
Alfa membuka pintu mobil nya dan memasukan Lisa ke dalam mobil.
"Lepasin gue, Lo apa-apaan sih?"Tanya Lisa kaget dengan Alfa yabg memaksa dirinya masuk ke dalam mobil.
"Bisa gak, sekali ini aja nurut sama gue?"Tanya Alfa menatap Lisa.
Lisa pun akhirnya diam setelah mendapat kan tatapan tajam dari Alfa, orang yang sudah menyelamatkan nya dari penjahat tadi.
Lisa pun akhirnya menurut dengan Alfa karena tidak ada lagi jalan lain,jika dia pergi dari mobil Alfa dia pasti akan berjalan terombang-ambing lagi.
Alfa pun tampa basa-basi ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi, setelah itu ia menyalakan mesin mobil nya menuju cepat.
"Lo mau bawa gue ke mana?"Tanya Lisa kepada Alfa.
"Kemana aja sih."Jawab Alfa santai.
"Ngaco Lo ya, berhenti cepet! Gue mau turun di sini, gue mau turun!"Ucap Lisa.
Alfa memberhentikan mobilnya, namun bukan menurunkan Lisa, tapi menguci pintu mobil dan memasang sabuk pengaman Lisa yang ternyata tidak di pasang oleh nya.
"Bukain gak? Keterlaluan Lo ya!"Ucap Lisa mencoba membuka pintu mobil Alfa tetapi tidak bisa.
Alfa pun dengan perlahan mendekati Lisa dan mengatap nya dalam-dalam.
"Stop Alfa, Lo mau ngapain?"Ucap Lisa marah.
"Bisa gak Lo diem, beberapa menit aja, bisa gak? Perasaan dulu Lo cupu banget, culun banget, kenapa sekarang jadi berandalan?"Tanya Alfa menatap mata Lisa.
Lisa pun terdiam sambil mencerna perkataan Alfa barusan.
"Jadi Lo mau nya gue gimana? Mau gue kayak dulu biar bisa Lo tindas seenaknya, iya?"Tanya Lisa lagi.
"Iya kan? Jawab Lo, kenapa Lo diam?"Ucap Lisa lagi dengan bulir bening yang kini sudah mulai menetes.
Alfa yang melihat Lisa menangis pun merasa bersalah atas perkataan nya barusan yang sudah membuat Lisa kembali mengingat masa lalu yang sedih.
"Hey, ssst, jangan nangis, maafin gue, gue dah bikin Lo menderita selama ini, gue gak tau hal ini juga yang bikin kmgue kepikiran Lo sepanjang hari, Lisa gue mohon maafin gue, gue nyesel atas apa yang udah gue lakuin ke elo, gue nyesel udah bikin Lo menderita."Ucap Alfa panjang lebar.
__ADS_1
Sementara Lisa hanya menyeka air matanya.
"Lisa, gue mohon, kasih gue kesempatan sekali lagi, buat apus semua kesalahan yang udah gue lakuin ke elo, plisss maafin gue."Ucap Alfa memegang tangan Lisa.
"Udah lah, gak ada yang perlu di bahas, gak ada yang perlu di sesalin semuanya udah terlambat."Jawab Lisa dengan wajah datar nya.
"Maksud lo? Terlambat?"Ucap Alfa kebingungan dengan ucapan Lisa barusan.
"Gak apa-apa kok."Jawab Lisa.
"Lo pacaran sama Aditia kan? Yaudah, gak apa-apa, gue tau kok, Lo bebas milih yang terbaik buat Lo, dan gue cukup dapat maaf dan nyimpen semua perasaan gue ke Lo, gue janji gak bakal ganggu Lo lagi."Jawab Alfa berusaha menutupi kesedihan nya.
"Gue udah di jodohin papa gue sama orang lain Alfa, Lo terlambat."Jawab Lisa sambil tersenyum palsu.
Deg ... detak jantung Alfa yang awalnya berdetak kencang saat bersama dengan Lisa kini seakan berhenti secara tiba-tiba, mendengar ucapan Lisa barusan.
"Ja-Jadi, Lo setuju?"Ucap Alfa menatap Lisa.
