Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS # 54


__ADS_3

Beberapa menit kemudian,Lisa pun kembali angkat bicara.


"Lo mau bawa gue ke mana sih sebenarnya Alfa?"Tanya Lisa penasaran.


"Apertemen peribadi gue."Jawab Alfa.


"Sejak kapan Lo punya apertemen sendiri?"Tanya Lisa kebingungan.


"Itu hadiah ulang tahun gue dari almarhum bokap, dan gue jarang sih kesana, selain mama Lo orang kedua yang pergi ke sana. Dan buat sementara waktu Lo bisa tingal di sana."Ucap Alfa lagi.


"Kenapa Lo harus bawa gue ke sana? Gue gak mau."Jawab Lisa.


"Udah deh,gak usah nolak, emangnya Lo mau tidur di mana? Kolong jembatan? Mau Lo di gigit serangga?"Tanya Alfa lagi.


Lisa pun terlihat berfikir keras,Alfa benar, jika dia menolak tawaran Alfa dia pasti akan menjadi gelandangan,dan mau tidak mau pasti kembali ke rumah lagi.


"Lo boleh pilih kok, mau pilih ikut sama gue buat numpang tingal di apartemen gue atau jadi gelandangan."Ucap Alfa yang sebenarnya tidak akan pernah membiarkan orang yang di cintai nya menjadi gelandangan.


"Emm, yaudah deh gue mau."Ucap Lisa mengiyakan tawaran Alfa, meskipun dia tidak tau sampai kapan dia akan menyusahkan Alfa.


Sementara itu di sisi lain.


"Meskipun malam itu Abian membatalkan pertemuan,aku harus tetap berbicara dengan Aditia dan Tanaya, agar mereka secepatnya tau atas kesepakatan antara aku dan Abian, supaya Aditia nanti tidak kaget."Ucap papa Aciel sambil mondar-mandir di kamar nya.


Papa Aciel pun akhirnya memilih untuk mengirimkan pesan kepada Aditia.


Sementara itu terlihat Aditia yang baru saja selesai mandi.


Tingal sendiri di apertemen nya membuat Aditia menjadi lega, karena tidak perlu bertemu dengan mama tiri nya lagi.


Ting ... Ting. Suara pesan masuk di ponsel Aditia.


Aditia yang badan nya masih di lilit handuk sepinggang pun menghampiri ranjang nya dan mengambil ponsel tersebut.


"Papa? Ada apa papa ngirim SMS? Gak kayak biasanya."Batin Aditia yang melihat notifikasi tersebut.


Aditia pun membuka pesan itu dan mulai membaca nya.


Isi pesan :

__ADS_1


"Aditia, pulang lah malam ini,ada hal penting yang ingin papa sampai kan."Isi pesan papa Aciel kepada Aditia.


"Oke."Jawab Aditia yang memiliki firasat jika papa nya akan mengatakan sesuatu yang sangat penting, karena bagi Aditia papa nya tidak akan meminta nya pulang jika tidak ada hal yang begitu serius.


Aditia yang sudah membalas pesan tersebut dengan jawaban oke pun segera memakai pakaian nya dan bersiap-siap untuk ke vila kediaman papa dan mama tiri nya.


Setelah tiga puluh menit kemudian Aditia pun selesai bersiap-siap dan mengambil kunci mobil nya kemudian berjalan keluar dari apertemen dan masuk ke dalam mobil.


Setelah itu ia pun menyalakan mesin mobil nya dan melaju meningal kan apartemen menuju vila sang papa.


Satu jam kemudian, Aditia pun telah tiba di vila sang papa, ia turun dari mobil nya dan melihat sekeliling Fila lalu berjalan masuk ke dalam vila tersebut.


"Aditia, kau sudah datang."Ucap mama Tanaya yang saat itu membuka pintu vila karena mendengar suara mobil Aditia.


"Di mana papa ku?"Tanya Aditia cuek terhadap mama Tanaya.


"Papa mu sudah menunggu di ruang tengah Aditia, ayo."Ucap mam Tanaya.


"Hmm."Jawab Aditia.


