
Terlihat perut sespek milik Alfa yang terpampang jelas di hadapan Lisa.
"Aaaaaa!"Jerit Lisa kaget.
Reflek Lisa mengambil bantal dan menutupi wajah nya.
"Alfa, Lo gila apa gimana sih?"Tanya Lisa masih dalam keadaan di tutupi bantal.
"Lo kenapa sih, jerit-jerit gak jelas? Gak pernah lihat yang hot-hot ya?"Ucap Alfa yang sengaja menjahili Lisa.
"Ya gak lah, kan gue gak mesum kayak lo, cepetan sana pakai baju Lo."Ucap Lisa lagi terlihat kesal.
"Iya bawel."Ucap Alfa yang kemudian berjalan menghampiri lemari pakaian dan memakai pakaian nya.
"Udah nih."Ucap Alfa yang kemudian mengambil bantal yang menutupi wajah Lisa yang sedang terbaring.
Alangkah kagetnya Alfa melihat Lisa yang ternyata sudah tertidur pulas.
"Lah, tidur? Perasaan baru beberapa menit deh."Ucapan Alfa melongo melihat Lisa yang tertidur begitu cepat.
Alfa menatap Lisa dengan tatapan sendu, ia merasa betah menatap wajah cantik itu saat ini.
"Lisa, gue janji, bakal memperjuangkan Lo, apapun itu halangan nya gue gak peduli, gue janji gak bakal sia-sia in Lo lagi."Ucapan Alfa dengan pelan sambil mengelus rambut Lisa.
Setelah mengatakan demikian,Alfa pun mencium kening Lisa sekilas dan kemudian menepati janji nya untuk tidur di bawah dan mengambil selimut dan juga guling dan merebahkan dirinya di lantai.
Malam itu mereka lalui dengan baik-baik saja tanpa sedikitpun halangan.
Sementara itu di sisi lain.
"Maaf bos, kami masih belum bisa menemukan nona Lisa."Ucap bodyguard nya papa Abian kepada papa Abian.
"Bodoh, menemukan putri ku saja kalian tidak bisa, dia itu baru kabur, bagaimana mungkin bisa menghilang dari kota ini secepat itu."Omel papa Abian kepada kedua anak buah nya itu.
"Maaf kan kami boss."Ucap kedua anak buah nya dengan kepala yang menunduk.
"Aku tidak mau tau, sekarang juga kalian cari Lisa, jangan sampai tidak ketemu, jangan datang kepada ku jika kalian tidak bisa menemukan Lisa! Mengerti?"Ucap papa Abian dengan wajah galak nya.
"Ba-baik boss."Jawab kedua anak buah papa Abian yang kemudian berjalan cepat keluar dari vila dan kembali melaksanakan tugas mereka, jika tidak mereka pasti tidak akan mendapatkan gaji mereka bulan ini, dan mereka akan di pecat.
"Lisa, di mana kau nak?"Tanya papa Abian kembali terduduk di kursi nya dengan pikiran yang kacau balau.
Sementara itu bi Inem hanya bisa diam dan mengamati papa Abian dari jauh dengan tatapan sedih.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Di apertemen Alfa.
"Huaaam."Terlihat Lisa yang baru bangun dari tidur nya.
Dengan susah payah Lisa membuka matanya yang masih mengantuk.
Terlihat Alfa yang masih tertidur di bawah dengan pulas nya.
Lisa merasa bersalah karena telah meminta Alfa tidur di bawah.
"Al, Alfa."Ucap Lisa mencoba untuk membangun kan Alfa.
"Hmmm."Jawab Alfa sambil menarik selimut nya.
"Hey, ayo dong bangun,Lo gak mau sekolah apa gimana sih?"Tanya Lisa lagi mencoba mengguncang tubuh Alfa dari atas ranjang.
Bukan nya bangun Alfa malah menarik tangan Lisa dan membuat Lisa terjatuh ke ke pelukan nya.
"Astaga, lepas kan aku, sakit sekali."Ucap Lisa yang posisi nya saat itu di atas tubuh Alfa.
