
Disisi lain, dimarkas black home. Rio dan Dio sedang mencoba melacak siapa yang dalang dibalik berita Kanaya ini. Setelah semua persiapan lengkap, mereka mulai melalukan pelacakan. Saat mereka sedang fokus dalam pelacakan tiba tiba komputer yang digunakan oleh Dio bermasalah.
" ah! Sial! Seperti nya mereka tau bahwa kita sedang melacak mereka!" Ucap Dio yang kesal karna komputer nya ternyata sudah disabotase agar sulit untuk melacak mereka.
" tidak! Mereka tidak tau! Mereka hanya mencoba meretas semua komputer yang mencoba masuk lebih jauh dari akun tersebut, jika mereka tau bahwa kita sedang melacak mereka, mereka pasti kelompok yang diatas kita. Dan kelompok yang berada diatas kita hanya black dragon," ucap Rio.
Memang benar, tidak mungkin ada orang yang bisa mengetahui gerak gerik black home. Karna bagaimana pun, kelompok tersebut sudah diakui di dunia. Dan jika ada yang berani macam macam dengan kelompok tersebut, maka ia pasti tidak akan hidup tenang setelah nya.
" lalu bagaimana? Kita beritahu boss?" Ucap Dio sedikit ragu.
Ia tidak ingin mengecewakan boss nya itu. Karna bagaimana pun dia yang menyelamatkan nya dari bibi nya yang kejam. Dio juga merasa tidak enak, karna foto nya bersama Kanaya terpampang diinternet. Seharus nya Dio lebih berhati hati lagi, agar tidak ada yang memotret nya. Namun, saat itu ia lengah.
__ADS_1
" sudah lah, kita coba sekali lagi, tidak ada yang lebih hebat dari peretas black home ini!" Ucap Rio sembari menepuk pelan bahu Dio.
Dio hanya tersenyum tipis menanggapi nya. Ia sungguh merasa bersalah. Apa lagi, ia sudah mengetahui tentang masalah Kanaya saat kuliah dulu. Black home sendiri baru mengetahui nya baru baru ini. Saat Dio mencoba mencari tau tentang teman Kanaya dulu. Namun ia begitu terkejut dengan berita yang muncul. Dio dan kelompok black home marah. Namun, percuma juga. Itu sudah terlambat.
" baik lah," ucap Dio.
Setelah berkutik dengan banyak kesalahan yang memang seperti nya kelompok lawan mempersiapkan banyak peretas, Rio akhir nya mememukan lokasi musuh. Namun saat dia akan menyimpan lokasi tersebut, ternyata musuh sudah memberikan virus. Saat Rio memasuki akun tersebut lebih jauh, ternyata virus nya pun dapat tersalur.
" ah! Sial! Bagaimana ini!" Ucap Rio kesal.
" percuma! Mereka pasti sudah memandai kita dan lebih berhati hati, aku juga yakin, mereka punya lebih dari satu peretas," ucap Rio dengan tatapan kesal.
__ADS_1
Saat mereka sedang memikirkan bagaimana cara nya agar mereka masuk kedalam akun tersebut, ternyata ditempat lain, ada yang mencoba membantu mereka. Mencoba untuk menghilangkan virus itu dan membuat pelacakan mereka semakin mudah. Rio dan Dio tidak mengetahui bahwa akan ada keajaiban yang membantu mereka.
Tiba tiba komputer Rio menyala dan menampil kan lokasi musuh mereka. Rio yang mengetahui komputer nya telah menyala terkejut sekaligus senang. Dia kemudian memandang Dio yang sedang fokus pada komputer nya, kemudian memeluk nya sembari mengucapkan terima kasih.
" terima kasih! Kau memang peretas terhandal!" Ucap Rio bangga.
" kak, kenapa kau memeluk ku? Kenapa kau berterima kasih? Memang nya kenapa?" Ucap Dio bingung sambil memcoba melepaskan pelukan Rio dari nya.
" eh? Bukan kah kau yang sudah menghilangkan virus yang ada dikomputer ku dan membantu ku menemukan kelompok itu dengan lebih mudah?" Ucap Rio yang juga sama bingung nya.
" tidak, bahkan aku sedang kesulitan,lihat lah," ucap Dio sambil memperlihat kan komputer nya yang sedang eror.
__ADS_1
Rio pun menjadi bingung sekaligus penasaran. Jika bukan Dio, lalu siapa? Kenapa mereka mau membantu nya? Mereka punya hubungan kah dengan nya? Banyak pertanyaan yang ada difikiran nya. Namun ia juga tidak boleh terlalu banyak berfikir.
Ia harus menyimpan lokasi musuh dan menggali informasi sebanyak banyak nya. Ia tidak boleh mengecewakan Kanaya. Masalah siapa yang membantu nya, ia akan pikirkan nanti, saat kondisi sudah membaik.