
"Di mana anak itu? Mengapa dia tidak pulang, tidak biasanya seperti ini?"Pikir mama Talita yang khawatir akan keberadaan Alfa.
Sementara itu Mina berfikir jika Alfa pasti tidur di rumah Rian dan sekarang pasti sudah berada di sekolah,dia pun mempercepat langkahnya menuju sekolah.
Beberapa menit kemudian Mina pun tiba di sekolah.
Kring ... kring ... kring.
Bel sekolah pun berbunyi menandakan bahwa sudah waktunya bagi para siswa masuk ke dalam kelas mereka masing-masing untuk mengikuti pelajaran pertama.
Sementara itu terlihat Aditia yang berjalan ke sana ke mari seperti orang linglung mencari seseorang.
"Kok gue gak lihat Lisa ya? Apa gue ke kelas nya aja kali ya?"Setelah berkata demikian Aditia pun berjalan menuju kelas Lisa.
Akan tetapi setibanya di kelas Lisa, Aditia juga tidak melihat Lisa sama sekali, bangkunya kosong, tidak ada Lisa di sana.
Aditia pun memutuskan untuk menghampiri Saskia dan Mala untuk bertanya.
"Lo berdua lihat Lisa gak?"Tanya Aditia.
"Kayaknya dia belum datang deh."Jawab Saskia yabg juga menunggu kedatangan sahabat nya itu.
"Kok bisa?"Tanya Aditia lagi.
"Ya bisa lah, kan dia super telat."Jawab Mala.
"Yaudah deh."Aditia pun memutuskan untuk keluar dari ruang kelas Lisa.
Sementara itu Mina menguping pembicaraan mereka.
"What? Lisa juga gak dateng ke sekolah hari ini? Kok bisa kebetulan gitu ya?"Batin Mina.
Satu jam pun berlalu, kini mereka sudah istirahat karena bel istirahat sudah berbunyi.
"Mala, gak biasa nya Lisa gak masuk sekolah, hp nya juga gak aktif."Saskia terlihat khawatir.
Tentu saja nomer Lisa gak aktif, dia bahkan meganti kartu nya agar sang papa tidak bisa menghubungi nya.
"Apa dia sakit ya?"Mala malah melemparkan pertanyaan balik ke Saskia.
"Kalau pun sakit gak mungkin dong dia gak ngabarin kita sama sekali." Bantah Saskia.
"Yaudah deh gini aja, nanti abis pulang sekolah, kita samperin aja ke rumah nya."Mala pun mengusulkan agar mereka datang ke vila Lisa untuk mengetahui keadaan Lisa.
"Bener juga, tapi gimana kalau sekarang kita ke kelas Alfa dulu?" Tanya Saskia kepada Mala.
"Bener juga, yaudah ayo lah."Mala pun mengandeng tangan Saskia dan mereka bersama-sama berjalan menuju kelas Aditia/Alfa. Kelas kakak kelas mereka.
Setibanya di kelas Aditia, Mala dan Saskia kebingungan karena di sana tidak terlihat Alfa, hanya terlihat Aditia dan beberapa siswa siswi lain yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
__ADS_1
Terlihat Aditia yang sedang asik mendengar kan lagu mengunakan Erpon nya.
"Aditia!" pangil Saskia.
Namun Aditia masih Tidak mendengar nya.
"Aditia!?"Mala pun ikut memagil namun Aditia masih tidak mendengar juga.
"Aditiaaaaaa!"Jerit Mala menambah volume suara nya untuk membuat Aditia mendengar kan panggilan nya.
"Eh, ada apa?"Tanya Aditia kaget.
"Lo budeg apa gimana sih?"Saskia menatap kesal wajah Aditia.
"Ya maaf, gue lagi dengerin musik."Aditia pun melepaskan erpon yang ada di kedua telinga nya.
"Kalian kok cuma berdua? Di mana Lisa?"Aditia menatap Saskia dan Mala penuh tanda tanya.
"Lah."Sinis Mala
"Yaelah, kita aja ke sini mau nanyain sama Lo, apa Lo dapat kabar dari Lisa? Soalnya dia gak masuk sekolah pels gak ada kabar nya sama sekali."Jelas Saskia kepada Aditia.
