
Setelah berkendara cukup lama akhir nya mobil mereka pun sampai di rumah, mereka sengaja tidak membawa nya ke markas black home atau black snake yang ada di negara itu. Karna mereka tidak ingin ada yang tau bahwa mereka adalah anggota mafia yang terkenal. Bisa bisa mereka terancam.
Mereka menuju keruang yang ada dibelakang rumah itu. Terlihat seperti gudang yang sudah hampir roboh. Tapi percaya lah, didalam sana lebih luas dan tentu saja lebih mencekam. Kanaya membuka pintu kecil yang terdapat dipojok kanan gudang tersebut. Pintu itu terbuka dan menampak an sebuah tangga yang cukup mencekam.
Sang direktur yang sudah dibekap hanya bisa meronta ronta. Ia sudah kehilangan nyali nya saat tadi memasuki gudang tersebut. Jasmine, Kylie, dan ketiga anggota black snake tercengang. Mereka tidak menyangka ternyata ada ruang rahasia yang tersimpan di ruang itu.
Dan yang membuat lebih tercengang lagi, didalam ruang tersebut terdapat penjara yang membuat siapa pun merinding. Terdapat tempat gantung untuk mengeksekusi para pemberontak. Disana juga terdapat tulang belulang yang sudah kering dan rapuh. Seperti nya, sudah lama.
Tentu saja, terakhir kali ini digunakan sekitar 10 tahun yang lalu, saat hampir semua anggota black home memberontak.
" kenapa ada tempat seperti ini ? Bukan kah ini rumah mu dulu saat kau sedang ada dirumah ini ? " tanya Jamine.
" ini adalah rumah mama ku dulu. Pertama kali mama membangun mafia, disini lah markas nya. Hanya saja, tidak ada yang tau. Hanya anggota inti dulu yang mengetahui nya. Ini juga sudah lama tidak digunakan kembali. Jadi agak lusuh. " ucap Kanaya
" begitu ya.. " ucap Jasmine.
Setelah nya mereka membawa direktur yang sudah takut setengah mati itu ke dalam penjara. Saat mereka ingin mengintrogasi nya tiba tiba ponsel Kanaya berbunyi. Membuat semua orang mengalihkan pandangan nya pada Kanaya.
" iya ? " ucap Kanaya saat sambungan telfon tersebut sudah menyambung.
__ADS_1
" ... "
" sudah mulai ? " ucap Kanaya kembali.
" ... "
" baiklah, seperti nya mereka benar benar mengibarkan bendera perang, " ucap Kanaya dingin.
Membuat semua orang yang ada disana merinding dibuat nya. Sudah lama sekali sejak terakhir kali Kanaya terlihat serius seperti ini. Itu arti nya ini benar benar gawat.
"... "
" kenapa boss ? " tanya Rio
" kita akan punya mainan baru, Rio ! Beritahu anggota black home yang ada di markas utama, bersiap lah untuk pertunjukan, " ucap Kanaya sembari menatap tajam kedepan.
" kita akan mulai sekarang ? Ini bukankah terlalu cepat ? " tanya Rio
" mereka tidak sabar untuk kalah, " ucap Kanaya kemudian beranjak dari duduk nya.
__ADS_1
Kanaya memang sudah duduk sedari tadi. Ia juga sudah siap untuk mengintrogasi, namun sayang nya, mereka sudah tidak sabar untuk kalah.
" Jasmine, Kylie, kalian bersiap lah, sebentar lagi, akan ada yang menyerang rumah ini, aku mau kalian menghabisi mereka sebelum mereka mengetahui nya, kalian membawa sniper anti suara kan? " ucap Kanaya.
" tentu " ucap Jasmine dan Kylie bersama.
Perlu diketahui, Jasmine dan Kylie adalah salah satu penembak jitu dalam kelompk black snake.
" dan untuk kalian bertiga, jaga dia " ucap Kanaya.
" tapi boss, biarkan kami saja yang menghabisi mereka, kenapa harus mereka ? " ucap salah satu anggota black snake.
" kalian meragukan keputusan ku ? " tanya Kanaya
" tidak boss, maaf kan kami " ucap mereka bersama.
" tentu, sekarang kalian kerja kan perintah ku " ucap Kanaya lalu pergi dari sana.
**********
__ADS_1
Note : Rio memanggil Kanaya , Aya hanya jika mereka sedang berdua atau saat mereka sedang bersama anggota saja atau orang terdekat tapi jika sedang didepan musuh mereka, Rio memanggil Kanaya dengan sebutan Boss.