
Kanaya dan Rio akhir nya sampai pada ruang direktur. Kanaya langsung menuju kursi nya. Disana sudah ada Leo dan Elena yang sudah menunggu kedatangan Kanaya. Dan jika ada yang bertanya kemana pergi nya Dio, maka jawaban nya adalah karna Dio sedang menyiap kan keamanan dimarkas utama jadi ia harus berkutat cukup lama dengan komputer nya.
Kembali ke Kanaya. Sekarang ia sudah dihadap kan dengan sebuah komputer yang sudah terhubung dengan loptop pribadi dari direktur itu. Kanaya hanya tersenyum penuh arti dan menatap orang orang yang ada didepan nya.
" Leo, kau kembali saja ke perusahaan pusat bersama Elena. Salsa dan sekertaris mu pasti membutuhkan mu " ucap Kanaya.
" tapi Aya, jika aku pergi kau bagaimana ? Disana pasti aman, sungguh, disana kan ada Salsa dan sekertaris ku sudah pasti mereka bisa diandalkan " ucap Leo.
Berat bagi Leo untuk meninggal kan Kanaya sendiri disini. Walau bagaimana pun, disini banyak kenangan yang tercipta. Tidak bisa dipungkiri, disini lah semua sifat dingin itu tercipta kembali. Dan dinegara ini pula, semua dari kejadian hari ini bermula. Tapi bisa kah Kanaya menguatkan hati nya agar ia bisa membalaskan semua rasa sakit nya dulu.
__ADS_1
Sebagai seorang wanita, sulit rasa nya untuk melawan orang yang pernah hadir dalam hidup ini sekali pun dia tidak pernah memiliki perasaan untuk kita.
Tapi sebagai seorang pembisnis dan ketua kelompok Black home. Ia tidak boleh lemah. Seperti yang selalu dikatakan oleh Sarah, wanita memang hakikat ny berada dibawah laki laki. Tapi bukan laki laki dapat menginjak injak harga diri wanita. Wanita juga harus tau dimana dia menempat kan diri sebagai seorang anggota dan menjadi seorang ketua.
" kak,,, Aya mohon,, " ucap Kanaya sembari menatap melas Leo.
" huft... baiklah,, ayo Ele,, kita pergi,, " ucap Leo sembari menggandeng tangan istri nya pergi.
Leo memang percaya bahwa Kanaya adalah wanita yang hebat. Entah itu dalam bela diri atau pun bisnis. Tapi percaya lah, bagi Leo, Kanaya tetap lah anak kecil yang harus ia lindungi. Seberapa hebat pun Kanaya, ia tetap lah anak kecil dalam mata Leo. Karna tak ada seorang kakak pun yang ingin melihat adik nya terluka. Seperti itu lah Leo.
__ADS_1
" baik.. " ucap Kanaya pasrah.
Setelah kepergian Leo dan Elena, Kanaya memulai aksi meretas nya. Jika ditanya, kenapa tidak saat ada Leo dan Elena saja ? Bukan kah mereka bisa membantu ? Maka jawaban nya. Karna Kanaya tidak ingin membuat mereka sedih. Karna file yang akan ia retas ini adalah tentang kematian kedua orang tua Leo dan Elena.
Mereka memang mati bersama bibi Anna, tapi kematian mereka jelas sudah direncana kan dari jauh jauh hari sebelum hari pembataian itu. Kanaya menemukan kejanggalan disini. Saat kematian mereka, mereka semua memakai alat pelindung diri dari peluru dan benda tajam lain nya. Tapi kenapa mereka bisa meninggal ?
Jika saja saat itu Kanaya ada disana, mungkin ia bisa tau alasan kenapa mereka bisa meninggal. Tapi sayang nya, Kanaya tidak ada disana.
" Rio, siap kan semua keperluan kita, kita akan beraksi dalam 3 hari " ucap Kanaya dengan mata tajam nya yang terus menatap komputer didepan nya ini.
__ADS_1
" baik,, " ucap Rio segera pergi dari ruangan tersebut.