
Setelah memastikan lokasi musuh, Rio segera menghubungi Kanaya. Tak lupa, Rio juga mengirim hasil nya pada email Kanaya.
Diseberang sana, Kanaya sedang menenangkan diri nya. Ia tidak kesal atau marah, saat tangan nya digenggam oleh Rendy. Ia memang membutuh kan itu untuk saat ini.
Setelah merasa lebih tenang, Kanaya mulai beranjak dari tempat nya. Melihat Kanaya yang beranjak, membuat Rendy ikut beranjak. Baru beberapa langkah, tiba tiba ponsel Kanaya berbunyi. Saat melihat nama nya, Kanaya langsung mengangkat nya.
" bagaimana?" Tanya Kanaya, disebarang sana Rio sudah mengirim kan lokasi nya pada email Kanaya, " sudah ku kirim kan, semua informasi, lengkap dengan dalang, penbantu nya dan juga, dia," ucap Rio.
" dia? Heh! Tidak heran! Siap kan semua anggota! Tapi jangan libatkan Kia dan Alex. Aku tidak ingin mereka terbebani," ucap Kanaya.
" baik, tapi.. ada yang aneh," ucap Rio ragu ragu,
__ADS_1
" apa?" Tanya Kanaya.
" saat kami sedang mencoba meretas akun nya, kami tidak berhati hati dan akhir nya mereka berhasil memasuk kan virus dalam komputer yang aku dan Dio kenakan," jelas Rio
" apa? Yang benar? Lalu, kenapa kau dan Dio bisa menemukan lokasi mereka sedangkan komputermu terkena virus?" Ucap Kanaya yang merasa heran.
Jika komputer nya kena virus, bukan kah seharus nya ia tidak bisa melacak musuh? Bahkan mendapat kan informasi nya saja sangat mustahil. Yah, walau pun Kanaya tidak bisa meremehkan keahlian dua anggota nya ini, namun tetap saja, siapa yang bisa menghilangkan virus itu? Apa kah Dio? Itu yang ada dibenak Kanaya sekarang.
" aku juga tadi nya sudah merasa putus asa. Namun, tiba tiba komputer ku menyala dan virus nya sudah hilang dnegan sendiri nya. Aku juga bingung, saat aku bertanya pada Dio, dia bilang bukan dia. Aku merasa ada seseorang yang sangat ahli dalam meretas yang membantu kita," jelas Rio.
" aku juga tidak tau Aya, namun, untuk saat ini yang terpenting adalah menangani si sumber masalah. Masalah ini, nanti kita bicara kan lagi,"
__ADS_1
" iyh, kau benar, kita akan membahas nya nanti. Yang terpenting kita harus memberikan hadiah kepada para pembuat masalah karna sudah memberikan ku kejutan yang amat sangat bagus," ucap Kanaya dengan tatapan dingin.
" iyh,"
Setelah itu, Kanaya memutus kan sambungan telfon nya. Ia juga sudah mengirim kan pesan pada Leo untuk mengantar Salsa. Karna ia yakin, setiap orang yang ada disekitar nya pasti akan di incar. Setelah semua nya selesai, Kanaya berniat untuk pergi kemarkas nya. Tapi ia tidak menggunakan mobil. Rendy seperti mengerti kebingungan kekasih nya itu.
" aku akan mengantar mu," Kanaya langsung menoleh kearah sumber suara yang tepat dibelakang nya, kemudian menyunggikan senyuman tipis disudut bibir nya, pria ini, tau saja jika ia sedang bingung.
" baiklah, tapi jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan yah!" Ucap Kanaya yang membuat Rendy tertawa mendengar nya.
" tentu sayang, aku akan selalu memiliki kesempatan untuk bersama, jadi, untuk apa aku mengambil kesempatan dalam kesempitan," ucap Rendy sombong.
__ADS_1
" hey! Kemarin kau juga mengambil kesempatan dalam kesempitan kalau kau lupa!;" ucap Kanaya kesal lalu pergi menjauh.
" gadis mu itu Rendy! Dia gadis kecil mu!" Ucap Rendy kemudian menyusul Kanaya.