Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》

Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》
ketenangan


__ADS_3

Kanya hanya bisa diam saat dipeluk oleh Rendy. Ia tidak tau harus berkata apa. Ia memang membutuh kan sandaran. Rendy memeluk tubuh gadis tersebut dengan erat. Seperti nya enggan untuk melepaskan nya. Salsa dan Leo paham bahwa Kanaya memang membutuh kan pelukan tersebut. Mereka hanya menatap kedua insan itu.


Setelah dirasa cukup, Rendy melepaskan pelukan nya dan menatap tajam para dewan direksi. Rendy sempat mendengar para orang tua itu menghina Kanaya karna berita itu, " rapat hari ini ditutup sampai disini! Kerjakan yang terbaik yang bisa kalian lakukan untuk sekarang ini! Tidak ada yang boleh berkomentar pada awak media tentang berita ini! Kalian mengerti?!" Ucap Rendy dingin sambil menatap mereka satu persatu.


Andre yang merasa tidak terima akhir nya angkat bicara, " bukan kah ini bukan kantor anda tuan Rendy? Kenapa anda yang mengambil keputusan disini? Bukan kah anda hanya orang asing? Tiba tiba masuk dengan cara yang tidak sopan dan sekarang anda menyuruh nyuruh kita? Anda bukan boss kita tuan Rendy," ucap Andre sinis dan menatap Rendy dengan tatapan sombong.


" kau ingin menentang keluarga Rich? Tuan Andre Wibisana? Saya bisa menelfon adik saya sekarang juga untuk menghancur kan keluarga anda," ucap Rendy dingin dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


Andre yang mendengar ancaman Rendy menjadi kesal dan hanya bisa diam. Ia tidak ingin keluarga nya hancur hanya karna kecerobohan nya. Dia tertunduk dan tidak bisa menatap mata Rendy. Semua orang yang ada diruangan rapat pun ikut menunduk. Mereka tidak berani menentang Rendy.


" apa ada yang lain?" Ucap Rendy penuh penekanan.


Setelah dirasa tidak ada yang menentang nya lagi, Rendy menggandeng tangan Kanaya. Saat sampai dihadapan Leo dan Salsa, Rendy berkata, " kalian disini saja, hubungi aku jika ada masalah lagi,"


Salsa dan Leo hanya bisa menganggukan kepala mereka. Sedangkan Kanaya hanya bisa mengikuti kemana pria ini ingin membawa nya. Kanaya memang butuh udara segar. Ia sudah lama tidak mendapat kan masalah seperti ini semenjak kuliah dulu. Itu sebab nya ia sedikit ragu dalam mengambil keputusan. Kanaya juga tidak masalah jika pria yang sedang menggandeng nya ini membawa nya pergi.

__ADS_1


Mereka tiba disebuah danau buatan yang sangat indah. Danau itu berwarna biru muda yang indah. Taman yang ada disekitar nya terawat dengan baik. Tidak ada orang didanau itu. Membuat suasana hening dan hanya dipenuhi suara burung yang berkicau. Membuat suasana semakin tenang dan damai.


Kanaya menatap kearah Rendy, meminta penjelasan. Kenapa ia tidak pernah tau tentang danau buatan ini. Kenapa disini tidak banyak orang. Dan taman nya pun sangat terawat. Rendy paham akan tatapan Kanaya, ia pun menjelaskan.


" ini taman keluarga Rich. Sengaja dibuat untuk anggota keluarga yang sedang dalam kesulitan. Ini dibuat untuk menenang kan pikiran kita. Disini udara sejuk, tenang, dan tidak banyak orang yang tau tempat ini, jadi disini tepat untuk kau menenangkan diri," ucap Rendy sambil menatap Kanaya.


Kanaya tidak bisa berkata apa apa. Ia memandang Rendy lalu tersenyum haru. Kanaya menempatkan diri nya disalah satu bangku taman yang tersedia disana. Rendy langsung duduk disamping Kanaya sambil memperhatikan danau yang ada dihadapan nya.

__ADS_1


Kanaya memang membutuhkan tempat untuk bisa menenangkan pikiran nya. Ia hanya butuh udara segar agar bisa menghadapi semua masalah yang terjadi dalam hidup nya. Ia harus tegar agar bisa membungkam mulut semua orang yang menghina nya. Ia harus kuat agar balas dendam nya terlaksana.


Untuk sejenak, Kanaya perlu melemah agar bisa bangkit dan menjadi lebih kuat dari sebelum nya.


__ADS_2