
Perdebatan yang sempat terjadi diantara nenek Rich dan kedua cucu nya berakhir saat makan siang dan berujung pada jalan buntu. Karna setelah makan siang, Rendy dan Juno harus kembali ke perusahaan, dan Kanaya juga harus kembali keperusahaan nya.
Akhir nya perdebatan yang membuat pusing kepala Kanaya berakhir dengan tenang. Walau pun sebenar nya masih ada yang mengganjal dan belum puas dengan hasil nya. Namun, karna waktu tidak ingin berkompromi, akhir nya, semua orang hanya bisa menganggap semua nya angin lalu dan pergi satu persatu.
Nenek Rich juga tidak mengungkit nya lagi. Karna ia tau, jika ia mengungkit nya sekarang, ia akan kalah telak oleh putra dan cucu cucu nya. Bagaimana pun, Martin, Rendy dan Juno tidak pernah menyetujui tradisi itu. Sebenar nya, Wili juga tidak setuju, namun, ia tidak menunjukan nya secara terang terang an. Karna ia masih menghormati nenek Rich sebagai ibu dari suami yang ia cintai dan putra putra nya.
Setelah cukup lama, akhir nya Rendy dan Juno sampai diperusahaan Rich. Rendy sempat menghela nafas nya beberapa kali. Ia terlihat gusar karna khawatir akan Kanaya yang merasa tak nyaman tadi. Ia juga sempat melihat beberapa kali raut wajah nenek nya yang terlihat masam karna keputusan nya tidak digubris sama sekali.
Juno melirik sekilas kearah kakak nya yang terlihat sangat sendu.
__ADS_1
" sudah lah kak ! Kenapa kakak terlalu terbawa emosi begitu ! Nenek itu kan memang seperti itu kak ! Dari dulu kan sifat nenek seperti itu ! Keras kepala ! Sudah lah kak.. kakak ipar juga tidak akan terlalu terbawa suasana, lihat tadi.. dia tenang tenang saja ! " ucap Juno.
' iya tenang ! Tenang karna nenek sudah menutup mulut nya ! Coba kalau nenek masih bersikeras menerus kan percakapan itu ! Mungkin Kanaya sudah pergi dari sana karna saking kesal nya ! Aku juga pasti akan kesal karna nenek memang tidak pernah menjaga mulut nya! ' -jawab Rendy dalam hati nya.
Setelah puas berkelana dengan fikiran nya masing masing. Kedua kakak beradik itu pun memutuskan untuk keluar dan masuk kedalam perusahaan. Rendy dan Juno menaiki lift khusus petinggi perusahaan. Dalam lift, Rendy terus berusaha mencari seribu satu alasan bahwa Kanaya tidak akan mengambil hati perkataan nenek nya tadi.
Rendy juga tau, bagaimana perjuangan Kanaya saat ia kuliah diluar negeri dulu. Apa lagi Kanaya mendapat kan beasisiwa dikuliah ternama. Sudah jelas ia mendapat kan pro dan kontrak. Ia juga tidak memiliki latar belakang yang kuat. Membuat nya semakin terpuruk kala itu. Jangan tanya jika Rendy tau, karna semua tentang Kanaya ia sudah mengetahui nya.
Bahkan mungkin laki laki yang selama ini menyimpan dendam pada nya karna cinta nya ditolak Kanaya waktu itu.
__ADS_1
Ditempat yang lain, perusahaan Qiztya. Wanita yang sedang dibicara kan dan difikir kan oleh Rendy. Kanaya juga sedang tenggelam dalam fikiran nya. 10 menit yang lalu ia sudah sampai dikantor nya. Ia sudah duduk dikursi kebesaran nya sebagai CEO. Tapi fikiran nya sedang berkelana entah kemana hanya dia yang tau.
Semua yang ada dalam fikiran nya mungkin berhubungan dengan kejadian tadi siang saat makan siang. Kanaya hanya menghela nafas nya pelan saat mengingat betapa tegang yang saat makan siang tadi. Apa lagi saat melihat raut wajah masam nenek Rich. Kanaya menghela nafas nya berat kali ini.
" sudah lah Kanaya ! Jangan memikir kan nya lagi ! Biar kan itu berlalu seperti angin ! Kenapa juga harus difikir ! Rendy dan Juno juga tidak mempermasalah kan nya ! Kenapa juga harus difikir ! " ucap Kanaya memberi diri nya sendiri semangat.
Kanaya kembali fokus pada apa yang ada dihadapan nya. Laptop yang sudah menunggu nya dengan sejuta kesibukan dan file file yang akan membuat nya lupa akan dunia.
" sudah lah semangat ! Kau harus bekerja ! Ini adalah sesuatu yang sudah kau bangun dari dulu ! "
__ADS_1