
Kanaya dan Rio langsung menuju ke dalam lift. Mereka sudah tidak sabar untuk melihat perang dingin yang sudah lama tidak mereka nikmati. Kanaya memikirkan bagaimana sebaik nya ia bersikap saat pertama kali bertemu. Haruskah ia berpura pura kembali ? Atau ia to the point saja ? Tapi jika to the point tidak seru.
Kanaya terus memikirkan nya sampai ia tidak menyadari bahwa lift sudah terbuka tetapi ia belum beranjak seinci pun. Rio yang melihat kesetiaan Kanaya pada lamunan nya pun menepuk pelan gadis itu.
" eh ! Kenapa ? " tanya Kanaya yang belum menyadari bahwa sekarang pintu lift sudah terbuka.
" pintu lift sudah terbuka dan kau masih diam disini ? Atau kau ingin menginap saja disini ? " tanya Rio
" eh, ekhem ! Ayo " ucap Kanaya dengan pipi yang agak memerah karna ketahuan jika ia sedang melamun
__ADS_1
" dasar ! Princess tetap lah princess " ucap Rio.
Kanaya memang dipanggil princess sejak Kanaya kecil oleh Rio. Karna bagi Rio, Kanaya adalah seorang putri yang sangay berharga dan amat rapuh nan penting didunia ini. Kanaya memang tidak pernah menyetujui nama itu, tapi Rio tidak perlu persetujuan. Bukan bermaksud Rio ingin merendahkan, hanya saja menurut nya, Kanaya terlalu berharga untuk seorang manusia.
" sudah lah ayo ! " ucap Kanaya yang sudah keluar dari pintu lift terlebih dahulu.
Kanaya dan Rio menuju ruang direktur utama diperusahaan ini. Rasa nya sudah tidak sabar. Tapi apa kah hati nya sanggup untuk berhadapan dengan sesuatu yang selalu dihindari nya beberapa tahun ini. Ia bahkan tidak bisa melupakan wajah nya. Tapi mau tidak mau, siap tidak siap, Kanaya memang harus menghadapi nya.
' Aya, aku tau, kau pasti belum bisa melepaskan nya sepenuh nya. Bagaimana pun, dia adalah cinta pertama mu. Laki laki yang berhasil membuat mu menghilangkan rasa sakit tentang ayah mu. Namun, laki laki itu juga adalah musuh mu, dia yang sudah membunuh orang yang sudah kau anggap ibu. Orang yang sudah memaksa mu untuk pergi dan orang yang sudah membuat kembali terpuruk bahkan jauh lebih dalam. Akan kah hati mu memaafkan nya Aya ? " -ucap Rio dalam hati nya.
__ADS_1
Kanaya dan Rio sama sama diam. Mereka memilih untuk tenggelam dalam fikiran nya masing masing. Tidak ada yang berniat untuk membuka obrolan kali ini. Bagaimana pun, mereka sama sama tidak ingin menambah beban diantara kedua nya.
Rio adalah kakak yang sangat Kanaya sayangi. Rio lah yang selalu ada untuk Kanaya. Saat itu susah, senang atau pun terpuruk sekali pun, Rio selalu setia disana. Membuat Kanaya kembali bangkit. Mengingatkan tentang hal yang membuat nya untuk melakukan semua ini.
Sedangkan Kanaya ? Ia adalah malaikat berwujud manusia bagi Rio. Dia adalah gadis kecil yang menyelamatkan nya dari dunia yang sangat ia benci, yaitu kesendirian. Membuat nya bangkit dan berjanji akan selalu mendukung gadis yang ada didepan nya ini. Bagi Rio, Kanaya adalah gadis kecil yang harus selalu ia lindungi seberapa hebat pun kemampuan nya.
Gadis yang harus ia jaga perasaan nya, yang harus selalu ia pantau pergerakan nya. Karna ia berjanji, ia akan menjaga gadis kecil nya ini sampai kapan pun. Ia akan tetap menjadi gadis kecil yang harus ia lindungi. Rio tidak peduli, seberapa hebat nya Kanaya, ia hanya tidak ingin kehilangan orang yang berharga dalam hidup nya lagi.
************
__ADS_1
Note: jadi Rio itu dulu pernah kehilangan adik nya. Ia dibuang oleh ayah nya, sama kaya Kanaya. Tapi dulu Rio punya adik, hanya saja adik nya sakit parah, ia sudah meminta bantuan kesana kemari tapi tidak ada yang ingin membantu sampai adik nya meninggal. Ouh ya, waktu Kanaya menemukan Rio dipinggir jalan itu umur Rio baru 17 tahun, berbeda 4 tahun dari Kanaya.