Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》

Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》
Pacar?!


__ADS_3

Keesokan hari nya, diapartemen Kanaya. Kanaya sedang bersiap untuk berangkat ke kantor. Ia masih harus menyelesaikan beberapa dokumen yang harus ia sendiri tangani. Ia jadi teringat, akan beberapa waktu lalu, perusahaan Rich ingin sekali berkerja sama dengan nya. Kanaya memikirkan sejenak sambil terus menimbang nimbang. Mungkin, dengan dia berkerja sama dengan perusahaan Rich, perusahaan nya bisa menjadi semakin maju. Dan, apa salah nya membantu pacar? Eh tunggu! Pacar! Kanaya langsung membuang jauh jauh fikiran nya itu. Apa apa an dia ini.


Setelah berfikir cukup lama, Kanaya akhir nya memutuskan untuk menerima kerja sama itu. Ia pun bersiap untuk menelfon sekertaris nya, namun kegiatan nya terhenti saat ia mendengar bunyi bel apartemen nya dipencet. Kanaya pun pergi dan membukakan pintu nya. Ia sedikit terkejut padahal baru saja ia ingin menghubungi orang yang ada di depan pintu nya itu. Eh, dia sudah berdiri dengan tegap disana. Dan, lihat lah, siapa yang sedang berada disamping nya itu.


Seorang pria dengan tubuh tinggi dan gagah. Dengan setelan jas warna hitam dengan dasi biru dongker nya dan jam tangan edisi terbatas dari brand terkenal, rambut disisir rapi. Ouh Tuhan!! Cipta an mu yang satu ini sungguh mempesona! Bisa membuat siapa saja khilaf dalam hitungan detik. Bahkan Kanaya sempat tercengang. Ia baru menyadari bahwa pria yang mengejar nya ternyata sangat tampan. Lamunan nya terhenti saat sang pria memanggilkan nama nya dengan sangat romantis.

__ADS_1


"Sayang? Kanaya? Kau kenapa sayang?," Rendy seperti tak malu memanggil Kanaya dengan sebutan 'sayang'. Disamping nya sang sekertaris hanya bisa melongo. Tanda ia tak paham situasi ini. Dengan cepat Kanaya menjelas kan nya agar tidak terjadi kesalah pahaman.


"Ah! Kenapa kau disini? Dan siapa yang kau panggil sayang? Aku bukan pacar mu!" Kanaya membuang muka, karna ia tau pasti wajah nya sekarang semerah tomat. Ouh!! Kenapa Kanaya jadi salah tingkah begini?!.


"Ahem! Jika, boss tidak memerlukan bantuan maka sebaik nya aku pergi saja," Salsa tau kehadiran nya malah akan menjadi canggung saja, bagi kedua insan Tuhan yang sedang dimabuk asmara ini. Walau Kanaya berusaha menutupi rasa nya, namun Kanaya bukan orang yang pandai berbohong. Jadi percuma saja ia tutupi.

__ADS_1


"Em, baiklah, kita ke cafe depan saja," ucap Rendy yang diangguki oleh kedua wanita cantik itu. Kanaya segera mengambil tas nya dan menutup apartemen nya, lalu menyusul mereka.


Setelah sampai dicafe yang dimaksud, mereka langsung duduk disalah satu meja yang kosong, kebetulan meja itu tempat nya dipojok cafe, dan kursi nya pun tiga! Seperti sudah direncanakan sebelum nya saja.


"silah kan, mau pesan apa?" Ucap sopan sang pelayan sambil membawa menu nya. Sang pelayan terus saja menatap ke arah Rendy dengan mata yang menggoda. Pelayan itu pun sadar, bahkan Rendy adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Sungguh mengoda imab saja!

__ADS_1


Kanaya sadar akan tatapan pelayan itu pada Rendy, dia pun berdehem agar pelayan itu tidak macam macam pada Rendy. Kanaya tidak suka jika ada wanita lain yang menatap Rendy bagaikan menatap makanan yang paling lezat saja.


Rendy yang melihat reaksi wanita yang dicintai nya itu pun tersenyum senang. Ia tau bahwa Kanaya pelan pelan sudah mulai menyukai nya, hanya butuh waktu saja untuk Kanaya berani mengungkap kan rasa cinta nya.


__ADS_2