
Setelah mengahabis kan waktu berjam jam diudara, akhir nya burung raksasa yang ditumpangi oleh Kanaya dan para anggota black snake pun akhir ny tiba dinegara yang sudah 5 tahun Kanaya tinggal kan itu. Sungguh, ingin rasa nya Kanaya kembali pada masa lalu.
Masa dimana ia memiliki seorang teman untuk berbagi, seorang kawan untuk berkeluh kesah, namun apa daya, justru peristiwa yang sangat membekas dalam hati nya malah terjadi disini. Universitas paling terkenal seantero dunia menjadi saksi bisu bagaimana kejadian itu berlangsung.
Harus kah Kanaya melanjutkan nya lagi ? Tidak cukup kan 5 tahun yang lalu ? Harus kan dia kembali ketitik awal ? Tidak bisa kah dia menjadi gadis normal seperti yang lain nya ? Tidak bisa kah dia melupakan sesuatu yang membuat hati nya menderita ?
Kanaya terdiam sejenak. Mata nya menatap lurus kedepan. Pikiran nya kosong. Entah lah, mungkin ia butuh waktu untuk menguatkan hati nya kembali. Bagaimana pun, salah satu alasan kenapa Kanaya tidak pernah dekat dengan laki laki mana pun kecuali anggota nya adalah kejadian 5 tahun lalu dinegara ini.
Kanaya menghela nafas nya sejenak. Membiarkan oksigen mengisi ruang kosong yang ada dirongga paru paru nya. Membiar kan oksigen baru mengisi otak nya. Berharap bahwa semua yang ia fikir kan tidak terjadi. Berharap kejadian itu tak pernah terulang kembali.
Akan kah sesuai keinginan Kanaya ? Entah lah hanya Tuhan yang tau.
__ADS_1
Jasmine menepuk lembut pundak Kanaya. Menyadarkan gadis itu pada kenyataan yang saat ini harus ia hadapi. Sedikit terkejut karna tepukan itu. Namun segera menguasai diri nya kembali. Menguatkan hati dan pikiran. Bahwa semua ini adalah pilihan nya. Dan ia harus tau dan menerima konsekuensi nya.
Hanya membutuhkan waktu 30 menit dari bandara internasional negara tersebut. Kanaya dan anggota black snake akhir nya tiba rumah yang sudah lama ia tinggal kan. Atau lebih tepat nya, yang ingin ia tinggal kan untuk selama nya.
Rumah berdesain kuno dan bergaya eropa dengan warna putih dan abu abu, itu terlihat masih kokoh. Rumah yang memiliki 4 kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 dapur, 1 ruang makan dan 3 kamar mandi terlihat masih terjaga.
' masih sama.. Aya pulang.. bibi.. ' -gumam Kanaya dalam hati.
Jasmine sedari tadi memperhatikan gerak gerik boss nya itu. Terlihat sekali ada yang menganggu fikiran nya. Ia ingin bertanya. Tapi ia cukup tau diri untuk bertanya. Lagi pula, ia bukan siapa siapa nya, hanya bawahan nya saja.
" ya ? "
__ADS_1
" kau tak apa ? Apa kau sakit ? " tanya Jasmine yang khawatir dengan keadaan boss nya itu.
" aku tak apa, mari masuk, " ajak Kanaya dan diangguki oleh 4 anggota lain nya. Sedangkan Jasmine, ia hanya berdiam diri dan memperhatikan punggung Kanaya yang semakin menjauh dari nya.
' seperti nya tidak begitu, apa aku bertanya saja pada boss Rezky ya ? Tapi apa aku tidak terlalu lancang ? Memang nya siapa aku sampai harus menanyakan nya ? Tugas ku kan hanya untuk melindungi boss Aya disini, Aduh!! Tau ah! Aku bingung! Kenapa juga harus bingung ya! Ya sudah lah! Lebih baik aku istirahat saja dulu, nanti baru aku fikir kan lagi! Yang terpenting keselamatan boss Aya aman! '
Setelah berperang cukup lama dengan otak dan hati nya sendiri. Jasmine memutuskan untuk masuk dan beristirahat. Karna bagaimana pun, ia harus menyiap kan tenaga untuk melindungi boss nya itu.
Jasmine pergi kekamar yang ada diatas, kamar nya berada disamping kamar Kanaya. Jasmine dan satu teman perempuan black snake satu kamar, sedangkan 3 teman pria black snake membagi 2 kamar. Ada yang sendiri dan ada yang berdua.
Setelah selesai bersih bersih dan mengganti pakaian, Jasmine mulai merebahkan tubuh nya disamping satu anggota nya yang sudah terlelap terlebih dahulu. Karna perjalanan memakan waktu cukup lama, jadi lah, Kanaya dan para anggota black snake tiba malam hari nya. Dan untuk makan malam, mereka sudah makan saat masih didalam pesawat. Karna pesawat leanding 1 jam setelah waktu makan malam, jadi makan malam disedia kan oleh pesawat.
__ADS_1