Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #59


__ADS_3

Di dalam mobil Aditia, susana menjadi hening, entah apa yang masing-masing mereka pikir kan, yang jelas itu tentang sahabat mereka Lisa, yabg hilang tampa kabar.


"Kira-kira Lisa kemana ya?"Mala mencoba memecahkan keheningan yang terjadi di dalam mobil itu.


"Gua juga gak tau, gak biasa nya dia kayak gini."Ucap Saskia terlihat sedih.


"Tunggu, gimna kalau kita ke kantor nya papa Lisa?"Ucap Aditia tiba-tiba.


"Gak, jangan, nanti kita di bilang terlalu ikut campur, ini kan urusan keluarga nya Lisa, ini urusan pribadi Lisa."Cegah Mala.


"Iya Dit, Mala benar."Jawab Saskia.


"Iya juga sih, terus gimana?"Tanya Aditia lagi.


"Hmm,gini aja deh, nanti malam biar gue sendiri yang nemuin om Abian, gue yakin om Abian bakal cerita ke gue."Ucap Saskia yakin.


"Nah itu baru bener, kan Saskia udah terbiasa sama papa nya Lisa sejak kecil jadi biarin Saskia aja yang cari tau, tapi kalau Lo udah tau semua nya Lo buru-buru kabarin kita ya."Ucap Mala menepuk pundak Saskia.


"Iya sip."Ucap Saskia mengerti.


"Cieee, yang khawatir banget sama Lisa."Ucap Mala bercanda.


"Apaan sih Lo."Ucap Aditia kesal.


"Udah-udah,bisa gak sih kalian jangan berantem."Ucap Saskia marah.


Aditia dan Mala pun langsung terdiam karena melihat Saskia yang sudah emosi melihat kelakuan mereka.


Terlihat Alfa dan Lisa yabg sedang berbelanja kebutuhan sekolah Lisa yang baru, seperti seragam,tas dan lain sebagainya.


"Udah selesai semua kan?"Tanya Alfa.


"Iya udah."Jawab Lisa.


"Yaudah,Lo tunggu gue di parkiran,gue mau ke toilet sebentar."


"Ya udah, jangan lama-lama."Ucap Lisa.


Alfa pun meningal kan Lisa ke toilet sebentar.


Sementara itu Lisa berdiri di parkiran mobil sambil menenteng barang belanjaan nya.


Namun alangkah kagetnya Lisa, melihat kedua bodyguard papa nya yang sedang berada di mall tersebut, entah cuma berhenti untuk makan atau minum atau alasan lainnya.


"Gawat, kalau mereka lihat gue,gue pasti di seret dan di bawa pulang."Batin Lisa sambil mengendap-endap di sisi mobil Alfa.

__ADS_1


"Lisa."Ucap Alfa menepuk pundak Lisa yang terlihat ketakutan dan berjongkok.


"Alfa, cepet buka pintu mobil Lo, cepetan."Ucap Lisa.


"Lo kenapa sih kayak di kejar maling aja?"Ucapan Alfa yang sama sekali tidak mengerti akan ketakutan Lisa melihat dua bodyguard papa nya.


"Buka aja bisa gak sih!"Umpat Lisa marah.


Alfa pun akhirnya mengerti setelah melihat arah yang di pandang oleh Lisa,ia pun bergegas membuka pintu mobil nya, dan memasukan Lisa ke dalam mobil, setelah itu mereka pun pergi dari mall tersebut.


Akan tetapi, mereka lebih pintar dari yang Lisa dan Alfa kira, sebenarnya dua bodyguard itu sudah mengikuti mereka dari awal mereka tiba di mall, dan mereka sengaja membiarkan Lisa lepas agar mereka tau di mana tempat persembunyian Lisa sekarang ini.


"Huh, bebas."Ucap Lisa menghela nafas lega.


"Mereka nyariin Lo ya?"Tanya Alfa kepada Lisa sambil fokus mengemudi mobil nya.


"Iya, mereka itu bodyguard nya papa gue."Jawab Lisa.


"Lo gak usah khawatir, gue bakal jagain Lo."Ucap Alfa kepada Lisa.


