Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》

Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》
taman hiburan 2


__ADS_3

Masih dihari yang sama dan tempat yang sama.


Setelah Rendy membeli tiket VIP untuk nya dan Kanaya, mereka langsung masuk dan berkeliling.


"kenapa kau membeli tiket VIP? memang nya kita mau disini seharian? lagi pula aku tidak begitu suka naik wahana." ucap Kanaya.


"tapi memang itu tujuan ku sayang,,," ucap Rendy tak tau malu


"siapa yang-" ucapan Kanaya terputus sebelum ia melanjutkan nya.


"nanti kau akan berterima kasih, dan akan ku pastikan kau juga akan memanggil ku sayang,,"


"ada yah pria tak tau malu seperti mu," ucap Kanaya kesal.


"hahahaha... sudah lah.. mari kita pergi ke sana," ucap Rendy seraya menunjukan salah satu wahana yang ada disana, atau lebih tepat nya roller coster,


"ehmm,,, mungkin,, anu,," ucap Kanaya ragu ragu,


"kenapa? ouh,,, atauuu jangan jangan,,, kau takut yah,,, hahahaha,,, yah ampun!!! ternyata kau juga bisa takut yah!! aku fikir seorang Kanaya Angela Farezky tidak pernah merasa takut!! hahahahaaa" ucap Rendy sambil tertawa puas sekali.


Seketika pipi Kanaya merah merona karena malu, Kanaya memang sejak kecil paling takut jika naik roller coster karna ia selalu membayangkan bagaimana jika tiba tiba ia jatuh dari atas sana dan ternyata ia tidak tertolong,,, pikir Kanaya.


"aku,,"


"hahaha.."

__ADS_1


"aku tidak-"


"hahahaha!!!"


"ehm!!! sudah cukup!!!! kalau kau terus tertawa aku akan pulang!!" ucap Kanaya kesal lalu pergi meninggalkan Rendy.


"hei! hei! maaf Kanaya,, jangan marah yah!!! maaf!! iyah iyah aku keterlaluan!!" ucap Rendy menyesal.


Rendy menyusul Kanaya yang sedang ngambek dan menghadang jalan nya.


"hei!! ayolah sayang!! maaf!!"


"bisahkah kau berhenti memanggilku dengan sebutan itu?!" ucap Kanaya kesal.


"baiklah! tapi jangan membahas nya lagi!" tegas Kanaya.


Wajah Rendy menjadi cerah seketika dan langsung menarik tangan Kanaya pergi kewahana yang lain.


"baiklah!! ayo!! kita pergi kesana!!"


Kanaya hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat perubahan Rendy yang sangat derastis itu. Tanpa disadari sudut bibir Kanaya terangkat dan menampilkan sebuah senyuman yang manis.


Disisi lain, mereka tak menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka.


"dia?? Rendy?? bukan kah dia Rendy??? kenapa dia bersama wanita?? siapa wanita itu??? hiiii!!! kenapa dia menggandeng tangan wanita itu?!!!!" ucap nya kesal.

__ADS_1


"kau kenapa Bi?" ucap wanita disamping nya.


Yah, Bianca adalah teman Rendy dari kecil. Orang tua mereka sudah mengenal sejak lama dan itu membuat Bianca dan Rendy berteman juga. Namun Bianca selalu menganggap Rendy adalah kekasih nya. Namun berbeda dengan Rendy, Rendy justru merasa risih saat berada didekat Bianca.


"dia! dia Rendy Gin! kenapa dia bersama wanita lain?!" ucap Bianca kesal.


Wanita yang ada disamping Bianca adalah Gina, teman ouh salah, mantan teman Kanaya yang sudah mengkhianati nya. Selama Kanaya pergi, Karin sengaja membuat Gina dan Bianca berteman, karna Karin yakin, dimasa depan mereka akn sangat membantu nya. Lagi pula Bianca adalah satu satu nya putri keluarga Herry, salah satu keluarga terkaya, yah tentu saja setelah keluarga Rich.


"itu?!! Kanaya?!!!" ucap Gina tak percaya.


"kau kenal dengan wanita itu?" tanya Bianca.


"dia teman yang bermuka dua yang pernah kuceritakan dulu Bi, dia dan ibu nya yang sudah menghancurkan keluarga ku,!!" ucap Gina kesal.


"dasar j****g!!! wanita tak tau malu!!! dia berani menggoda kekasih ku!!!" ucap Bianca.


"Bi, kita harus bisa memisahkan mereka," ucap Gina.


"kau benar!! aku tidak akan wanita mana pun mendekati kekasih ku!! ayo! kita pergi!! kita harus kerumah tante Wili dan paman Martin! mereka harus tau bagaimana kelakuan putra sulung mereka!!"


Bianca berfikir bahwa Wili dan Martin belum mengetahui tentang Kanaya. Dan Bianca ingin mengadu domba mereka agar mereka tidak menyukai Kanaya nanti nya.


"baiklah, aku akan mendukung mu Bi!"


"bagus! ayo cepat! aku tidak ingin wanita j****g itu mengambil muka didepan tante Wili dan paman Martin!" ucap Bianca yakin.

__ADS_1


__ADS_2