
"Udah lah gue gak apa-apa kok."Ucap Mala mencoba berdiri.
Karena kaki nya yang sakit Mala pun hampir terjatuh,tapi Aditia dengan sigap menahan nya karena ia tau Mala berbohong jika kaki nya baik-baik saja.
Kejadian saling tatap pun terjadi saat ini.
"Lepasin gue!"Ucap Mala terlihat tidak nyaman dengan posisi ini.
"Udah di bantuin malah nyolot."Ucap Aditia kepada Mala.
"Makasih,gue bisa sendiri kok."Jawab Mala melangkah pergi dengan kaki yang sedikit pincang.
"Jual mahal banget sih Lo, yaudah ayo buruan gue anterin ke UKS."Ucap Aditia kepada Mala.
Aditia pun membantu Mala untuk ke UKS sekolah agar bisa mengobati kaki nya.
Setelah mengobati Mala Aditia pun mengantar kan Mala ke kelas nya.
"Sekarang Lo masuk kelas ya, istirahat."Ucap Alfa kepada Lisa.
"Iya."Jawab Lisa yang mata nya masih sembab.
Lisa pun berjalan meningal kan Alfa di belakang kelas dan masuk ke dalam kelas nya.
"Lo dari mana aja sih Lisa?"Tanya Saskia khawatir.
"Lo galak banget sih."Ucap Lisa yang kemudian duduk di bangku nya.
"Kita tuh nyariin Lo, sampai kaki di Mala terkilir."Jelas Saskia.
"Kok bisa?"Tanya Lisa kaget.
"Ya bisa lah, tunangan Lo yang ngeselin itu loh nabrak gue."Crocos Mala.
"Mala ... "Lirih Saskia.
"Iya, maaf."Jawab Mala.
"Maafin gue ya, gara-gara gue Mala jadi sakit gini kaki nya."Ucap Lisa merasa bersama.
"Apaan sih, santai aja kali, kan gue sahabat Lo."Jawab Mala sambil tersenyum.
Lisa pun memeluk Mala karena merasa begitu bersalah.
"Lisa,Lo gak berniat kabur kan?"Tanya Saskia tiba-tiba.
"Maksud Lo?"Tanya Lisa melepaskan pelukan nya.
"Iya, gak lama lagi kan Lo sama Aditia tunangan."Ucap Saskia.
"Iya,gue tau Lo cinta banget sama Alfa."Ucap Mala.
"Gak kok, apaan sih."Jawab Lisa tersenyum tipis.
"Iya, Lo jangan buat gue sama Mala khawatir lagi sama Lo kayak kemarin."Ucap Saskia memegang pundak Lisa.
"Iya Lisa, Saskia benar."Sambung Mala.
__ADS_1
Namun tepat di saat itu ponsel Saskia berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk.
"Arghhh! Ngeselin!"Umpat Saskia setelah membaca pesan tersebut.
Lisa yang merasa aneh pun segera merampas nya dari tangan Saskia.
"Hahaha,cie, Lo lagi pdktan ya sama Rian ayo ngaku?"Tanya Lisa mengejek Saskia.
"Gak kok,mana ada."Jawab Saskia menyangkal nya.
"Ada apa sih, Lisa ada pesan apa sih."Tanya Mala penasaran.
"Nih."Ucap Lisa yang kemudian memberikan ponsel Saskia kepada Mala.
"Astaga, beneran deh?"Tanya Mala kaget.
Seketika itu Mala dan Lisa pun tertawa renyah.
Bagaimana mungkin mereka tidak kaget karena selama ini ternyata Saskia telah menjalin kedekatan dengan Rian, melalui sosial media nya, pantas saja mereka sudah jarang bertengkar, meskipun tidak kelihatan romantis mereka ternyata menyembunyikan perasaan masing-masing.
Isi pesan itu mengatakan bahwa Rian mengatakan kepada Saskia jika dirinya sedang menunggu Saskia di taman belakang sekolah.
"Berikan ponsel ku!"Ucap Saskia malu akan ejekan kedua sahabat nya.
"Saskia, temui dia, Lo gak mungkin kan sia-sia in kesempatan ini?"Ucap Lisa mencoba menasehati sahabat nya yang sudah lama menjomblo itu.
