Alfa memegang tangan Lisa agar dia tidak memberontak.
Lisa pun menatap Alfa yang wajahnya kini benar-benar serius, tidak seperti biasanya.
Alfa pun menceritakan semua yang terjadi tadi malam,mulai dari clab dan sampai ke apartemen nya.
"Apa? Aku yang memulai nya? Bagaimana bisa terjadi?"Tanya Lisa kaget.
"Lo di kasih obat perangsang di dalam minuman yang tadi malam Lo minum dari laki-laki itu."Ucap Alfa menjelaskan.
Lisa pun kembali mengingat kejadian tadi malam dan itu murni kesalahan nya bukan lah kesalahan Alfa.
"Sekarang apa yang harus gue lakuin? Gue udah gak suci lagi."Ucap Lisa sambil berderai air mata.
"Sssst, udah tenang, Lo gak perlu khawatir,gue bakal tanggung jawab kok, gue gak akan biarin Lo sendirian dan menderita."Ucap Alfa memegang pipi Lisa dan mengusap lembut air matanya.
"Apa yang harus aku katakan sama papa,kalau aja aku gak kabur mungkin gak bakal kayak gini."Batin Lisa.
__ADS_1
Lisa menyesal akan tindakan nya untuk kabur dari sang papa, ternyata bukan hanya papa nya yang repot,Alfa juga terkena imbas nya.
Bersambung ....