
Kanaya memutuskan untuk membawa mobil kesayangan nya. Jika bertanya kenapa mobil Kanaya bisa ada disini ? Tentu saja karna Leo dan Dio yang membawa nya. Mereka tau betul, Kanaya pasti akan membutuhkan mobil kesayangan nya itu. Bagaimana pun, mobil itu memiliki teknologi yang tidak ada dimobil lain.
" untung sekali aku memiliki kakak seperti kalian " ucap Kanaya sembari tersenyum tipis pada Rio sebelum masuk kedalam mobil kesayangan nya.
" tentu princess " goda Rio sebelum masuk ke dalam mobil yang ia bawa sebelum nya.
Kanaya langsung menyalakan mobil kesayangan nya itu dengan kecepatan diatas rata rata. Melihat Kanaya yang melajukan mobil kesayangan nya dengan kecepatan yang tak normal pun membuat Rio terkekeh geli. Ia tau betul, Kanaya pasti sangat merindukan mobil kesayangan nya. Karna semenjak ia tinggal dengan Farezky, ia sudah tidak diperboleh kan untuk mengendari mobil lagi. Apa lagi mobil kesayangan nya yang sudah tentu diatas normal itu.
" dasar ! Untung saja jalanan ini tidak banyak dilalui oleh pengendara lain, jadi tidak terlalu membahaya kan, " ucap Rio sembari menancap gas nya agar bisa menyusul Kanaya yang sudah hampir menghilang dari penglihatan nya.
Memang benar, ini adalah jalanan yang tidak banyak dilalui oleh pengendara lain. Jalanan ini sudah tidak banyak orang yang melewati karna sudah dibangun jalanan yang baru. Jadi wajar kalau tidak banyak pengendara yang berkendara disini.
Kanaya hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai diperusahaan. Tentu saja, diberkendara diatas rata rata. Dan yang pasti, Rio tertinggal dibelakang. Karna bagaimana pun, mobil yang dikendarai oleh Rio bukan lah mobil untuk mengebut.
" kenapa kau lama sekali ? " tanya Kanaya setelah mobil Rio sampai disamping mobil nya.
__ADS_1
Sekarang mereka sedang ada diparkiran perusahaan. Kanaya sengaja menunggu Rio karna ia tidak ingin bermain sendiri, terlalu membosan kan menurutnya.
" Aya, kau tau kan mobil kesayangan mu itu mobil apa ? " tanya Rio yang menahan kesal betapa laju nya Kanaya berkendara.
" apa ?! Aku hanya rindu dengan nya " ucap Kanaya dengan wajah polos nya.
Iya tau, kelemahan Rio adalah melihat wajah polos nya. Bagaimana pun, Rio tetap lah seorang kakak yang tidak akan sanggup melihat wajah polos adik nya yang sangat menggemaskan. Apa lagi Kanaya, ia jarang sekali menunjukan wajab polos nya pada siapa pun termasuk Rio.
Terakhir kali Rio melihat nya, mungkin 7 tahun lalu. Saat Kanaya awal awal masuk kuliah dulu. Saat itu, Kanaya ingin tinggal sendiri, dan ia harus merayu Rio yang tidak ingin ditinggal Kanaya.
" tidak " ucap Kanaya sembari tersenyum polos.
" hey ! Berhenti ! Hentikan ! " ucap Rio
" em ? Kak Rio kenapa ? " ucap Kanaya polos.
__ADS_1
" baiklah baiklah, aku tidak akan memberitaukan Rezky tentang ini ! Puas ? " ucap Rio yang akhir nya kalah juga dari Kanaya.
" sungguh ? Kau tidak akan mengatakan apa pun pada kak Rezky ? Janji ! " ucap Kanaya sembari menunjukan jari kelingking nya, tanda ia ingin sebuah janji.
" iya, " ucap Rio sembari mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Kanaya.
" okh ayo, " ucap Kanaya.
Kanaya tau, jika Rio pasti akan memberitau Farezky jika ia mengebut saat membawa mobil kesayangan nya. Dan jika Farezky tau, maka sudah pasti, Kanaya akan dihukum. Bisa jadi ia dikurung dirumah selama sebulan atau mungkin lebih parah, ia tidak boleh membawa mobil kesayangan nya kembali.
Bukan maksud Kanaya takut. Hanya saja, ia tetap lah seorang adik. Dan kalian tentu tau, adik tidak pernah bisa melawan kakak nya seberapa hebat pun adik nya. Karna memang kuadrat nya seorang adik adalah patuh kepada kakak nya. Itulah yang terjadi pada Kanaya. Bukan maksud ia takut, hanya saja ia tetap lah seorang adik yang harus patuh pada kakak nya.
Dan Rio tau itu, dan ia bangga dengan Kanaya. Walau pun Kanaya sudah sukses dan memiliki perusahaan yang sudah mendunia. Tapi Kanaya tetap menghormati kakak kakak yang sudah menjaga nya.
" aku sangat beruntung memiliki adik seperti mu Aya " ucap Rio sebelum menyusul Kanaya.
__ADS_1