"Iya Saskia, jangan terlalu jual mahal,entar gak laku Lo."Bisik Mala.
"Gimana ya, tapi gue masih gugup."Jawab Saskia.
"Ya udah, kalau gitu gue temuin dia dulu ya."Ucap Saskia sambil tersenyum manis.
"Nah gitu dong."Semangat Lisa.
"Semoga jadian ya!"Jerit Mala.
"Apaan sih ember!"Balas Saskia kesal.
Saskia pun berjalan menuju taman belakang sekolah untuk menemui Rian.
Sementara itu di sisi lain.
"Lihat aja Alfa,Lo pikir, Lo bakal bisa kabur bawa Lisa? Gak, gak bakal."Batin Aditia yang kemudian mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang.
Call on.
"Hallo, Aditia, ada apa?"Tanya papa Abian di sebrang telpon.
Ya Aditia sekarang sedang menghubungi papa Abian.
"Om, Lisa berencana kabur malam ini bersama dengan Alfa."Jelas Aditia tudepoin.
"Apa? Kau tau dari mana?"Tanya papa Abian tidak percaya.
"Aku mendengar nya sendiri om."Jelas Aditia.
"Astaga anak itu lagi, benar-benar tidak ada kapok-kapok nya, lalu bagaimana rencana mu?"Tanya papa Abian kepada Aditia.
__ADS_1
Aditia pun menjelaskan apa yang akan mereka lakukan kepada Lisa dan Alfa nanti malam.
"Baik lah,om setuju dengan rencana mu."Ucap papa Abian kepada Aditia.
"Oke om, kalau begitu telpon nya aku tutup dulu."
"Baik."Jawab papa Abian.
Aditia pun mematikan telepon tersebut secara sepihak.
Call off.
"Maafin gue Lisa, gue gak bisa ngasih Lo ke Alfa, karena gue cinta sama Lo."Batin Aditia sambil mengengam erat ponsel nya dan kemudian berjalan pergi.
Sementara itu di taman belakang sekolah.
"Heem, ngapain Lo ngajak gue ketemu di sini?"Tanya Saskia kepada Rian.
"Eh, Lo udah datang."Ucap Rian kepada Saskia.
"Seperti yang Lo lihat."Ucapan Saskia.
"Galak banget sih, Saskia gue mau ngomong sama Lo, gue pengen kita gak berantem lagi, gue jujur capek berantem sama Lo, dan gue juga gak bisa bohongin perasaan gue ke Lo, asal Lo tau aja gue selalu cari masalah sama Lo, karena gue pengen deketin Lo, marah nya Lo juga gue suka itu."Ucap Rian langsung mengutarakan perasaannya yang sebenarnya Tampa banyak basa-basi.
Saskia terdiam mendengar penjelasan dari Rian, orang yang selama ini di bencinya karena sikap yang mengesalkan ternyata menyukai dirinya.
"Em, terus, Lo mau gue kayak gimana?"Tanya Saskia gugup.
"Gue mau Lo jadi pacar gue."Jelas Rian tampa bertele-tele lagi.
Saskia pun melotot tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Tiba-tiba saja Lisa dan Mala keluar dari persembunyian mereka dan bersorak untuk Saskia.
"Terima! Terima!"Jerit Mala dan Lisa sambil bertepuk tangan.
"Gu, gue butuh waktu."Ucap Saskia yang saat itu gugup untuk menjawab iya.
"Yah, Saskia nolak!"Ucap Lisa berbisik di telinga Mala.
"Bloon,bukan nolak, kan dia bilang dia butuh waktu."Bisik Mala.
"Udah lah Dian dulu."Ucap Lisa.
"Waktu?"Tanya Rian.
"Iya,Lo mau kan kasih gue waktu? Gue gak bisa jawab sekarang."Ucap Saskia.
"Hmm, oke."Jawab Rian sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya dan memberikan nya kepada Saskia.
"Apa itu?"Tanya Saskia.
"Lo pake itu kalau sesuatu saat Lo nerima gue, dan kalau Lo belum pake itu berarti Lo belum terima gue, secepatnya gue berharap."Ucap Rian sambil tersenyum.
Rian pun berlalu meninggalkan Saskia.
Bersambung ....
__ADS_1