
Kanaya yang mendengar kata kata itu pun semakin bersemangat. Melihat bahwa target nya lengah, Kanaya segera memancing emosi nya kembali. Ia ingin tau, apa kah direktur itu benar benar menjalan kan tugas nya dengab baik ?
Security yang ada didepan pintu masuk yang mendengar perintah atasan nya pun segera masuk dan hendak menyeret Kanaya keluar. Namun sayang nya, Rio, Leo, Dio dan Elena datang lebih cepat. Jika ditanya kenapa mereka bisa tau ? Karna selama ini mereka melihat dari tab yang sudah terhubung dengan kamera kecil yang ada di blazer Kanaya.
" ada apa ini ? " tanya Leo dingin
Sang direktur yang mendengar suara yang tak asing bagi nya pun segera menoleh. Ia benar benar dibuat terkejut dengan kedatangan sang wakil CEO. Dalam sekejap, dia sudah memasang wajah penjilat nya itu.
" Wakil CEO ?! Ke- kenapa anda ada disini ?! " tanya nya gugup.
" memang nya aku tidak boleh berada diperusahaan ku sendiri ? " tanya Leo dengan tatapan tajam menusuk.
" bu- bukan begitu- ma- maksud saya kenapa anda bis- " ucap nya dengan terbata bata dan terpotong oleh Leo.
" sudah lah, saya kesini hanya untuk melihat lihat, apa kah karyawan disini mematuhi peraturan yang sudah ditetap kan oleh perusahaan pusat, termasuk SOPAN SANTUN " ucap Leo yang sengaja menekan kan kata sopan santun
__ADS_1
Serasa dicekik, direktur itu sesak sendiri rasa nya. ' Jika saja wakil CEO Leo melihat bagaimana aku memperlakukan gadis miskin itu tadi mungkin aku sudah tiada, tapi untung lah wakil CEO Leo tidak melihat nya ' - ucap nya dalam hati.
Tidak tau saja dia, yang dihina nya adalah CEO perusahaan yang sekarang kau injak.
" ten- tentu saja ! Tentu saja wakil CEO Leo ! bagaimana mungkin kami melupakan protokol itu ! " ucap nya dengan tawa renyah yang menyebalkan diakhir kalimat nya.
" ouh, kalau begitu siapa dia ? " kali ini giliran Rio yang bertanya.
" dia ! Dia hanya peminta minta ! Ia ! Dia hanya pengemis ! " ucap nya dengan nada mengejek.
Jika saja Leo tidak menahan Rio, mungkin sekarang direktur sombong yang ada didepan nya ini hanya tinggal nama. Berani sekali ia menyebut Kanaya sebagai pengemis. Tidak tau kah bahwa perusahaan yang sedang ia pertahan kan mati mati an ini agar tetap menjadi direktur disini adalah perusahaan nya ?
" ouh pengemis ya ? " tanya Leo dengan suara dingin yang mencekik
" i- iya wakil CEO Leo, " ucap nya lagi.
__ADS_1
Kanaya yang sedari tadi menikmati pertunjukan ini tidak sadar jika seharus nya ini adalah waktu nya ia untuk membongkat identitas asli nya. Mungkin karna sudah terlalu lama Kanaya tidak bermain seperti ini, ia jadi sedikit bersemngat dan malah melupakan tujuan nya kemari.
Rio yang mengerti dengan boss nya itu pun mencoba untuk menyadarkan boss nya yang satu ini. Sayang sekali, seperti nya Kanaya masih enggan untuk membongkar identitas asli nya. Leo yang mendapatkan sinyal sinyal memperlambat pun menangkap nya dan mencoba memancing si direktur itu lagi. Mungkin belum cukup bukti untuk mengeluar kan nya dari perusahaan ini. Begitu fikir nya.
" baiklah, tapi, kenapa pengemis bisa ada disini ? " tanya Rio
" i- itu karna- " ucap nya mengantungkan kalimat nya.
" i- itu salah kami wakil CEO " ucap salah satu security yang ada disana.
" mengapa salah kalian ? " tanya Leo
" itu karna kami tidak menjalan kan perintah dengan baik, maaf kan kami ! Kami tidak fokus bekerja dan malah asik bermain sendiri " ucap nya lagi.
Kanaya menyunggikan senyum tipis jya sejenak. Ia bahagia ternyata tidak semua karyawan nya seperti sang direktur. Walaupun mereka teledor, tapi Kanaya tetap mengapresiasi mereka karna mereka sudah jujur.
__ADS_1
" tidak apa " ucap Kanaya sembari membalik kan badan nya
Seketika udara disana menjadi dingin. Bahkan Direktur tadi pun sudah terduduk lemas dilantai. Ia sangat mengenali suara ini.