Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》

Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》
kecemburuan Rendy


__ADS_3

Setelah pergi dari ruang rapat, handphone Kanaya tiba tiba berbunyi. Kanaya sebenar nya malas untuk mengangkat, namun bagaimana lagi, jika tidak diangkat maka bisa bisa ia kena omel. Bukan hanya pacar nya tapi juga rekan bisnis nya. Eh tunggu? Pacar?! Kanaya langsung menggelengkan kepala nya dan mengangkat telfon nya karna dari tadi sudah berbunyi.


"Hem," ucap Kanaya cuek dan malas!


"Sayang, kok cuma "hem"?, seharus nya kan "apa sayangg" gitu?" Rendy langsung kesal dengan panggilan dan nada yang diberikan oleh Kanaya saat mengangkat telfon nya.


" lalu?" Jawab Kanaya malas


" baiklah, terserah! Aku marah!" Rendy langsung mematikan sambungan telfon nya.


" siapa Aya?" tanya Leo


" gk penting," ucap Kanaya acuh.

__ADS_1


Tiba tiba tanpa diduga, ternyata Rendy sudah berada dibelakang Kanaya. Dan terlihat sangat kesal karna dianggap tidak penting, lalu dia pun angkat bicara.


" jadi, aku tidak penting yah?" nada suara Rendy terdengar sangat kesal.


Kanaya, Leo dan Salsa langsung menoleh kearah suara. Kanaya langsung terkejut bukan main dengan apa yang ia lihat, " kenapa kau ada disini?"


" jadi jika ingin membahas masalah kontrak kerja kita, saya perlu kasih tau kamu dulu?" ucapan Rendy barusan terdengar serius dan berbeda dari biasa nya ia bicara dengan Kanaya.


" ouh, baik, mari keruangan ku," ucap Kanaya lalu melangkah kan kaki nya pergi kelift.


" hem,, seperti nya,, kakak ipar itu sudah punya pengganti deh, maka nya gk terlalu perhatikan kakak,"


Rendy langsung meloloti adik laki laki satu satu nya itu, " kau ingin tetap disini atau pergi kerumah nenek mu tersayang," ancam Rendy dengan tatapan membunuh

__ADS_1


" mama tidak akan menyetujui nya! Kau tidak bisa mengancam ku," jawab Juno dengan sombong.


" yakin?! papa akan menyetujui jika tau kau jarang masuk kuliah dulu dan hanya bermain main saja!" Ancam Rendy


" kakakkk kau kakak ku yang palinggg tampann.. kakak sangat baik.. sangattt perhatian... maka nya kakak ipar sangat mencintai mu..." Juno pintar sekali mengucapkan kata kata manis dan merayu kakak tampan nya itu.


Rendy yang malas menanggapi itu pun hanya bisa menghembus kan nafas nya kasar dan mulai fokus pada hadapan nya. Rendy mulai memperhatikan Kanaya yang berjalan dengan anggun dan penuh wibawa. Dengan menggunakan kaos model sabrina berwarna biru dongker dan rok yang pas dan sangat indah.


Ouhh gawat! Bisa bisa Rendy khilaf jika harus terus memperhatikan lekuk tubuh indah milik Kanaya. Rendy langsung melingkirkan pikiran tidak senonoh nya dan kembali fokus kedepan.


Kanaya memang sangat anggun, semua karyawan yang ada disana pun terpesona dengan kecantikan nya. Beberapa karyawan laki laki menatap Kanaya dengan tatapan menggoda. Hal itu membuat Rendy kesal setengah mati. Ia tidak suka jika milik nya ditatap seperti itu.


Rendy pun langsung meloloti para karyawan laki laki yang menatap Kanaya dengan tatapan seperti itu. Mereka pun menyadari tatapan Rendy yang seperti ingin menerkam mereka pun hanya bisa menunduk.

__ADS_1


Kanaya tau jika Rendy menatap karyawan nya dengan tatapan membunuh, tapi Kanaya justru tersenyum tipis. Ia senang karna ternyata Rendy posesif pada nya. Ia tau jika Rendy sekarang sedang cemburu. Namun tidak ingin ia ambil pusing. Karna percuma jika diladeni.


__ADS_2