"Diam, ini masih pagi, gimana mau sekolah? Di mana seragam Lo dan gue juga gak punya seragam sekolah di sini."Jelas Alfa sambil melingkarkan tangannya di pinggang Lisa.
"Terus gimana dong?"Tanya Lisa kebingungan.
"Libur aja dulu, Lo mau papa Lo nyari Lo di sekolah!"Tanya Alfa lagi.
"Hmm, iya sih, tapi gua gak bisa gak sekolah karena gue harus ketemu sama temen-temen gue."Jawab Lisa kebingungan akan situasi yang sedang dia hadapi saat ini.
"Mau ketemu Aditia?"Tanya Alfa memasang wajah datar.
"Ngomong apa sih Lo."Jawab Lisa yang menyadari kecemburuan Alfa.
"Gue bakal beliin Lo seragam baru nanti."Ucap Alfa yang mengalihkan pembicaraan nya.
"Beneran? Tapi papa gimana?"Tanya Lisa.
"Masalah itu gampang, papa Lo gak mungkin nyariin Lo setiap hari di sekolah kan."Ucap Alfa lagi.
"Bener juga sih, yaudah deh, tapi kenapa Lo mau bantuin gue lagi?"Tanya Lisa kebingungan.
"masih kurang jelas?"Tanya Alfa mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Ah."Leguh Lisa merasa sesuatu yang mengganjal di bawah sana yang terasa dengan sangat jelas apa itu.
"Temenin gue tidur dulu,ini masih pagi, gue dingin."Ucap Alfa kepada Lisa.
"Lo gila apa gimana sih? Lepasin gue Alfa!"Ucap Lisa merasa risih dengan perlakuan Alfa tersebut.
"kalau Lo gak mau ya udah, gue gak bakal bantuin Lo."Jawab Alfa.
"Gue bisa kok pulang diam-diam ambil seragam."Ucap Lisa lagi.
"Yakin?"Tanya Alfa dengan tatapan bingung.
"Lo gak takut di tangkap sama bodyguard papa Lo?"Tanya Alfa lagi.
Lisa terdiam dan kembali berfikir jika perkataan Alfa itu ada benarnya, mana mungkin Lisa bisa kembali ke apertemen, karena papa nya pasti tidak mungkin membiarkan dia kabur lagi.
"Gak ada syarat lain ya, selain di peluk Lo gini?"Ucap Lisa risih.
"Gue maunya kayak gini, gimana dong?"Tanya Alfa dengan senyum tipis nya.
"Yaudah deh, rebahan doang kok, merem Lo, buruan jam sepuluh harus bangun Lo ya awas."Ucap Lisa yang kini masih berada dalam pelukan Alfa.
"Oke."Alfa menarik Lisa ke dalam pelukan nya yang lebih erat dari sebelumnya.
"Kalau aja gue gak butuh bantuan ni orang,gak bakal gue mau di giniin."Batin Lisa.
Sungguh situasi ini membuat Lisa menjadi risih, padahal beberapa hari lalu dia masih bermusuhan dengan Alfa, mengapa sekarang malah sudah seperti ini? Pikir Lisa kacau.
Sementara itu di sisi lain.
"Mina, apa kau melihat Alfa?"Mama Talita berjalan menghampirinya Mina dan dan bertanya.
"Tidak nyonya, seperti nya tuan muda tidak pulang sejak tadi malam."Mina menjawab nya dengan nada bicara lembut.
Sungguh Mina selalu ingin terlihat baik di hadapan mama Talita.
"Benarkah?"
"Iya nyonya, kalau begitu saya permisi berangkat sekolah dulu."Mina pun berjalan keluar dari vila itu.
Sebenarnya Mina juga kebingungan karena Alfa tidak pulang, karena jika Alfa tidak pulang dirinya tidak bisa dekat-dekat dan keganjenan kepada Alfa, bahkan ia juga ke sekolah dengan berjalan kaki karena tidak bisa nebeng Alfa lagi.
Bersambung ....
__ADS_1