
Keesokan hari nya, Kanaya bangun pukul 8.30 ia menelfon Leo untuk mengetahui situasi sekarang ini dikantor. Ia ingin semua orang tidak mengetahui bahwa ia adalah CEO sekaligus pemilik grup Qiztya.
"Leo, bagaimana kondisi kantor hari ini??" ucap Kanaya.
"seperti tebakan mu Aya, mereka tidak tau, aku sudah bertanya pada manager pagi ini, kata nya mereka belum mendengar tentang acara pertunangan yang kemarin, untung saja, kita tidak mengundang orang kantor," jelas Leo dengan sedikit terkekeh.
"tentu saja, Kanayaa" Kanaya sedikit menyombongkan diri nya.
Yah, salah satu sifat Kanaya adalah cepat terbang jika dipuji. Namun, itu ditujukan hanya untuk kepada teman yang dekat dengan nya saja. Ia tidak akan menunjukan sifat itu saat didepan orang yang baru ia kenal.
"hahahaaa... kau tau, jika kau menunjukan sifat itu didepan orang asing, mereka pasti tidak percaya jika kau adalah Kanaya Angela Farezky yang sangat menjaga setiap langkah nya dalam balas dendam..."
"sudahlah... aku harus siap siap juga kan? ingat rencana kita agar jangan memberi tau karyawan kantor dengan kedatangan ku." tegas Kanaya.
"iyahh... Big Bosss" ucap Leo sembari tertawa.
"sudahlah..!"
Setelah itu Kanaya memutuskan sambungan telfon nya. Lalu Kanaya memutuskan untuk mandi dan sarapan agar perut nya terisi untuk melihat bagaimana perusahaan nya tanpa diri nya. Kanaya sangat penasaran akan kah orang orang yang dikantor nya memperlakukan tamu mereka dengan baik atau mereka akan memperlakukan tamu mereka dengan buruk. Kanaya benar benar tidak sabar.
Setelah selesai mandi dan sarapan, Kanaya pergi keparkiran bawah tanah apartemen nya untuk menuju kemobil kesayangan nya itu. Kanaya pergi kekantor tepat pukul 9.15 dan setelah sampai diperusahaan Kanaya langsung memarkirkan nya ditempat parkir yang disediakan untuk tamu. Kanaya sengaja tidak menggunakan parkiran khusus Direktur atau CEO karna ia tidak ingin membuat karyawan yang lain merasa curiga akan keberadaan siapa diri nya.
Setelah sampai didepan kantor nya, Kanaya langsung masuk dan melihat semua karyawan yang cuek cuek saja dan tidak menyadari bahwa ada pemilik dari perusahaan dimana ia berkerja. Kanaya melihat seorang karyawati yang dilihat dari penampilan nya ia adalah sekertaris disitu.
"permisi," ucap Kanaya sopan.
"iy,?" ucap cuek sang sekertaris.
"maaf, bolehkah saya tau, dimana kantor CEO?" ucap Kanaya.
Sontak ucapan Kanaya membuat semua karyawan dan karyawati yang sedang berlalu lalang melihat kearah Kanaya dengan mata membulat dan tatapan jijik. Mereka menganggap Kanaya adalah wanita murahan yang akan menggoda CEO mereka. Mereka juga tidak yakin apakah CEO mereka itu akan menerima Kanaya atau tidak. Karna Kanaya hanya mengenakan dress selutut berwarna hijau tosca kesukaan nya dan heels tidak terlalu tinggi. Lagi pula pakaian Kanaya tidak terlihat seperti pakaian seksi untuk menggoda seseorang. Itu hanya dress selutu dengan lengan pendek dan tidak terlalu memperlihat kan bagian dada nya.
"ehm... sekertaris Joy, biar aku antarkan saja yah,? mari nona biar saya antarkan," ucap seorang karyawati dengan sopan kepada Kanaya.
"memang nya siapa kau?! berani berani nya menyuruh ku?!" ucap Sekertaris Joy.
'heh, seperti nya akan seru,' -batin Kanaya
"ma.. maaf.. sekertaris Joy, namun kata direktur Leo, jika ada tamu, kita harus menghormati nya. Karna tamu adalah raja." ucap karyawati itu dengan gugup terlihat jika dia sangat takut dengan sekertaris Joy.
__ADS_1
"memangnya dia siapa? sampai dia tidak bisa menentang mu?" ucap Kanaya tenang.
"heh, dasar tamu saja tidak tau sopan santun! aku adalah sekertaris yang sangat dipercaya oleh direktur Leo! aku bisa memecat nya kapan pun aku mau! aku hanya perlu bicara pada direktur Leo dan dia akan dipecat pada hari yang sama!" ucap Joy dengan sombong nya.
"memang siapa sh dia?!" ucap salah satu karyawan yang sedang mengerumi ni mereka.
Ya, Kanaya sudah menjadi bahan tonton an yang menarik sedari tadi. Dan mereka sudah dikerumi oleh karyawan dan karyawati yang sedang lewat.
"dia tidak tau yah jika dia memprovokasi sekertaris Joy maka hidup nya akan berakhir sekarang juga." ucap karyawan lain nya
'ehhh, begitu kah...' -batin Kanaya
"ehh.. tapi.. Sekertaris Joy, kata direktur Leo.." ucap karyawati itu dengan sedikit gugup dan takut.
"jangan memerintah ku!! aku akan memecat mu hari ini juga!! kau tinggal menganbil jagi sisa bulan ini di HRD sekarang!!!" ucap Joy dengan kesal.
"hiks... hiks... tapi.. sekertaris Joy,, aku harus menghidupi keluarga ku... bukan kah bulan lalu kau sudah memotong gaji ku...?" karywati tersebut sudah tidak bisa membendung air mata nya lagi.
