
Waktu berjalan dengan cepat, siang hari nya, semua orang sedang berkemas untuk pulang kerumah masing masing. Saat sedang berkemas, tiba tiba Farezky mengajak Kanaya untuk tinggal dirumah nya saja. Karna disana juga ada Glen, ayah Farezky. Glen Novario, sudah lama sekali Kanaya tidak mendengar nama itu lagi.
" ouh yah Nay, " ucap Farezky menghentikan langkah kaki nya yang ingin keluar dari villa.
Semua orang menatap Farezky dengan tanda tanya. Kanaya juga sama, dia hanya mengangguk dan menunggu kalimat berikut nya yang akan keluar dari mulut kakak sepupu nya ini.
" hahaha kenapa kalian ini ? Aku hanya memanggil Nay dan kalian semua berbalik ? Hahaha " ucap Farezky diselingi tawa renyah nya.
" cepat nya ! Kenap kau berbelit belit sekali ? " ucap Rendy yang memang tidak suka jika ada laki laki lain yang memanggil Aya nya dengan panggilan akrab. Wajah nya sudah masam sekali.
" memang nya kenapa jika kita berhenti ? Kita juga kan penasaran, " ucap Leo
__ADS_1
Semua orang kecuali Kanaya, Farezky dan Rendy mengangguk setuju. Mereka memang penasaran apa yang akan dikatakan oleh pria satu ini.
" baik lah baik lah, kalian ini.. " ucap Farezky mengalah.
" lalu ? Apa yang ingin kak Rezky bilang sebenar nya ? " ucap Kanaya karna sudah lelah menunggu dari tadi tapi justru kalimat yang ingin ditanyakan tidak keluar.
" baiklah, jadi aku meminta mu untuk tinggal dirumah yang sudah disiap kan oleh ku, disana juga ada ayah, ayah sudah lama sekali tidak melihat mu kan ? Dia sangat merindukan mu, " ucap Farezky.
" paman Glen ? " kenangan Kanaya sudah pergi entah kemana. Sedang mengingat ingat bagaimana paman nya ini.
" baiklah, tapi aku harus berkemas dulu, baju baju ku ada diapartemen ku semua, " ucap Kanaya.
__ADS_1
" tapi Aya- " ucap Rendy yang ingin sekali protes.
Semua pasang mata menatap kearah Rendy. Semua pasang mata seperti bilang 'kenapa dia ini lebay sekali ? Hanya tinggal dengan sepupu sendiri memang nya kenapa sh ? Terlalu pecemburu ! ' kira kira begitu tatapan mereka.
Tapi berbeda dengan Salsa, gadis itu justru menatap takjub Rendy, dia fikir diposesifin orang yang mencintai mu itu adalah hal yang sangat romantis. Maklum, dia ini kan jomblo dari lahir, hanya bisa menatap iri para pasangan yang sedang bermesraan ditaman kampus.
Juno yang melihat tatapan kagum dari Salsa menjadi kesal. Kenapa juga Salsa justru kagum ? Bukan kah itu hal yang terlalu lebay ? Aneh, tapi kenapa dengan kakak ku ! Harus kah aku seperti kakak ku ? Tunggu dulu, kenapa jadi seperti kakak ku yang lebay itu sh, aneh. Begitu lah fikir Juno. Dia kesal sendiri melihat Salsa yang menatap kagum Rendy.
" sudah lah, ayo, kita berangkat, " ucap Martin mengalah.
Semua orang pun memasuki mobil masing masing yang sudah diantar kan supir nya masing masing tentu nya. Dalam mobil Kanaya, dia menatap keluar jendela. Pikiran nya sedang tidak fokus. Seharus nya dia bisa menyelamat kan paman nya lebih cepat.
__ADS_1
Ada rasa penyesalan dalam diri Kanaya yang tidak bisa menyelamat kan paman nya. Saat Farezky melihat Kanaya, dia tau apa yang sedang difikir kan adik kesayangan nya. Dia pun menggenggam tangan Kanaya dan menggelengkan pelan. Kanaya yang melihat itu hanya tersenyum tulus sekali.
Kakak sepupu nya ini memang mengerti sekali perasaraan nya.