"Ck, jangan kan kabar, nomernya aja gak aktif,tapi anehnya Alfa juga gak masuk sekolah hari ini."Decak Aditia.
"Yang bener Lo? Saskia tidak percaya akan ucapan Aditia.
"Ya mana gue tau."Bantah Aditia.
"Gini aja deh, gimana nanti kita ke rumah Lisa aja?"Usul Aditia.
"Ya, rencana kita berdua juga kayak gitu sih."Jawab Saskia dan Mala secara bersamaan.
"Oke, nanti tunggu gue di parkiran ya,gue gak tau di mana rumah Lisa, Lo berdua kan sahabat nya gak mungkin dong gak tau."Aditia kembali angkat bicara.
"Iya bawel banget."Jawab Mala.
Sementara itu Saskia hanya mengangguk kan kepala nya.
Sementara itu di sisi lain.
Jam sudah menunjukkan pukul 09:20
"Duh, sesek nafas banget."Leguh Lisa sambil membuka matanya.
Sementara Alfa masih tidur dengan posisi memeluk erat Lisa.
"Alfa, bangun dong, gue laper."Ucap Lisa tersiksa akan rasa lapar yang di tahan nya.
Mendengar ucapan Lisa yang mengatakan jika dirinya sedang lapar,Alfa pun membuka matanya.
__ADS_1
"Ck, Lo laper? Maaf-maaf gue belum sempat kasih Lo makan."Alfa menatap Lisa sambil tersenyum kecil.
"Lepas kan aku, aku ingin bangun dan mandi."Lisa melepaskan pelukan Alfa dan bangun berdiri.
"Padahal ini sangat nyaman."Ucap Alfa yang juga bangun.
"Menjijikkan."Decak Lisa.
"Apa?"Alfa menatap Lisa dengan tatapan kesal.
"Tidak, tidak ada apa-apa."Lisa pun bergegas berlari menuju kamar mandi karena tidak ingin mendapatkan tatapan tajam dari Alfa.
"Hey! Apa Lo jijik sama gue!?"Teriak Alfa dengan penuh kekesalan.
Satu jam berlalu.
Setelah selesai mandi Lisa pun menuruni tangga menuju ruang dapur apartemen Alfa.
"Lapar banget."Bisik Lisa sambil berjalan membuka kulkas yang ada di dapur tersebut.
Yang terlihat di dalam kulkas itu hanya lah bahan makanan mentah.
"Hanya ada bahan makanan mentah?"Lisa menatap bahan makanan mentah tersebut dengan membuang nafas panjang.
Tidak ada jalan lain kecuali memasak karena dirinya saat itu benar-benar lapar, Lisa pun memilih beberapa bahan makanan yang dia butuhkan dan mengeluarkan dari dalam kulkas.
"Gak ada jalan lain sih selain masak sendiri."Lisa bergumam pelan sambil mencuci tangan nya.
Sementara itu di kamar Alfa baru saja selesai mandi dan melihat sekeliling kamar mencari keberadaan Lisa, namun ia tidak melihat Lisa di dalam kamar tersebut.
"Di mana anak itu?"Batin Alfa sambil menuju lemari pakaian untuk memakai pakaian nya.
Setelah selesai mengenakan pakaian nya Alfa pun berjalan menuruni tangga menuju ruang tengah untuk mencari keberadaan Lisa.
Namun di ruang tengah Lisa juga tidak terlihat oleh nya.
Tapi tiba-tiba, Alfa mencium aroma masakan yang cukup harum dari dapur apertemen nya dan itu membuat perut nya menjadi lapar, Alfa pun bergegas menuju dapur untuk melihat.
Saat tiba di dapur,Alfa kaget melihat Lisa yabg sedang berkutat dengan dapur dan masakan nya.
"Lisa, dia ternyata bisa masak?"Batin Alfa.
Alfa pun berjalan menghampiri Lisa yang sedang sibuk memasak.
Grep ... tiba-tiba Alfa memeluk erat Lisa dari belakang nya.
Lisa pun kaget dan menoleh ke arah samping nya dengan tatapan kesal melihat Alfa yang membenamkan wajahnya ke pundak Lisa.
Bersambung ....
__ADS_1