
Pelajaran pertama pun akhirnya selesai, Lisa dan kedua sahabatnya pun berjalan ke kantin sekolah untuk sarapan karena mereka sudah kelaparan.
"Lisa,Lo kan udah janji mau cerita apa yang sebenarnya terjadi sama Lo dan Alfa, sekarang gue gak mau tau Lo harus cerita."Ucap Saskia menutut penjelasan dari Lisa.
"Iya Lisa, kita penasaran tau, sampe-sampe si cewe pembantu itu berani sama Lo!"Ucap Mala.
"Hmm, yaudah sih,gak sabaran banget, pesan cemilan sama makanan aja dulu gih."Ucap Lisa.
"Iya-iya!"Jawab Mala kesal.
Meskipun begitu Mala pun memesan makanan dan beberapa cemilan serta minuman untuk mereka minum sambil mengobrol.
"Hmm, sekarang kalian mau tau kan kenapa gue kabur?"Tanya Lisa kepada Saskia dan Mala.
"Ya iya lah itu yang gue tunggu."Ucap Mala.
"Gue kabur dari rumah karena papa gue mau jodohin gue."Jelas Lisa.
"What! Kok bisa!?"Tanya Mala kaget.
"Biasa aja kali ekspresi Lo."Ucap Saskia yang kaget karena jeritan Mala.
"Iya maaf kan gue kaget!"Jawab Mala.
"Terus, Lo di jodohin sama siapa Lisa?"Tanyakan Saskia penasaran.
"Sama gue."Ucap Aditia yang tiba-tiba datang ke meja tempat Lisa, Saskia dan Mala duduk.
"Hahaha, mimpi Lo Aditia, ketinggian!"Ucap Mala menertawakan Aditia.
"Tau nih si Aditia ngaco."Jawab Saskia yang tidak percaya seperti Mala juga.
"Kak."Ucap Lisa menatap Aditia dengan tatapan tajam.
"Kenapa sayang?"Tanya Aditia duduk di sebelah Lisa.
Lisa tak habis fikir karena Aditia seperti nya bukan lah Aditia yang tadi malam, dia bilang ingin mencri jalan keluar,dan sekarang malah meperburuk keadaan dengan mempublikasikan dirinya sebagai calon tunangan Lisa.
"Tunggu-tunggu,ini maksudnya gimana ya? Jelasin!"Ucap Saskia dan Mala secara bersamaan.
Bukan nya menjelaskan tentang Alfa dan Lisa, Lisa malah jadi kacau sekarang karena kedatangan Aditia.
__ADS_1
"Kak, apaan sih!"Tegas Lisa risih dengan kehadiran Aditia di sebelah nya.
"Jadi? Jadi kalian benar di jodohin?"Tanya Saskia yang mulai percaya karena melihat kedekatan antara Lisa dan Aditia serta bagaimana cara Aditia memperlakukan Lisa.
"Kok bisa sih?"Tanya Mala yang juga percaya karena Aditia seperti nya tidak berbohong.
"Huh, kayaknya gue dah gak bisa merahasiakan apapun lagi sama kalian, sebenarnya gue sama kak Aditia emang di jodohin."Jelas Lisa dengan raut wajah yang terpaksa.
"Nah kan, pantes aja aneh,dan Lo juga bikin kita penasaran kenapa Lo sedekat itu sama ni orang."Ucap Saskia memegang kepala nya yang sedikit pusing akan silsilah hidup sahabat nya Lisa.
"Kok bisa sih?"Tanya Mala yang sedari tadi seperti orang Bolot yang menanyakan kok bisa,dan kok bisa kepada Lisa dan Aditia.
"Apa lagi kalau bukan soal harta dan perwaris nya."Ucap Lisa kesal.
"Terus, kenapa Lo manggil dia kakak? Bukan nya biasanya Lo manggil dia Aditia ya?"Tanya Mala lagi.
"Karena dia kakak tiri gue."Jawab Lisa pasrah dengan tanggapan kedua sahabatnya berikut nya.
"Astaga! Rumit sekali!"Ucap Saskia dan Mala kembali berbicara dengan bersamaan.
"Bisa gak sih, kalian itu kalau ngomong gak usah bersamaan gue bingung!"Ucap Lisa emosi melihat kedua sahabatnya.
