
Setelah perbincangan itu Lisa dan Saskia pun memilih untuk melupakan nya sejenak karena mereka sudah tiba di kantin, mereka pun memilih tempat duduk kosong dan memesan makanan dan minuman.
"Lis gue mau tanya."Ucap Saskia tiba-tiba.
"Iya? Tanya apa?"Jawab Lisa sambil sedikit penasaran.
"Lo beneran mau tunangan sama Aditia?"
Lisa pun berhenti mengunyah cemilan nya saat mendengar pertanyaan dari Saskia.
"Hm."Jawab Lisa singkat.
"Terus,Alfa Gimna?"Tanya Saskia lagi.
Lisa pun menatap Saskia dengan mata berkaca-kaca.
Saskia yang paham akan kondisi Lisa pun menjadi merasa bersalah atas pertanyaan nya.
"Gue tau perasaan ko,Lo harus kuat,Lo gak boleh lemah dan gue yakin, pasti ada jalan nya kok buat nyelesain masalah ini."Ucap Saskia sambil mengelus punggung Lisa.
Sementara itu Lisa tidak tahan untuk membendung air matanya.
Saskia pun memeluk Lisa yang sedang menagis dan memberikan semangat untuk nya.
"Gue gak tau harus berbuat apa lagi Saskia, gue di ancam sama mereka kalau gue gak nurutin keinginan papa, papa bakal bunuh Alfa."Ucap Lisa di sela Isak tangis nya.
"Astaga, papa Lo kok jadi kejam banget Lisa?"Ucap Saskia yang kemudian melepaskan pelukan mereka.
"Gue juga gak tau kenapa papa gue sekejam ini sama gue sekarang."Tangis Lisa.
"Lo gak boleh nangis, udah,gue yakin bakal ada kok cara biar Lo bisa kembali lagi sama Alfa, dan Alfa gak mungkin bakal diam aja."Ucap Saskia sambil menghapus air mata Lisa.
"Oh iya, gue mau ke kelas Alfa."Ucap Lisa berdiri dari duduknya.
Namun tangan nya di tahan oleh Saskia.
"Kenapa?"Tanya Lisa.
"Lo pasti gak mau kan Alfa kenapa-kenapa?"Tanya Saskia.
Lisa pun terdiam dan kembali duduk di kursi nya dengan tatapan sedih.
"Coba Lo fikir,kalau sekarang Lo ke kelas Alfa,itu kan juga kelas Aditia Lisa."Ucap Saskia menyadari Lisa.
"Dan satu lagi, hari ini gue gak lihat sama sekali ada Alfa di kelas itu."Jelas Saskia lagi.
Lisa pun terdiam dan kembali mengingat kejadian tadi malam.
"Ya tuhan, pasti gara-gara tadi malam."Ucap Lisa kacau dengan pemikiran nya.
"Tadi malam ada apa?"Tanya Saskia.
__ADS_1
Lisa pun akhirnya menceritakan apa yang terjadi dengan Alfa dan dari nya tadi malam.
"Astaga, sampai segitu nya?"Tanya Saskia kaget.
"Iya."Ucap Lisa terlihat merasa bersalah.
"Hay!"Ucap Rian yang tiba-tiba menghampiri Lisa dan Saskia.
"Rian."Ucap Saskia gugup.
Rian lun duduk di sebelah Saskia.
"Maaf nih gue ganggu kalian, tapi gue mau nanya sama Lisa,kok Alfa gak masuk sekolah?"Tanya Rian kebingungan karena Alfa sekarang jadi jarang masuk sekolah.
"Gue,gue gak tau."Jawab Lisa menuduk.
"Kok gak tau, kan sekarang Lo lagi dekat sama Alfa."Ucap Rian.
"Suasana nya lagi gak enak, lebih baik Lo jangan tanya-tanya dulu lah."Jawab Saskia kesal kepada Rian.
"Yaudah iya, maaf-maaf,gue pergi nih."Jawab Rian.
Sebelum berdiri dari duduknya Rian sempat melirik leher Saskia dan kemudian berjalan pergi meninggalkan kantin tersebut.
"Dia kenapa?"Tanya Lisa kebingungan.
"Tau tuh,mesum kali!"Umpat Saskia.
