Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #15


__ADS_3

Sementara itu Mina hanya melihat mereka dan tidak mengambil kertas undangan karena ya dia kan tinggal di vila Alfa, walaupun seorang anak pembantu.


"Ini kesempatan gue, buat nunjukin kalo gue itu tingal di villa nya Alfa, dan mereka pasti kaget dong karena gue tinggal di rumah mewah, dan setelah ini mereka pasti bakal ngira kalo gue itu pacar nya Alfa atau tunangan nya."Batin Mina berharap begitu tinggi.


Tidak lama kemudian jam pelajaran pun selesai dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing karena seperti nya hari ini banyak guru yang tidak datang jadi karena itu mereka di pulangkan lebih awal.


"Lisa tunggu."Ucap Saskia menghampiri Lisa yang hendak melangkah menuju tempat parkir sepeda nya.


"Iya ada apa?"Tanya Lisa kepada Saskia.


"Lo yakin mau ikut pesta ulang tahun Alfa ntar malam?"Tanya Saskia.


"Ya iya lah yakin, emang kenapa sih?"Tanya Lisa kebingungan dengan pertanyaan sang sahabat.


"Gak apa-apa sih, kalo emang Lo yakin mau pergi gue sama Mala bakal jemput Lo ntar malam di rumah Lo ya."Ucap Saskia kepada Mala.


"Sekarang mala nya mana?"Tanya Lisa.


"Mala udah pulang duluan."Jawab Saskia.


"Yaudah,tar malem gue tunggu kalian di jalan aja ya, biar gak repot kalian jemput gue jauh-jauh."Ucap Lisa kepada Saskia.


"Oke siap, yaudah klo gitu gue ijin pulang dulu ya."Jawab Saskia.


"Yaudah hati-hati."Lisa melambai kan tangan nya kepada Saskia.


Sementara Saskia juga melambaikan tangan nya dan kemudian masuk Ake dalam mobil.


"Gue mau beliin kado apa ya?"Batin Lisa kebingungan sambil mendorong sepeda nya keluar dari gerbang sekolah.


Sementara itu lagi-lagi mobil Rian berhenti di samping nya saat Lisa ingin menaiki sepeda nya.


"Lisa, ntar malem lu jangan lupa dateng ya."Ucap Rian.


"Iya kak."Jawab Lisa mengganguk kan kepala nya.


"Oke,gue duluan."Ucap Rian yang kemudian kembali melajukan mobilnya.


Rian tersenyum hangat karena nanti malam dia akan bertemu lagi dengan Lisa di pesta ulang tahun Alfa.


Sementara itu Lisa malah kebingungan harus membeli kado apa untuk Alfa, dia terus memikirkan soal kado di sepanjang perjalanan pulang nya.

__ADS_1


Setelah tiba di vila, Lisa pun bergegas memarkir kan sepeda nya dan berlari kecil masuk ke dalam vila kemudian menuju kamar nya.


Bi Inem yang sedang menyapu lantai pun merasa kebingungan melihat Lisa yang baru pulang sekolah sudah lari-lari.


"Ada apa dengan non Lisa? Kok gak nyapa bibi?"Batin BI Inem yang biasanya Lisa selalu menyapa nya saat pulang sekolah.


Sementara itu di kamar Lisa.


Terlihat Lisa yang mengambil ponsel nya dan mengotak Atik ponsel tersebut.


"Aku harus minta bantuan papa buat cari sesuatu yang cocok untuk kado."Ucap Lisa sambil memencet-mencet ponsel nya.


Ternyata Lisa mengirimkan pesan kepada papa Abian.


Isi pesan.


"Pa, bantuin Lisa dong."Tulis Lisa di pesan tersebut.


Sementara itu di sisi lain.


Ting ... Suara pesan masuk di ponsel papa Abian yang mata nya sedang fokus kelapa layar laptop.


Namun papa Abian pun menoleh dan meraih ponsel tersebut.


Papa Abian pun memilih untuk menelpon Lisa saja,agar lebih cepat.