"Iya."Jawab Aditia membenarkan ucapan Saskia.
"Kok serumit ini sih keluarga lu pada?"Tanya Saskia heran.
"Udah lah, lupain aja, kalian gak usah bingung, kan yang penting Lisa udah ngejelasin ini semua sama kalian."Jawab Aditia yang tidak ingin Lisa tambah pusing karena Saskia dan Mala.
"Hmm, yaudah deh, eh tapi, Gimna sama Alfa?"Tanya Mala kembali mengalihkan pembicaraan kepada Alfa.
Namun belum sempat Lisa menjawab pertanyaan Mala, seseorang lebih dulu menjawab dari belakang mereka.
"Bagaimana dengan anak saya? Tentu saja dia menderita karena perempuan itu."Ucap mama Talita menujuk Lisa.
Ya mama Talita berdiri tepat di belakang mereka bersama Mina di samping nya.
Lisa dan yang lain nya pun kaget dan berdiri dari duduknya melihat mama Talita yang datang tiba-tiba ke sekolah tersebut dan terlihat sangat marah kepada Lisa.
"Tunggu, maksud tante apa bilangin teman saya kayak gitu? Bukan nya Alfa ya g duluan bikin Lisa sakit hati ya?"Ucap Saskia melawan mama Talita.
"Diam kamu, saya gak bicara sama kamu, saya bicara dengan wanita jahat itu!"Ucap mama Talita kembali menujuk Lisa.
__ADS_1
"Cukup! Berhenti mengatai saya dengan sebutan yang tidak baik itu tante, memang nya salah saya apa?"Tanya Lisa masih tidak paham.
"Berani nya kamu membentak saya!"Ucap mama Talita yang kemudian mengangkat tangan nya hendak menampar Lisa.
Namun dengan cepat Aditia menahan tangan mama Talita.
"Jangan kasar seperti itu tante, tante datang dengan alasan yang belum jelas dan ingin main fisik seperti itu dengan Lisa, saya tentu tidak akan membiarkan nya."Ucap Aditia yang kemudian menghempas kasar tangan mama Talita.
"Seperti nya aku tau siapa penghasut nya."Ucap Saskia menatap Mina.
"Tante, lebih baik sekarang tente tingal kan sekolah ini, jangan membuat keributan saya mohon, jika ada masalah nanti temui saya dan selesai kan secara baik-baik."Ucap Lisa.
"Beraninya kamu mengusir saya!"Bentak mama Talita.
"Saya tidak tau apa-apa tante."Ucap Lisa menolak lupa dengan kejadian semalam di mana Alfa di pukuli oleh bodyguard papa nya.
"Jika kau tidak bersalah,lalu apa yang terjadi dengan anak ku?"Tanya mama Talita mulai melemah.
"Alfa?"Ucap Lisa mengingat sesuatu.
"Lisa, kau begitu jahat, dia anak ku satu-satunya, dan sekarang dia terbaring dengan kondisi demam tinggi."Ucap mama Talita tidak tahan dengan air matanya dan kemudian berjalan meningal kan kantin tersebut.
"Haha, pertunjukan yang sangat besar."Ucap Mina sambil bertepuk tangan.
Jujur saja jika saat ini Mina senang karena Lisa dan mama Talita semakin bermusuhan.
"Lo! Ini semuanya gara-gara Lo!"Ucap Lisa marah.
"Gak kok,gue hanya menaruh sedikit bumbu biar Lo gak deketin Alfa lagi, dan mama nya juga benci sama Lo."Ucap Mina dengan sombongnya.
Dengan kesal Lisa pun mengambil jus yang ada di depan nya dan menyiram nya ke wajah Mina.
"Ahh! Lisa! Lo gila ya!?"Tanya Mina dengan keadaan yang sudah basah kuyup.
"Kenapa? Kaget? Lo pikir gue takut sama Lo, dan rencana murahan Lo itu? Denger ya, Lo itu cuma anak pembantu yang gak tau diri."Ucap Lisa dengan amarahnya yang sudah meluap.
"Benar sekali!"Jawab Saskia.
Seluruh siswa dan siswi yang ada di dalam kantin itu menatap Mina dengan tatapan bingung.
Bersambung ....
__ADS_1