"Gue penasaran deh sama kotak kecil yang di kasih rain ke Lo, isi nya apa sih?"Tanya Lisa.
"Gue juga belum buka."Jawab Saskia sambil tersenyum kecil.
"Yaelah Saskia,Lo nunggu apa sih?"Kesal Lisa terhadap Saskia yang masih saja belum menerima Rian.
"Gue, gue gak tau,yang jelas sekarang masih belum bisa."Jawab Saskia.
"Ya udah sih, gue cuma bisa suport Lo doang, gue harap Lo bisa terbuka buat nerima dia."Jawab Lisa sambil tersenyum kepada Saskia.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang menatap mereka.
"Kayaknya, mereka lebih baik Tampa gue."Ucap Mala.
Ya orang yang mengintip itu adalah Mala.
"Kenapa sih, Lisa mau semua cowok jadi milik dia?"Batin Mala yang mulai membenci Lisa.
Seperti nya Mala memiliki sifat iri, dia sudah buta akan rasa suka nya terhadap Aditia.
Namun di tengah lamunan nya, ada seseorang yang menepuk pundak nya dari belakang.
"Hay."Ucap orang itu.
__ADS_1
"Mina, ngapain Lo di sini?"Tanya Mala kaget.
Ya ternyata orang itu adalah Mina, dia mengunakan sisa waktu nya di sekolah tersebut untuk membalas dendam kepada Lisa, setelah di usir dari rumah Alfa Mina kembali ke rumah lama nya bersama sang ibu, dan ia kembali masuk sekolah karena masih tersisa dua Minggu lagi untuk nya di sekolah tersebut namun dia mengunakan waktu itu bukan lah untuk belajar melainkan balas dendam.
"Lo gak perlu nanya."Jelas Mina.
"Terserah."Jawab Mala yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Mina.
Sementara itu Mina tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bagus untuk menghasut Mala karena dia tau Mala dan kedua sahabatnya sedang tidak baik-baik saja.
"Tunggu Mala, eh Lo Tumben gak gabung sama mereka."Ucap Mina yang berjalan berdampingan Mala.
"Bukan urusan Lo."Jawab Mala.
"Kayaknya mereka lebih asik tanpa Lo deh."Ucap Mina lagi.
"Maksud Lo apa ngomong kayak gitu?"Tanya Mala.
"Maksud gue,Lisa selalu mendapat kan apa yang dia inginkan, bahkan Saskia lebih memperhatikan nya di banding kan Lo, dia lebih sayang sama Lisa kan."Hasut Mina bertubi-tubi.
Tiba-tiba Mala terdiam, perlahan air mata kebencian pun membasahi pipi nya.
Sementara Mina ia merasa bahagia karena telah berhasil menghasut Mala.
Namun Mala tidak menyadari nya jika Lisa itu tentu lebih akrab dengan Saskia karena Saskia adalah teman nya sejak kecil begitu juga sebaliknya dengan Saskia.
"Gue kecewa sama mereka!"Ucap Mala sambil mengepalkan tangannya.
"Gue benci mereka, bagaimana kalau kita sekarang kerja sama?"Tanya Mina mulai lagi menghasut Mala lebih dalam.
"Maksud Lo?"Tanya Mala.
"Jangan di sini juga kali ngomong nya,ayo ikut gue."Ucap Mina yang kemudian mengandeng Mala pergi dari tempat itu.
Sementara itu di sisi lain sekolah terlihat Rian yang buru-buru keluar dari kantor kapsek dengan membawa tas nya.
Rian baru saja menerima telepon dari mama Talita yang meminta agar Rian datang ke vila karena kondisi Alfa semakin memburuk.
"Saskia,bukan nya itu Rian?"Tanya Lisa yang baru saja keluar dari kantin bersama Saskia.
"Lah iya, kenapa?"Tanya Saskia melihat.
"Dia kayaknya buru-buru banget, mau kemana ya?"Tanya Lisa penasaran.
"Mungkin ada urusan, udah lah yuk ke kelas."Ucap Saskia langsung menarik Lisa ke dalam kelas merasa.
"Aishhh!"Kesal Lisa.
Sementara itu Rian menaiki mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah Alfa.
Bersambung ....
__ADS_1