
Jika saja Aditia tau siapa wanita yang akan di jodoh kan dengan nya, mungkin dia tidak akan menolak perjodohan ini.
"Aditia, jangan marah dulu, tenang lah, kita akan mengadakan pertemuan terlebih dahulu, jika kau tidak menyukai nya, kau boleh mundur dari perjodohan ini, tapi jangan harap mendapatkan harta dan sepeser saham pun dari papa termasuk apertemen yang sekarang menjadi milik mu sementara itu."Ucap papa Aciel yang tegas dan mampu membuat Aditia tunduk.
"Arghhh! Sial!"Batin Aditia menggebu-gebu.
"Baik lah, aku pasti kan aku tidak akan menyukainya, dan akan menolak perjodohan ini, dan aku buktikan kepada papa,jika aku bisa hidup sendiri tanpa aset papa."Jawab Aditia dengan yakin nya.
"Baik lah Aditia, papa yakin kau pasti akan menerima nya."Jawab papa Aciel sambil tersenyum.
"Mengapa papa begitu yakin?"Tanya Aditia lagi.
"Dia cantik."Ucap papa Aciel berusaha menracuni hati sang anak.
"Hah, aku memiliki wanita yang lebih cantik dari siapa pun."Jawab Aditia.
"Terserah padamu,kau bahkan belum melihat nya."Ucap papa Aciel.
"Terserah papa, aku permisi."Ucap Aditia yang kemudian mengambil kucing mobil dari meja depan nya dan kemudian berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruang tengah itu menuju pintu keluar vila.
Dengan perasaan kesal Aditia masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin mobil dan pergi meningal kan vila papa nya.
"Tanaya, bagaimana dengan mu?"Tanya papa Aciel kepada mama Tanaya yang sedang termenung.
"Jika dengan cara ini aku bisa kembali bertemu dengan putri ku, mengapa aku tidak setuju?"Batin mama Tanaya, larut dalam pikiran nya sendiri.
"Tanaya."Ucap papa Aciel lagi sambil memegang tangan mama Tanaya.
Sontak mama Tanaya pun tersadar dari lamunannya.
"Baik lah mas, jika ini keputusan mu, aku tidak ada hak membantah nya."Ucap Tanaya pasrah saja demi bertemu sang anak.
Sementara itu di sisi lain.
Alfa memberhentikan mobilnya di sebuah apertemen yang cukup besar dan mewah.
"Nyampe."Ucap Alfa kepada Lisa.
"Gede banget."Ucap Lisa menatap apertemen tersebut dari kaca mobil.
"Yaudah ayo turun."Ucap Alfa.
Mereka pun turun dari mobil itu dan kemudian berjalan masuk ke dalam apertemen, apertemen itu terlihat sepi, tidak ada satu orang pun yang menjaga nya atau merawat nya, tetapi itu terlihat sangat cantik dan juga mewah, bersih dan juga terjaga.
__ADS_1
Semua lampu yang ada di apertemen itu pun menyala normal.
Mereka melewati ruang tengah apertemen yang lumayan besar itu, menaiki tangga menuju lantai atas apertemen.
"Ini kamar kita."Ucap Alfa kepada Lisa sambil menujuk sebuah kamar yang ukurannya cukup besar dan sangat rapi.
"Iya. Apa?" Ucap Lisa kaget dengan ucap Alfa barusan.
Sementara itu Alfa masuk ke dalam kamar dengan santai nya.
"Tunggu! Alfa, Apa maksud Lo kamar kita?"Tanya Lisa.
"Ya, ada masalah?"Tanya Alfa sengaja.
"Gak, enak aja sekamar sama lo, gue gak mau."Ucap Lisa.
"Terus Lo mau tidur sendiri? Lo mau tau gak, kenapa apertemen gue ini gak gue tinggal, karena sebenarnya apertemen gue ini sedikit angker."Ucap Alfa dengan wajah serius nya.
"Terus, masa gue tidur sama Lo sih?"Ucap Lisa lagi.
"Apa Lo gak takut?"Tanya Alfa lagi.
