
Namun ketika mereka semua kaget saat melihat orang yang tentunya mereka kenal turun dari mobil sport itu dengan dandanan dan penampilan yang berbeda, bahkan banyak di antara mereka ada yang gak kenal tetapi ada juga yang kenal bahwa itu adalah Alisa Kugy.
Setelah turun dari mobil nya Lisa pun berjalan santai menuju koridor sekolah dengan wajah datar tak senyum sedikit pun seperti biasa.
Ia bahkan tidak melirik semua siswa yang sedang berbisik-bisik membicarakan dirinya yang kini sudah terlihat begitu cantik.
"Cantik banget, dia beneran Lisa kan? Cantik banget sumpah."Ucap siswa lain yang menatap Lisa dengan tatapan kagum.
"Dia udah berubah, cantik banget."Ucap mereka bersahutan.
"Morning."Ucap Lisa kepada Saskia dan Mala yang sekarang sedang berdiri mematung di depan pintu kelas mereka.
"Mo-morning."Jawab Mala hampir tidak berkedip.
"Lo cantik banget Lisa sumpah demi apa sih Lo cantik banget."Ucap Saskia memegang kedua pipi Lisa.
"Biasa aja sih, masuk yuk, bel nya udah bunyi."Ucap Lisa kepada Mala dan Saskia.
Tampa menunggu jawaban dari Saskia dan Mala, Lisa pun langsung masuk ke dalam kelas nya dan berjalan menuju tempat duduk nya.
"Lisa kok dingin banget ya, dari ekspresi nya aja dingin banget."Ucap Mala kepada Saskia.
"Itu lah Lisa yang sebenarnya, yaudah ayo masuk sebelum guru masuk."Ucap Saskia menarik tangan Mala untuk masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku mereka masing-masing.
"Lis Lo kok bisa cantik kayak gini? Bagi tips nya dong."Ucap Mala mencoba Menggoda sahabat nya Lisa.
"Mala, apaan sih."Ucap Saskia yang tidak suka dengan candaan Mala.
"Udah, diam, itu gurunya udah masuk."Ucap Lisa tersenyum tipis kepada Saskia dan Mala.
"Yahhh."Ucap Mala kembali ke kursi nya.
Sejenak kelas hening saat guru mereka sudah masuk dan tidak ada yang angkat bicara sebelum guru itu bicara.
"morning anak-anak!"Ucap pak guru itu dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Morning pak!"Jawab anak-anak kelas tersebut dengan antusias.
"Tunggu,apa di kelas kita ada siswi baru? Mengapa dia duduk di tempat Lisa?"Tanya guru itu menatap ke arah Lisa.
"Murid baru? Maksud bapak Mina ya pak? Dia belum datang mungkin telat."Jawab siswa lain kepada guru itu.
"Bukan, bukan Mina, itu!"Ucap sang guru menujuk Lisa.
Sontak seluruh siswa dan siswi yang ada di dalam kelas tersebut menoleh ke arah Lisa yang sedang duduk diam dengan mata yang terfokus kan kepada novel yang sedang di baca nya dan juga kaki yang di silang kan ke atas paha nya.
"Pak,itu Lisa"Ucap Mala kepada pak guru itu.
"Apa!"Ucap sang guru kaget.
"Ada apa pak?"Tanya Lisa menatap guru tersebut dengan tatapan dingin.
"Ouh,Lisa, iya kau benar Lisa, maaf kan aku aku mungkin hanya salah lihat."Jawab pak guru itu terasa takut dengan tatapan Lisa.
Guru itu juga teringat akan nasip Megan dan dua teman nya yang sudah di keluarkan dari sekolah ini gara-gara berurusan dengan Lisa.
"Oke anak-anak sekarang kita mulai saja pelajaran nya ya."Jawab guru itu dengan cepat mengalihkan pembicaraan.
