
" kau tak apa sayang ? " tanya Glen yang melihat raut wajah Kanaya.
Seperti nya suasana hati Kanaya merubah. Tadi nya ia sedikit bersemangat untuk makan malam hari ini. Namun seperti nya, semangat yang secuil itu, hilang ditelan bumi.
" tak apa paman.. " ucap Kanaya sambil tersenyum tipis.
" baiklah, mari kita makan, " ucap Farezky saat mereka sudah tiba dimeja makan dan memulai aktivitas makan malam nya.
Suasana hening sejenak. Tidak ada perbincangan yang hangat, yang seperti Glen fikir kan. Mungkin karna kejadian tadi. Kanaya hanya fokus pada apa yang ada didepan nya. Farezky dan Glen mencoba sesekali melirik kearah Kanaya, apa kah gadis itu suasana hati nya masih buruk atau sudah membaik.
Nihil, suasana hati nya seperti nya masih buruk. Setelah selesai dengan makan malam nya. Kanaya beranjak untuk pergi dari meja makan. Saat melihat Kanaya akan pergi, Farezky menarik tangan Kanaya untuk menunggu nya. Farezky pun berdiri dari kursi nya dan meminta izin pada Glen untuk pergi terlebih dahulu.
" ayah, aku dan Nay, akan pergi dulu " ucap Farezky.
" iyah, " jawab Glen.
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban sang ayah, Farezky segera menarik tangan Kanaya untuk mengikuti nya. Glen hanya bisa menarik nafas nya dalam dan melihat punggung mereka berdua sambil bergumam pelan.
" semoga saja ini tidak menjadi awal dari masalah "
Farezky membawa Kanaya kedalam ruang kerja yang ada dilantai dua, tepat nya ada diujung ruangan. Farezky memang sengaja menempat kan nya disana. Karna ia membutuh kan kesunyian untuk berkerja. Jadi, ia memutuskan untuk menaruh nya disana.
Farezky duduk disofa yang ada diruang kerja nya. Kanaya juga menempat kan diri nya disana.
" kau marah karna aku mengambil lukisan itu Nay ? " tanya Farezky.
" tapi dari raut wajah mu mengatakan hal yang berbeda " ucap Farezky.
" entah lah, aku tidak tau " ucap Kanaya acuh.
" Nay, maaf jika dengan mengambil lukisan itu membuat mu kesal atau marah. Tapi bukan maksud ku untuk membuat mu kesal. Aku hanya berfikir itu adalah sesuatu yang penting untuk mu, walau pun itu mengingat kan mu pada hal yang membuat mu kesal dan sedih, tapi itu adalah sesuatu yang bisa membuat mu bahagia dan gembira. Aku hanya ingin mengingat kan mu pada hal yang membuat mu bahagia dan menjadi semangat untuk kedepan nya "
__ADS_1
" bukan maksud Nay membuat kak Rezky tidak enak, hanya saja, Nay masih belum bisa melupakan kejadian itu. Itu membuat Nay terluka dan menyalah kan diri Nay sendiri " ucap Kanaya jujur.
" Nay, kau ingat kata kata bibi Sarah ? " tanya Farezky.
" mama.. "
" bibi Sarah mengatakan pada mu, bahwa hidup adalah sebuah perjalanan, jika kau melewati jalanan berliku atau berlubang, pilihan nya hanya ada 2, berputar atau melewati nya, hidup juga seperti itu, kau harus bisa menghadapi apa yang ada didepan mu, kau harus melewati nya dengan kesabaran atau memilih untuk mengihindari nya dan memilih untuk melupakan nya dari pada menghadapi nya "
" terima kasih kak, kakak selalu mengerti Nay, " ucap Kanaya memeluk Farezky erat.
" iyah, Nay harus inget, disini ada kakak yang selalu ada untuk mu, "
" iyah, terima kasih kak.. "
Setelah menuntas kan apa yang ingin keluar, Kanaya memutuskan untuk masuk kedalam kamar nya. Ini adalah hari yang cukup melelah kan bagi nya. Ia harus istirahat untuk esok hari.
__ADS_1