Call on


"Hallo sayang."Ucap papa Abian sambil menempelkan ponsel tersebut ke telinga nya.


"Iya pa hallo, maaf pa, apa Lisa mengangu pekerjaan papa?"Tanya Lisa di sebrang telpon.


"Tidak nak, bantuan apa yang kamu butuhkan?"Tanya sang papa serius.


"Emm,jadi gini pa, ada kakak kelas Lisa,cowok,dia ulang tahun dan Lisa di undang, kira-kira apa ya hadiah yang cocok buat cowok kalo lagi ulang tahun pa?"Jelas Lisa kepada papa nya.


"Emm, menurut papa kalo dia cowok ya jam tangan saja."Jawab sang papa.


"Kalo gitu papa mau kan bantuin Lisa buat beliin jam tangan nya?"Ucap Lisa dengan suara yang memelas.


"Yaudah sayang kapan acara nya?"Tanya papa Abian menanyakan kepada Lisa kapan pesta ulang tahun itu akan di gelar.

__ADS_1


"Emmm, malam ini pa."Ucap Lisa.


"Yaudah, kamu tenang saja, nanti papa suruh orang untuk mengurus itu untuk mu."Jawab papa Abian.


"Makasih ya pa, kalau gitu papa lanjut aja."Ucap Lisa akhirnya lega karena papa nya bersedia membantu nya mencarikan hadiah untuk ulang tahun untuk Alfa.


"Yaudah papa tutup dulu ya telpon nya."Ucap papa Abian yang kemudian menutup telpon itu secara sepihak.


Call of.


"Yess, akhirnya gak perlu pusing lagi mau bikin kado apa, untung aja papa kau bantu."Ucap Lisa berbicara sendirian.


Harapan besar Lisa adalah, malam ini ia bisa meluruskan semua nya dengan Alfa, dan malam ini juga ia berharap jika Alfa akan menerima nya.


Sungguh harapan seorang gadis culun yang sangat mengemaskan.


Pesta ulang tahun ini sudah sangat lama di nanti kan oleh Lisa, ia benar-benar ingin memberikan kado terbaik untuk Alfa, laki-laki yang di cintai nya sejak lama, meskipun perasaan itu hanya bertepuk sebelah tangan,Lisa tidak mempedulikan nya sama sekali.


Siang itu pun kini berlalu dengan cepat, tanpa terasa kini hari pun sudah semakin gelap saja.


Terlihat Lisa yang baru saja selesai mandi dan sibuk dengan sebuah lemari pakaian nya.


"Astaga,mau pakai dres yang mana ya?"Batin Lisa sambil menatap beberapa dress nya yang warna nya hampir sama, ada ungu muda, ungu terong dan warna ungu lain nya.


Tiba-tiba matanya tertuju kepada sebuah dres imut berwarna unggu terong.


dres itu sangat cantik dan tidak mencolok, namun Lisa yang notabennya tidak terlalu bisa berdandan hanya bisa memakai seadanya.


Ia pun mengambil dres tersebut dan memakai nya, setelah memaksa dress itu Lisa pun mengikat rambut nya seperti biasa ikat dua, ia juga memakai pita di rambut nya dan tidak lupa memakai kacamata bulat nya.


Hal ini membuat Lisa semakin terlihat seperti anak kecil saja, namun bagi orang-orang yang menyukai nya,itu sangat terlihat imut dan menggemaskan.


Setelah selesai membereskan semuanya Lisa pun berjalan membuka pintu kamar nya dan turun ke lantai bawah.


"Ya ampun non,non mau kemana?"Tanya bi Inem kaget melihat Lisa yang sudah cantik dan sangat rapi.


"Bi ni mana papa?"Tanya Lisa kepada bi Inem.


"Tuan ada di kamar nya non, baru saja pulang dari kantor."Ucap bi Inem sambil tersenyum.


Tanpa banyak basa-basi Lisa pun akhirnya pergi menuju kamar papa nya dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2