
Salsa yang melihat berita tersebut menjadi kaget sekaligus panik. Ia langsung melihat situs saham perusahaan untuk melihat apa kah perusahaan mengalami kerugian atau tidak. Saat ia sudah membuka situs tersebut, ia langsung kaget bukan main. Dan melonjak dari tempat duduk nya semula. Kanaya dan Leo pun kaget dengan reaksi Salsa, mereka pensaran dan akhir nya bertanya.
" kau kenapa Sal? Apa ada masalah?" Ucap Leo, yang memang ia belum sempat mengecek harga saham perusahaan karna ia memikirkan Kanaya terlebih dahulu.
" aku mengerti kenapa para dewan direksi marah besar! Lihat lah ini Aya, kak Leo! Harga saham kita langsung menurun derastis! Ini bukan lagi disebut penurunan, tapi ini disebut kebangkrutan! Jika ini terus menerus diabaikan, maka sudah dipastikan perusahaan ini akan bangkrut! Banyak perusahaan yang sudah pernah mengalami ini dan mereka semua nya gulung tikar!" Ucap Salsa sambil menunjukan data nya pada Leo dan Kanaya.
Yah, bagaimana Salsa tidak panik? Harga saham, biasa nya hanya turun 3% atau 4% saja, paling besar hanya 7%. Dan ini sudah 30%! Padahal, perusahaan Qiztya belakangan ini sedang naik naik nya! Dan kenapa sekali turun menjadi derastis?! Kanaya curiga ada seseorang yang memang memanfaat kan kesempatan ini untuk membalas dendam nya. Ternyata kebaikan Kanaya diabaikan oleh mereka. Sungguh miris!
Kanaaya langsung menghubungi Rio, " Rio, kau selidiki orang yang ada dibalik berita mengenai aku itu! dan ingat! Harus sampai akar akar nya! Bahkan kalau perlu, kau cari tau juga perusahaan berita mana yang menerbitkan berita itu pertama kali! Mengerti?!" Ucap Kanaya dengan nada penekanan.
__ADS_1
Rio yang sudah membaca berita nya pun sudah siap dengan perlengkapan yang ia butuhkan. Ia memang sudah menduga bahwa boss nya pasti akan meminta nya untuk menyelidiki nya. Jadi ia sudah bersiap sedari tadi bersama Dio, peretas handal dari kelompok tersebut.
Disisi lain, diperusahaan Rich, setelah selesai rapat dengan dewan direksi, Rendy, Juno dan Martin bersiap untuk pergi. Namun tiba tiba mereka dicegah oleh seorang dewan direksi.
" maaf pak, bukan nya saya tidak percaya atau bagaimana," ucap nya sedikit ragu ragu.
" kenapa kau katakan saja," ucap Martin yang penasaran kenapa dewan direksi nya ini bertingkah seperti ini. Rendy dan Juno juga sama mereka juga penasaran apa yang terjadi sampai ia seperti nya gugup.
Semua orang dikantor ini sudah tau bahwa perusahaan mereka sedang bekerja sama dengan perusahaan Qiztya. Karna kemarin, Rendy mengumum kan nya agar mereka serius mengerjakan proyek kerja sama ini.
__ADS_1
Rendy, Juno dan Martin yang mendengar nya menjadi bingung. Kenapa tiba tiba dia meminta kita untuk membatalkan nya? Padahal kemarin, dia setuju, bahkan sangat setuju. Karna sebenar nya dia juga yang mengusul kan kontrak kerja sama itu.
" kenapa kau bicara seperti itu? Bukan kah kemarin kau mendukung ku? Bahkan kau sendiri yang merekomendasi kan perusahaan itu," ucap Rendy bingung.
" apakah pak Rendy, pak Juno dan pak Martin belum melihat berita pagi ini?" Ucap dewan direksi tersebut sambil menundukan kepala. Rendy, Juno dan Martin langsung membuka hp mereka masing masing dan melihat berita tentang Kanaya yang sedang menjadi tranding topik itu.
" jika, mereka tau bahwa kita bekerja sama dengan perusahaan itu, harga saham kita juga pasti akan terpengaruh. Karna mereka pasti berfikir bahwa ada seorang yang berkerja sama dengan nya untuk mendapat kan kontrak kita yang sangat sulit itu." Ucap nya sambil menatap ketiga pria yang ada didepan nya itu.
Jika, para wartawan itu tau hal ini, mungkin harga saham perusahaan Rich juga akan turun karna terpengaruh. Rendy yang kesal pun langsung pergi dari ruang rapat tersebut.
__ADS_1
______________________________________________________
gk bisa tidur nih, jadi up deh😆 lumayan lah dapet satu episode.😁 selamat membaca!! jangan lupa like yah! makasih!