Lisa hanya mengangguk kecil dan sedikit cangung.


Siang itu berlalu begitu cepat, dan malam pun mulai menutupi seluruh sisi kota dengan kegelapan nya.


Terlihat Lisa yang duduk di pinggir kolam renang apertemen Alfa, malam itu begitu dingin,Lisa larut dalam pikiran nya yang memikirkan sampai kapan dia harus bersembunyi dari papa nya.


"Ngapain ngelamun."Ucap Alfa duduk di samping Lisa.


"Ngapain Lo ke sini?"Tanya Lisa menolak lupa jika itu apertemen Alfa.


"Apertemen, apertemen gue kenapa Lo yang marah?"Jawab Alfa kesal.


"Hmm."Ucap Lisa yang tiba-tiba murung.


"Kenapa sih? Masih kepikiran soal tadi siang ya?"Tanya Alfa dengan suara lembut.


"Al,gue bosen, gimana kalau kita jalan-jalan ke klab?"Ucap Lisa mengalihkan pembicaraan.


"Clab? Ngapain ke clab?"Tanya Alfa kaget karena tiba-tiba Lisa meminta nya untuk menemani Lisa ke klab.


"Ya,gak ngapa-ngapain sih, gue bosen aja di sini, mau cari suasana baru,mau ya?"Lisa berusaha membujuk Alfa agar mau menemani nya jalan-jalan ke club.


"Ya udah, tapi Lo harus janji sama gue,kalau Lo gak boleh minum bir."Jelas Alfa.


"Apaan sih lebay banget Lo."Ucap Lisa yang kemudian berdiri dari duduknya dan memegang tangan Alfa untuk mengajak nya berdiri juga dari kolam renang tersebut.

__ADS_1


"Iya-iya, gak sabaran banget."Ucap Alfa menghela nafas panjang melihat tingkah laku Lisa.


"Okey."Lisa tersenyum saat Alfa bersedia menemani nya.


Karena rasa bosan nya, Lisa pun mengajak Alfa untuk ke clab agar bisa menenangkan pikiran nya yang terus saja memikirkan papa dan perjodohan itu.


Setelah bersiap-siap mereka pun masuk ke dalam mobil Alfa dan menuju clab tempat di mana Alfa selalu nongkrong bersama dengan Rian.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di clab tersebut.


"Lisa, Lo tunggu di sini ya, gue mau ke toilet dulu."Pamit Alfa kepada Lisa.


"Oke."Jawab Lisa.


Namun saat Alfa pergi ke toilet ada seorang laki-laki yang menghampiri Lisa dengan membawa segelas minuman keras di tangan nya.


"Hay."Ucap laki-laki itu kepada Lisa.


Lisa pun menoleh melihat pemilik suara asing yang menangil nya.


"Ada apa?"Tanya Lisa bingung.


"Mau minum gak?"Tanya laki-laki itu memberikan gelas berisi bir yang ada di tangan nya.


"Sorry, gue gak minum bir."Tolak Lisa dengan halus.


"Alah, bohong aja Lo, masa cewek cantik ke sini gak minum."Jawab si laki-laki itu tidak percaya.


"Dikit aja kan gak banyak."Ucap Lisa.


"Iya coba aja."Ucap laki-laki itu lagi.


Lisa pun mengambil dan meneguk habis bir yang di berikan oleh laki-laki itu kepada nya dengan maksud agar si laki-laki cepat pergi jauh dari tempat duduknya.


Namun tampa sepengetahuan Lisa, bir itu sudah di campuri obat oleh si laki-laki hidung belang tersebut.


Selang beberapa menit kemudian Lisa pun merasa ada yang aneh dengan dirinya.


"Kok kepala gue pusing ya? Lisa memegang kepalanya sambil menatap sekeliling yang mulai buram.


"Pusing ya? Mau istirahat gak? Biar gue anterin."Ucap laki-laki tersebut.


"Gerah banget, kok gerah banget di sini."Ucap Lisa mulai meracau.


Perlahan-lahan kesadaran Lisa mulai menghilang, badan nya terasa gerah,dan kepala nya menjadi pusing, serta mata yang buram.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2