Mereka pun bersama-sama berjalan menuju ruang tengah di mana papa Aciel sudah menunggu.


"Mas, sebenarnya ada apa?"Tanya mama Tanaya yang ternyata juga tidak mengetahui hal ini.


"Ada apa sih pa? Penting banget ya?"Tanya Aditia.


"Duduk saja dulu, papa akan bicara dengan kamu dan mama."Ucap papa Aciel.


Mama Tanaya pun duduk di samping papa Aciel sementara itu Aditia duduk berhadapan dengan mereka.


"Tanaya, apa kau ingat dengan Abian?"Tanya papa Aciel membuka obrolan mereka.


"Abian? Ya, ada apa dengan nya?"Tanya mama Tanaya menatap papa Aciel dengan tatapan bingung.


"Aku hanya ingin bertanya, apa kau sama sekali tidak mengingat putri mu?"Tanya papa Aciel lagi.


Deg ... pertanyaan dari papa Aciel seolah membuat jantung mama Tanaya berhenti berdetak,ia bingung mengapa tiba-tiba suaminya itu menanyakan tentang mantan suami dan anak nya Tanya secara tiba-tiba saja.


"Pu-puyti ku? Apa, apa yang kau maksud mas? Apa yang terjadi?"Tanya Tanaya semakin penasaran.

__ADS_1


"Tidak ada, aku hanya menanyakan kepada mu,apa kau tidak ingin bertemu dengan nya? Dia sekarang tumbuh menjadi gadis cantik."Jelas papa Aciel sambil tersenyum kepada mama Tanaya.


"Lah, ini kok jadi bahas anak nya Tante Tanaya sih pa? Kalau gitu aku gak pernah ikut campur dong."Ucap Aditia merasa risih dengan pembahasan papa nya.


"Aditia diam lah, papa masih belum selesai bicara."Ucap papa Aciel.


"Okey,okey."Jawab Aditia pasrah.


"Mas, mengapa tiba-tiba kamu bahas soal putri dan mantan suami ku?"Tanya Tanaya lagi.


"Tanaya, Aditia, dengar kan aku baik-baik, beberapa hari lalu aku mendatangi perusahaan milik Abian."Ucap papa Aciel.


"Lalu?"Tanya Aditia.


"Kami memutuskan untuk berhenti bersaing dengan satu alasan."Ucap papa Aciel lagi.


"Ya itu bagus."Ucap Aditia yang selalu memotong obrolan sang papa.


"Mas?"Ucap Tanaya menatap suaminya dengan penuh tanda tanya.


"Kami memutuskan untuk menyatukan kedua perusahaan ini dengan ikatan perjodohan antara dua pewaris tunggal."Jelas papa Aciel dengan senyum mengembang.


"Maksud nya?"Ucap Aditia yabg masih belum terlalu mengerti dengan ucapan sang papa barusan.


"Apa?"Ucapan mama Tanaya kaget.


"Ya, aku akan menjodohkan Aditia dan putri mu yang sekarang bersama dengan Abian, kami sepakat menjodohkan kedua pewaris tunggal ini ya itu Aditia dan putri kalian."Ucap papa Aciel dengan santai nya.


"Apa!? Gak pa! Aku gak mau! Apa papa sudah gila? Jika putri nya Abian itu adalah anak nya Tante Tanaya,itu artinya dia saudara tiri ku? Ini benar-benar cara kuno yang tidak masuk akal!"Bantah Aditia menatap papa nya dengan tatapan marah.


"Mas,yang di katakan Aditia itu benar, apa yang kau lakukan mas?"Ucap mama Tanaya marah.


"Dengar, keputusan ku sudah bulat, dan kesepakatan ini tidak akan di batalkan, saudara tiri tetap lah tiri,bukan lah saudara kandung."Jelas papa Aciel menekan kata bukan saudara kandung di akhir kalimat nya.


"Gak pa, aku gak mau! Ini bukan zaman dulu ya pa, masa ada perjodohan kayak gini sih!"Bantah Aditia.


Jika saja Aditia tau siapa wanita yang akan di jodoh kan dengan nya, mungkin dia tidak akan menolak perjodohan ini.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2