"diam! itu karna aku sejak awal memang tidak menyukai mu!!! kau hanya merusak pemandangan ku saja! aku tidak bisa percaya kenapa direktur Leo mempekerjakan mu?! apa karna kau sudah tidur dengan salah satu manager disini?" ucap Joy dengan tatapan merendahkan.
"tidak!! tidak sekertaris Joy! aku bekerja disini memang murni dari bakatku,,"
"pantas saja,"
"penampilan nya tidak menarik sama sekali aku heran kenapa dia bisa masuk kesini, ternyata karna tidur dengan salah satu manager disini tohh,"
Karyawan yang ada disitu semua mengolok olok dan menghina serta menatap karyawati itu dengan tatapan jijik dan merendahkan.
"tidak... hiks.. hikss... itu tidak benar..."
"hei, siapa nama mu?" ucap Kanaya.
"nama ku... Salsa.." ucap Salsa dengan suara lirih.
"kau sudah dengar Leo?"
"iyah.." ucap Leo sembari mendekat kearah mereka.
Semua orang kaget dan tidak percaya ternyata sedari tadi direktur mereka mendengarkan dari balik tanaman yang tinggi bahkan tinggi nya setara dengan badan orang dewasa. Leo benar benar kecewa dengan sekertaris yang sangat dipercaya i nya itu. Ia mengira, Joy adalah karyawan yang baik dan memiliki semua kriteria yang ia butuhkan untuk menjadi seorang skertaris, namun tak disangka dugaan nya jauh dari apa yang ia bayangkan.
__ADS_1
"maaf Aya, dan maaf Salsa." ucap Leo penuh penyesalan.
"kau sudah tau kan apa yang seharus nya kau lakukan. Dan ingat Leo! ini yang terakhir kali nya," ucap Kanaya penuh tekanan disetiap kata nya.
"baik Aya.. aku benar benar minta maaf sekali.. dan untuk kalian yang sudah merendahkan serta menjelek jelek kan Aya dan Salsa, hari ini kalian semua diPECAT! ambil gaji kalian di HRD!" ucap Leo dengan kesal.
"dan untuk mu nona Joy Rasti Dinandra, kau akan dipecat dan akan dituntut karna kau sudah merendahkan serta menjelek jelek kan Aya!" ucap Leo.
Ucapan Leo bak petir disiang bolong, benar benar membuat Joy pucat pasi dan tidak bisa berkata kata lagi. Semua sifat sombong nya tadi bak hilang ditelan bumi entah kemana gerangan pergi nya.
"tapi direktur, kau tidak bisa memecat ku begitu saja! aku adalah putri dari salah satu manager disini dan lagi pula, siapa dia! kenapa sampai kau membela begitu?! apa karna kau pernah tidur dengan nya?! jadi kau membela seperti itu!!" ucap Joy dengan marah.
Leo benar benar marah sekarang. Ia tidak bisa membiarkan siapa pun menghina Kanaya didepan nya, bahkan Elina, wanita yang sangat ia cintai itu pun tidak akan mentolerir jika ia berani menghina Kanaya. Saat tangan nya ingin menampar pipi mulus Joy karna perawatan itu pun dihentikan oleh Kanaya.
"jadi, nona Joy adalah putri dari salah satu manager disini yah?, bisa tolong panggilkan manager tersebut." ucap Kanaya tenang.
"tentu saja,"
Setelah itu, salah satu karyawan pun memanggilkan sang manager. Sesampai nya manager itu pun langsung tercengag karna ada Leo dan semua karyawan yang berkumpul disitu. Alasan Joy bisa sangat sombong diperusahaan itu karna ada ayah nya yang menjadi manager bagian keuangan.
"kenapa,,, ini direktur Leo," ucap Jeko dengan agak gugup.
"jadi, ini manager keuangan sekaligus ayah dari nona Joy," ucap Kanaya
"benar, maaf nona siapa?" ucap Jeko.
"ouh benar,aku lupa untuk memperkenalkan diri, perkenal kan semua nya, nama ku Kanaya Angela Farezky, aku adalah CEO sekaligus pemilik dari perusahaan Qiztya yang sudah aku bangun dengan susan payah." ucap Kanaya tenang.
Semua orang kecuali Leo tercengang, Salsa yang tepat disamping Kanaya tidak percaya dengan apa yang ia dengar, ia membela seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan itu untuk bisa masuk kekantor CEO padahal diri nya adalah CEO nya?!
"tidak... tidak mungkin..." ucap Joy lalu tersungkur kebawah.
"nah, mulai sekarang nona Joy Rasti Dinandra bukan lagi sekertaris disini dan nona akan berurusan dengan polisi. Dan manager Jeko, karna anda tidak tau apa apa, saya tidak akan menghukum anda atas kesalahan putri anda. Tpi jika ada kesalahan sedkit saja, maka aku akan langsung memecat anda. Dan untuk Salsa, kau akan menjadi sekertaris ku mulai sekarang." ucap Kanaya.
"tapi... tidak bisa begitu!!! ayah... ayah... tolonggg aku!! aku tidak ingin masuk penjara!! lagi pula hisa saja dia berbohong kan!!" ucap Joy.
"diam!! kau tau tidak karna kelakuan mu yang tidak tau malu, aku hampir dipecat! aku benar benar malu punya putri seperti mu!"
Semua orang masih tercengang, saat Joy dibawa oleh polisi, saat Jeko meminta maaf pada Kanaya dan Leo dan saat Salsa pergi keruangan baru nya, semua orang masih tercengang dan semua karyawan yang masih selamat hari ini berjanji kedepan nya tidak akan pernah merendahakan atau bahkan menjelek jelek kan tamu yang datang lagi.
__ADS_1