
Keesokan hari nya, dirumah keluarga Rich, lebih tepat nya dikamar putra sulung keluarga tersebut. Yah, kamar Rendy, ia tidak bisa tidur karna ulah Kanaya tadi malam. Kanaya benar benar sudah membangkit kan si naga yang sedang tertidur pulas. Rendy terus saja memikirkan apa yang dikatakan Kanaya tadi malam.
Ouh! si naga ini! Kenapa sekali nya bangun tidak bisa tidur! Rendy kesal bukan main. Tapi ia tidak bisa menyalahkan si naga juga. Karna sudah terlalu lama si naga tertidur, jadi wajar jika ia bangun dan minta ditidur kan dengan cara yang semesti ny. Rendy kesal sendiri, ia tidak akan menganggu Kanaya jika begini ujung nya.
Setelah puas melihat matahari terbit dan menengkan si naga. Rendy pergi kekamar mandi untuk ke sekian kali nya. Ia akan membersihkan diri nya yang entah sudah berapa kali ia membersihkan diri nya memiliki otot otot itu. Saat ia melihat diri nya didepan cermin, ia benar benar kusut. Mata nya seperti panda yang terlihat amat lucu. Bagaimana nanti ia akan turun? Atau ia pergi kekantor? pasti nya ia akan ditertawai banyak orang nanti nya.
Sudah rambut nya kusut karna belum disisir, ia juga memakai baju mandi yang sudah ia kenakan entak berapa kali. Rendy menghela nafas nya pelan lalu bergumam dalam hati nya, 'Kanaya, lihat saja nanti! Kau akan membayar semua ini saat kita sudah menikah nanti! Kau harus bertanggung jawab sayang!'
Setelah selesai mandi, Rendy memakai baju kantor nya yang sangat elegan dan pas dibadan Rendy. Rendy terlihat sangat tampan, namun saat melihat mata nya, semua yang melihat itu pasti akan langsung tertawa. Entah dia CEO nya atau apa pun itu, namun itu memang sangat lucu.
__ADS_1
Rendy menuruni anak tangga dan berjalan perlahan kemeja makan. Ia akan meminjam bedak mama nya agar bisa menutupi mata nya yang terlihat seperti panda itu. Saat Juno dan Martin melihat mata panda Rendy mereka langsung tertawa dengan kencang. Membuat Wili yang sedang masak didapur dibantu oleh pelayan, menoleh dan melihat apa yang membuat mereka tertawa.
Saat Wili melihat mata Rendy, ia juga tertawa dan ia bisa menebak bahwa Rendy tidak tidur semalaman. Ia penasaran apa yang membuat Rendy tidak tidur, ia pun bertanya pada putra sulung nya itu, " kau kenapa Rendy? Kau tidak tidur semalaman yah? Kenapa? Apa yang membuat tidak tidur semalaman?"
Rendy pun tidak ada pilihan lain selain menceritakan nya. Biar lah dia ditertawa kan oleh keluarga ny dari pada ia harus ditertawakan oleh karyawan nya sendiri. Bisa hilang wibawa nya jika karyawan jya tau. Rendy pun akhir ny meneceritakan semua nya pada kegita orang tersebut. Rendy menempat kan diri nya disamping Juno sambil bercerita.
" ternyata menantu mama itu hebat sekali! Mama sangat bangga pada nya! Hanya dia yang bisa menaklukan mu!"
" mama benar! Kakak ipar ku itu memang sangatttt hebat! Aku juga bangga pada nya! Aku harus mengucap kan selamat lain kali pada nya! Karna rencana sudah berhasil!" Ucap Juno menyetujui ucapan ibunya.
__ADS_1
" sudah ngejek nya! Sekarang pinjami aku bedak ma! Aku tidak mungkin pergi kekantor dengan mata yang seperti ini!" Ucap Rendy sambil menyibik kan mulut karna kesal.
" jangan ma!" Cegah Juno, Rendy pun langsung menatap tajam adik tampan nya itu, " diam lah! Cerewet sekali kau ini!" Ucap Rendy.
Wili pun berjalan kekamar nya untuk mengambil apa yang diingin kan oleh putra nya itu. Setelah mengambil nya, Wili berjalan kearah meja makan lagi, " mama saja yang pakai kan, nanti kau malah belepotan lagi," ucap Wili saat sudah dekat dengan meja makan.
Rendy pun hanay pasrah dan menurut dengan apa yang mama nya lakukan. Ia tidak ingin reputasi nya jelek. Setelah selesai, mereka akhir nya sarapan. Namun tetap saja, Juno dan Martin menatap Rendy sambil menahan senyum nya. Bagaimana mungkin, seorang pria dewasa tidak bisa menidurkan naga nya sendiri? Memikir kan nya membuat kedua pria itu tertawa lagi.
Membayangkan Rendy tidak tidur semalaman karna naga nya sendiri?! Itu adalah hal terlucu bagi mereka.
__ADS_1