"Gue juga sempat berfikir dia murid baru, ternyata dia Lisa, benar-benar cantik."Ucap siswa kelas lisa yang berbisik.
"Diam aja kenapa sih, jangan lagi berurusan dengan Lisa, apa Lo lupa? Megan dan dua teman nya sudah di keluarkan dari sekolah ini."Jawab siswa lain.
"Ya gue tau dan sebaik nya kita diam aja, dan sekarang lebih baik menghormati Lisa aja."Jawab mereka.
"Ya ya, gue tau."Jawab mereka lagi.
Lisa yang mendengar itu hanya diam dan sekarang ia tau ternyata penampilan dan sikap itu bisa membuat orang-orang berubah kepada nya, dia yang dulu sekolah selalu di buli sekarang malah di takuti.
"Saskia,Mala, gue mau nanya sama kalian berdua."Ucap Lisa yang menepuk pundak Saskia.
"Ada apa Lis?"Tanya Saskia.
__ADS_1
"Apaan?"Tanya Mala kepo.
"Megan dan teman-teman nya di keluarin dari sekolah?"Tanya Lisa penasaran.
"Iya bener,dan itu permintaan dari papa Lo,kalo gak mereka pasti gak bakal kapok dan terus menerus gangguin Lo."Ucap Saskia.
"Iya Saskia bener,Lo mau tau gak reaksi mereka gimana?"Ucap Mala sambal tersenyum lucu.
"Gimana?"Tanya Lisa lagi.
flashback on
"Pak kok kami di keluarin dari sekolah ini? Apa gak ada kesempatan lain buat kami minta maaf kepada Lisa pak? Kami mohon."Ucap Megan kepada kepala sekolah saat mereka di panggil ke ruang kapsek.
"Maaf Megan,tapi papa nya Lisa menginginkan kalian untuk di keluar kan dari sekolah ini,saya benar-benar tidak bisa membantu, lagian perbuatan kalian ini benar-benar keterlaluan,kalian tidak pantas bersekolah di sini, sekarang juga bereskan tas kalian dan pergi dari sekolah ini."Ucap kapsek tersebut.
Megan dan kedua temannya pun menangis karena menyesal sudah melakukan perbuatan bodoh ini, jika mereka tau Lisa itu bukan lah orang sembarangan mereka pasti tidak akan melakukan ini dan ini adalah pelajaran untuk mereka.
Mereka pun dengan malu nya membereskan tas mereka dan pergi dari sekolah tersebut.
"Ini semua gara-gara Lo Megan, kalau aja Lo gak bikin ide buat ngefitah Lisa kayak gini kita gak bakal di keluarin dari sekolah ini! Apa kata mama dan papa gue nanti!"Ucap salah satu teman Megan.
"Ya mau gimana lagi,kita terpaksa pindah ke sekolah lain lah." Ucap Megan sambil mengahus air mata nya dan berpura-pura tegar.
"Kita? Lo aja kali gue gak mau,gue mau cari Lisa dan minta maaf bair bisa masuk lagi ke sekolah ini jawab teman Megan.
"Iya dia bener, gue gak mau masuk ke sekolah lain, perjuangan papa sama papa gue buat masukin gue ke sekolah ini itu susah banget tau gak sih Megan!"Ucap teman Megan yang satunya lagi.
"Ya terus gimana ya gue juga gak tau kejadian nya bakal kayak gini."Jawab Megan menunduk malu.
"Kita gak mau lagi temen sama Lo, yaudah ayo kita pergi."Ucap teman Megan dan mereka pun akhirnya meningal kan Megan sendiri di gerbang sekolah.
"Kalian mau kemana?"Ucap Megan sangat terlihat sedih di tingal kan kedua temannya.
Hal ini lah yang membuat Megan semakin merasa terpukul dan menyesal,dia juga tidak tau bagaimana harus menjelaskan dengan orang tua nya nanti atas kejadian ini.
__ADS_1
flashback off.
Bersambung ....