
Ke esokan hari nya, Kanaya sudah bersiap untuk masuk kantor hari ini. Kanaya sudah berpakaian rapi nan elegan. Dengan balutan dress yang tidak begitu ketat berwarna navy polos. Serta dipermanis dengan tas tangan yang berwarna senada. Rambut yang dibiarkan jauh kebahu Kanaya. Rambut berwarna hitam legam itu menambah kesan elegan nan cantik alami. Kanaya hanya memakai riasan natural dan tidak terlalu berlebihan.
Setelah dirasa cukup, Kanaya mengambil sepatu hiels yang tidak terlalu tinggi, berwarna putih. Kanaya kemudian bersiap untuk menuruni tangga. Saat ia sudah ada didepan tangga, tiba tiba sapaan hangat dengan suara khas yang sangat dikenali Kanaya menyapu pendengaran nya.
" selamat pagi Nay sayang.. " ucap Farezky.
" selamat pagi kak Rezky, " jawab Kanaya.
" kau akan kekantor ? " tanya Farezky sembari menuruni anak tangga bersama Kanaya.
" iya, " jawab Kanaya singkat.
" lebih baik kau dirumah dulu Nay, seperti kau tidak bersemangat hari ini " ucap Farezky.
" tidak kok, aku akan berangkat hari ini, jika aku merasa tidak enak badan aku akan pulang, lagi pula kan tinggal hari ini persiapan kita untuk pasar saham besok kak Rezky.. " jawab Kanaya
" ah iyah! Benar juga, perusahaan ku sudah menyiap kan nya jauh jauh hari, karna kan perusahaan kak Rezky itu berpindah pusat nya, jadi harus menyiap kan nya jauh jauh hari agar tidak ada kesalahan " ucap Farezky.
__ADS_1
" iya " jawab Kanaya singkat sambil menuruni anak tangga yang terakhir.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kemeja makan. Glen sudah terlihat disana, menggunakan pakaian santai. Berbeda dengan Kanaya dan Farezky yang sudah siap dengan pakaian kantor mereka. Farezky dan Kanaya langsung berkumpul dengan Glen yang sudah mengisi piring nya dengan sandwich yang sudah disiap kan.
" selamat pagi yah, " sapa Farezky.
" selamat pagi paman " ucap Kanaya.
" selamat pagi Rez, selamat pagi sayang " jawab Glen hangat.
" wah, seperti nya ayah sudah sangat lapar ini.. " ucap Farezky yang melihat piring ayah nya yang sudah berisi kan 2 buah sandwich.
" tidak apa, paman bisa memakan semua nya " ucap Kanaya.
" tidak sayang, paman mu ini tidak akan serakus Rezky " ucap Glen sambil melirik putra nya yang sedang bersiap untuk mengambil satu sandwich.
" apa ! Sejak kapan Rezky jadi rakus " ucap Farezky membela diri sambil memaling jawah nya sebagai bentuk protes.
__ADS_1
" iyah iyah " ucap Glen mengalah.
Setelah itu suasana kembali hening. Mereka menyantap sandwich mereka dengan tenang tanpa ada percakapan. Sampai Kanaya dan Farezky selesai juga Glen yang sudah menghabis kan tiga sandwich yang ia ambil.
" Nay, " panggil Farezky sambil melihat kearah Kanaya.
" ya ? " jawab Kanaya.
" nanti Nay, berangkat nya sama kak Rezky aja, nanti kalo mau pulang biar kak Rezky yang jemput " tawar Farezky.
" tidak usah kak, nanti ngerepotin kak Rezky, lagi pula belum tentu kita satu arah, " tolak Kanaya halus.
" sudah tak apa, kak Rezky gak keberatan, " ucap Farezky.
" tapi nanti Nay mau- " belum sempat Kanaya menyelesai kan kalimat nya, Glen langsung menyambar.
" sudah Aya, kau berangkat bersama Rezky saja, biar dia direpotin oleh mu, lagi pula tidak apa kan jika kau diantar oleh kakak sepupu mu sendiri ? " ucap Glen.
__ADS_1
" baiklah, " ucap Kanaya pasrah.
" kalau begitu, ayo kita berangkat, " ucap Farezky kemudian pamit pada Glen. Begitu juga Kanaya.