"Ya gimana ya."Jawab Lisa yang sebenarnya penakut akan hal-hal mistis seperti itu.
"Ya gimana?"Jawab Alfa lagi.
"Ya karena gue suka tempat yang penuh dengan hal mistis, makanya papa gue beliin apertemen ini."Ucap Alfa dengan ekting nya.
Sebenernya Alfa sengaja melakukan hal itu karena tidak ingin pisah kamar dengan Lisa.
"Tapi kalau Lo gak mau gue gak maksa kok, Lo bisa tidur di kamar bawah."Ucap Alfa.
"Gak, gue takut, gue tidur di kamar ini aja deh, gak apa-apa kok sama Lo, tapi Lo janji ya jangan ngapa-ngapain gue, dan Lo tidur di bawah."Ucap Lisa lagi.
"Lah, kamar-kamar gue, kenapa gue yang harus tidur di bawah sih? Btw soal ngapa-ngapain Lo gue gak janji ya."Jawab Alfa dengan senyum jahil nya.
"Ngalah kek!"Ucap Lisa marah.
"Bercanda, ya udah sih ayo masuk kamar."Ucap Alfa lagi.
Mereka pun akhirnya sama-sama masuk ke dalam kamar tersebut, meskipun enggan untuk tidur sekamar dengan Alfa, Lisa tidak memiliki cara lain karena memang dirinya begitu takut dengan hantu, namun di sisi lain Lisa juga tidak menyangka akan ada nya situasi seperti ini di saat dirinya sudah mulai mencoba untuk melupakan perasaan nya terhadap Alfa.
"Barang-barang Lo taruh aja di lemari gue, gue mau mandi dulu."Ucap Alfa kepada Lisa.
__ADS_1
"Astaga, bisa-bisa nya dari tadi gak mandi."Gumam Lisa.
"Gue kalau malam emang suka mandi, gue gerah,bukan berarti gue gak mandi."Jawab Alfa yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Hmm, ya udah lah ya."Jawab Lisa malas.
Lisa pun mulai merapikan pakaian dan barang-barang kabur yang tadi dia bawa.
Sementara itu dua puluh menit pun berlalu.
"Yaelah, bisa-bisa nya gue lupa bawa handuk."Decak Alfa saat setelah selesai mandi.
"Lisa! ... Lisa!" pangil Alfa.
Alfa pun terpaksa harus memanggil Lisa untuk meminta di ambil kan handuk, sudah terlihat seperti suami istri saja.
Sementara itu Lisa yang mendengar Alfa berteriak memagil nya menjadi kesal.
"Ngapain sih tu anak, teriak-teriak gak jelas."Gumam Lisa berdiri dari duduknya.
"Iya ada apa sih?!"Tanya Lisa.
"Ambilin handuk gue!"Jerit Alfa.
"Apa? Handuk? Enak aja, gak mau gue!"Jawab Lisa.
"Ya udah, gue keluar ya, tapi jangan salahin gue nih gak make apapun."Jawab Alfa.
"What?! Jangan-jangan! Oke sebentar!"Ucap Lisa bergegas mencari handuk Alfa karena takut jika Alfa akan keluar dari kamar mandi dengan keadaan telanj*ng.
Setelah mendapat kan handuk Alfa, Lisa pun berjalan cepat pergi ke kamar mandi dan memberikan handuk itu kepada Alfa.
"Nih!"Ucap Lisa menjulurkan tangannya nya sedikit ke kamar mandi.
"Hahah, takut banget."Ucap Alfa mengambil handuk tersebut sambil menjahili Lisa.
"Woy, jangan nakal Lo ya."Jerit Lisa dari sebalik pintu kamar mandi itu.
"Memang tangan doang kok, gak ada nakal."Jawab Alfa sambil terkekeh.
"Tau ah."Ucap Lisa yang kemudian kembali ke dalam kamar.
Beberapa menit kemudian,Alfa pun keluar dengan mengunakan handuk sepinggang nya.
__ADS_1
Ia berjalan menghampiri Lisa yang saat itu sedang duduk di tepi ranjang.
Bersambung ....