
Diperjalanan, mereka hanya diam membisu. Pikiran mereka berkelana entah kemana. Farezky pun hanya fokus menyetir. Kanaya sedang memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjut nya. Mungkin ia akan terus mengembangkan perusahaan nya sampai bisa berkembang menjadi perusahaan internasional.
Kanaya juga mulai memikir kan tentang anggota nya. Ia harus memikir kan para anggota nya. Jika, ia fokus pada perusahaan nya, maka kelompok yang sudah ia bangun selama ini, sementara tidak akan menjalan kan misi. Menjalan kan misi pun, itu tidak bisa menjalankan misi yang diluar negri. Karna jika ia menjalan kan misi sampai keluar negri, resiko nya terlalu besar tanpa seorang ketua yang mendampingi mereka.
Kanaya sedang tenggelam dalam fikiran nya, ketika Farezky sedang berbicara dengan nya dilampu merah.
" Nay ! Nay.. ! " panggil Farezky.
" eh, maaf kak, tadi Nay sedang tidak fokus, " jawab Kanaya.
" Nay, kenapa ? " tanya Farezky.
__ADS_1
" Nay hanya sedang memikir kan nasib selanjut nya untuk anggota black home. Bagaimana pun juga, mereka tanggung jawab Nay, jika Nay, sibuk dengan urusan perusahaan mereka tidak akan bisa mengambil tugas luar negri. Bagaimana pun, menjalan kan tugas diluar negri tanpa seorang ketua, itu sangat beresiko " jawab Kanaya jujur.
" yah, aku paham betul mengenai itu. Jadi, menurut kakak, kamu harus membuat kan usaha untuk mereka. Sama hal nya dengan anggota kakak, kakak memberi kan para anggota kakak modal untuk memulai usaha " usul Farezky.
" modal ? Usaha ? " jawab Kanaya.
" iya, mereka bisa memulai hidup yang baru, sama hal nya dengan mu, kamu juga memulai hidup yang baru setelah pembalasan itu " ucap Farezky
" baiklah, Nay akan membicarakan ini dengan para anggota yang lain setelah pulang kerja, " ucap Kanaya.
Setelah itu, tidak ada pembicaraan diantara kedua nya. Setelah 10 menit berkendara dengan suasana hening, akhir nya mobil Farezky berhenti didepan perusahaan Qiztya. Kanaya pun bersiap untuk turun. Tak lupa, ia juga mengucap kan terima kasih.
__ADS_1
" terima kasih kak Rezky, ouh yah, nanti kak Rezky gak usah jemput. Nay, mau minta jemput Rio untuk kemarkas pulang nanti, " ucap Kanaya.
" sama sama, tapi benar tidak mau aku yang mengantar mu ? " tanya Farezky.
" iya, kalau begitu aku pergi dulu ya kak, " ucap Kanaya
" baiklah, da.. " ucap Farezky sambil melambaikan tangan nya pada Kanaya yang sudah keluar dari mobil.
Kanaya pun melambaikan tangan nya juga. Ia tersenyum tipis sambil melambaikan tangan nya kejendela mobil Farezky. Setelah mobil itu pergi dari hadapan Kanaya. Kanaya pun pergi masuk kedalam. Semua berjalan lancar.
Semua keperluan dan meeting untuk besok sudah selesai. Tadi pagi saat Kanaya baru masuk keruangan nya, ia langsung mengadakan rapat dewan direksi. Semua dewan direksi pun meminta maaf pada Kanaya karna sudah menuduh Kanaya yang tidak tidak.
__ADS_1
Setelah meeting itu selesai, Kanaya pun kembali keruangan nya untuk menyelesai kan pekerjaan yang menumpuk didepan meja nya. Waktu berjalan cepat. Sekarang sudah pukul 3.30 sore. Kanaya bersiap untuk pulang. Ia sudah menelfon Rio untuk menjemput nya diperusahaan.
Setelah menunggu kurang lebih 30 menit. Akhir nya mobil Rio pun sampai di depan perusahaan Qiztya. Kanaya pun langsung masuk dan mobil pun berjalan meninggal kan perusahaan. Kanaya dan Rio sama sama diam dalam mobil. Rio paham bahwa keadaan Kanaya sedang kurang baik. Pasti banyak yang ia pikir kan. Begitu pikir Rio