
Waktu berjalan cepat, sekarang Kanaya sedang bersiap siap untuk pulang. Karna pekerjaan nya sudah selesai. Ia juga sedikit lapar karna belum sempat makan siang. Yah, setelah kejadian memalukan tadi, nafsu makan Kanaya tiba tiba hilang. Dan sekarang baru pukul 3 sore, tapi Kanaya sudah lapar.
" Sal, nanti jika ada dokumen yang perlu kutanda tangan i, kau pergi saja ke apartemen ku. Aku ingin makan dulu," ucap Kanaya saat ia sudah ada didepan meja kerja Salsa.
Salsa paham, karna Salsa tau, Kanaya belum makan dari tadi siang. Jadi wajar jika ia lapar dijam segini, " baiklah Aya, ouh yh, masalah rapat dewan direksi tadi siang, tidak kah kita sebaik nya memberi pelajaran pada dewan direksi yang seperti nya ingin menyingkir kan mu? Bukan kah, jika kita tidak bertindak maka, mereka semakin ngelunjak dan akhir nya malah kita yang kewalahan Aya?" Ucapan Salsa ada benar nya juga.
Jika masalah kecil seperti itu tidak ditangani dari awal, maka kita yang akan kesulitan nanti nya, "kau tenang saja, setelah proyek kerja sama kita dengan perusahaan Rich berhasil, maka mereka akan bungkam dengan sendiri nya. Lagi pula, kau tidak percaya pada ku jika aku bisa berhasil dalam kerja sama ini?"
__ADS_1
" ah! Bukan begitu Aya, aku hanya khawatir jika mereka akan membuat mu kesulitan dan akhir nya menendang mu dari perusahaan mu sendiri," ucap Salsa, lalu Salsa melanjut kan ucapan nya dalam hati, ' yah, itu tidak mungkin juga yah, kan calon ipar ku itu seorang yang sangat disegani, bagaimana bisa dia tidak bertindak jika, wanita nya mengalami kesulitan,'
" kau tidak perlu khawatir, aku akan mengurus nya, tenang saja, kalau begitu, aku pergi dulu yah! Jangan lupa tetap awasi setiap gerak gerik para orang tua bangka itu!" Ucap Kanaya sambil pergi dari meja Salsa.
" baik lah!" Teriak Salsa, "yah, kau memang beruntung Aya, kau kehilangan orang yang sangat kau cintai, namun kau mendapat kan orang orang yang jauh mencintai mu. Kau memang beruntung. Kau kehilangan satu orang yang sangat berarti dalam hidup mu, namun tuhan mengirim kan orang orang yang menganggap mu sangat berarti dalam hidup mereka. Aku juga beruntung karna bisa menjadi seseorang yang berguna untuk mu," gumam Salsa sambil menatap punggung Kanaya yang semakin menjauh, mendekati pintu lift.
Kanaya berjalan keluar dari lift menuju tempat parkiran khusus untuk para direktur dan dewan direksi. Kanaya melangkah kan kaki nya mendekati mobil kesayangan nya dan melajukan nya melaju kan nya menuju kerestoran terdekat. Kanaya ingin segera makan agar tenaga nya terisi kembali.
__ADS_1
Tapi Kanaya tidak ingin mencari masalah dulu. Ia lebih mementing kan perut nya dari pada harus meladeni orang aneh itu. Saat Kanaya selesai memesan, Kanaya melihat kearah orang tersebut. Ia melihat bahwa semua orang yang ada diretoran itu memandang mereka dengan tatapan jijik.
Yah, siapa lagi jika bukan pasangan nenek dan cucu nya sangat disayangi nya itu. Lia dan Karin sedang ingin makan direstoran tersebut. Namun saat mereka masuk, semua orang melihat nya dengan tatapan jijik. Berita tentang pertunangan Karin dan Leo yang kemarin batal itu sudah tersebar diseluruh penjuru kota. Yah, berita itu sudah sekitar 1 minggu yang lalu. Namun tetap saja, itu menjadi berita yang sangat hangat bagi para penggosib.
Sekarang, keluarga Wels sudah dianggap sebagai keluarga orang tidak tau malu. Mereka sudah membuang sebuah permata hanya untuk imitasi yang bisa nya hanya membuat keluarga itu malu karna tingkah nya. Itulah yang dipikirkan para pengunjung restoran sekarang. Mereka menjadi jijik pada kedua orang tersebut, mereka bukan hanya membuang sebuah permata namun juga menipu dunia luar dengan mengatakan bahwa Alex adalah anak laki laki mereka.
Padahal mereka sudah menukar bayi nya. Dan membuang Kia, sebagai anak kandung mereka. Benar benar menjijik keluarga satu itu. Tidak tau malu. Yang lebih membuat orang orang memandang mereka jijik adalah, Lia, selaku nenek nya malah terus membela cucu yang tidak ada hubungan darah dengan nya.
__ADS_1
Setelah makanan Kanaya datang, ia kangsung menyantap nya dengan tenang. ia juga tau jika sekarang dua orang menjijikan itu sedang menatap nya dengan tatapan amarah dan kesal. Namun mereka tidak bisa menegur Kanaya sekarang, atau mereka yang akan dipermalukan didepan umum.
Cukup 10 menit Kanaya menghabis kan makanan nya, ia lalu mengambil bill nya dan membayar nya lalu langsung pergi dari restoran tersebut. Ia tahu bahwa kedua orang itu masih memperhatikan nya dengan tatapan yang sama. Kanaya hanya tersenyum penuh makna dan meninggal kan restoran itu dengan kemenangan karna berhasil membuat musuh nya tidak berdaya.