"Kalau di bilang setuju sama perjodohan itu, mungkin gue sekarang gak ada di mobil Lo."Jawab Lisa.
Lisa pun terdiam, ia tidak menjawab pertanyaan Alfa barusan, jujur saja saat ini dia masih benar-benar mencintai Alfa, namun ia berusaha mengubur dalam-dalam perasaan tersebut.
Alfa menatap Lisa lekat menunggu jawaban dari Lisa atas pertanyaan yang baru saja di lontarkan nya.
Sementara itu Lisa malah memalingkan wajah nya dan tidak mau menatap balik wajah Alfa.
"Tatap gue Lisa."Ucap Alfa memegang dagu Lisa.
Seketika itu mereka berdua pun saling tatap,ini mungkin pertama kali nya Lisa bertatapan dengan Alfa secara langsung.
Laki-laki yang dulu menjadi idola nya menjadi orang yang dia cintai sekarang dan dia kagumi sepanjang hari di sekolah kini berada di hadapan nya.
"Dengerin gue Lisa, gue minta maaf kalau kelakuan gue dulu bikin Lo sakit hati, gue juga bikin Lo malu,gu minta maaf,gue terlalu sombong dan arogan dan gue menyesal."Ucap Alfa sambil menghapus sisa air mata Lisa.
"Gue mohon sama Lo, sekali ini aja, kasih gue kesempatan buat memperbaiki diri gue, gue bakal buktiin sama Lo kalau gue bisa berubah jadi orang baik."Ucap Alfa terlihat bersungguh-sungguh.
Namun Lisa tidak menjawab nya melainkan menatap Alfa dengan tatapan sendu nya, dia ingin memaafkan dan memberikan Alfa kesempatan untuk menjadi orang yang dia cintai namun bagaimana dengan permintaan sang papa yang sudah menjodohkan dirinya dengan laki-laki yang belum dia kenal menurut nya.
__ADS_1
Alfa yang tidak dapat jawaban dari Lisa l, perlahan mendekati Lisa lebih dekat lagi, memegang tengkuk Lisa dan mulai mendekati bibir nya ke bibir Lisa.
Semakin dekat sehingga deru dafas mereka saja sekarang saling beradu.
Sementara itu Lisa terlihat pasrah dan tidak mau menolak Alfa sama sekali.
Cuph ... Sebuah kecupan akhirnya berhasil mendarat di bibir tebal nan cantik milik Lisa.
Sementara itu Alfa yang merasa Lisa tidak memberontak pun berusaha memperdalam ciuman itu.
Namun saat itu juga Lisa pun mendorong Alfa, dan seperti nya dia baru menyadari apa yang Alfa lakukan kepada nya.
"Apa-apaan Lo! Lo ngambil first kiss gue!"Ucap Lisa marah sambil memukul lengan Alfa.
"Emang kenapa? Itu kan juga first kiss gue."Jawab Alfa dengan wajah santai.
Lisa terlihat marah kepada Alfa karena sudah berani mengambil ciuman pertama nya.
"Ngapain Lo natap gue kayak gitu? Culun."Pangil Alfa sambil tersenyum manis.
Lisa yang mendengar itu pun semakin marah.
"Sekali lagi Lo manggil gue kayak gitu,gue laporin Lo ke polisi."Ucap Lisa dengan tatapan tajam nya.
"Lah,gue salah apa? Ngapain harus di aduin gue ke kantor polisi?"Jawab Alfa sambil tertawa kecil.
"Karena Lo udah berani ngelecehin gue! Di dalam mobil lagi, gak sopan banget sih jadi cowok."Ucap Lisa yang ternyata masih marah akan ciuman itu.
"Hahah, gue gak peduli."Jawab Alfa yang kemudian kembali menyalakan mesin mobil nya dan kembali melaju.
"Diam Lo ya! Gak usah ngetawain gue."Ucap Lisa.
"Lo yang diam."Jawab Alfa sambil terus fokus mengemudi mobil itu.
Sementara itu Lisa hanya menatap Alfa dengan tatapan kesal lagi.
Bersambung ....
__ADS_1