Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》

Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》
kesempatan dalam kesempitan part 1


__ADS_3

Setelah sampai didepan lift, Salsa memencet tombol keruangan Kanaya. Tak berapa lama lift pun terbuka dan Kanaya melangkah kedalam. Namun saat Salsa dan Leo ingin masuk, tiba tiba saja ditahan oleh Juno. Juno mengedipkan sebelah mata nya memberi isyarat pada Leo dan Salsa.


Mereka pun menangkap sinyal sinyal persekongkolan antara Juno dan Rendy yang ingin agar Rendy hanya berdua an dengan Kanaya. Mereka pun langsung mengangguk paham dan berfikir mencari alasan agar tidak satu lift dengan Kanaya dan juga Rendy.


" ah! Maaf Aya, seperti nya perut ku agak lapar, bagaimana jika aku makan siang dulu? Lagi pula ini sudah jam makan siang, lihat lah! Sudah pukul 11 lebih," ucap Salsa sambil menunjuk jam tangan nya yang menunjuk pukul sebelas lebih lima belas menit.


" tumben kau makan siang tepat waktu? Kau bilang kalau pekerjaan mu banyak, maka nya kau jarang makan siang tepat waktu, bahkan kau selalu makan siang ditempat mu?" Kanaya serasa punya indra ke enam, ia seperti nya tau saja jika Salsa hanya mencari alasan untuk keluar.


" ah! Bukan kah lebih baik kita makan siang tepat waktu? Aku punya rekomendasi cafe yang menarik untuk makan siang, bagaimana jika kita bertiga pergi?" Juno mencoba mencari alasan bagi mereka untuk pergi.


" baik, kita pergi sama sama," ucap Kanaya, namun saat Kanaya ingin melangkah kan kaki ny menjauhi pintu lift, Juno langsung menghentikan langkah kaki Kanaya.

__ADS_1


" ah! Tidak usah! Nanti biar aku bawakan saja keruangan kakak ipar," ucapan Juno berhasil membuat mata Leo melotot, sampai hampir lepas dari tempat nya, sejak kapan adik kecil kesayangan nya menjadi kakak ipar Juno? Ouh astaga!


" kenapa?" Ucap Kanaya, yang seolah olah terdengar tidak mempermasalah kan panggilan Juno untuk nya, membuat Leo menganga dibuat nya, Leo seperti sudah ketinggalan berita eksklusif pagi ini.


" karna kan kita masih harus melanjut kan perbincangan kita mengenai kontrak kerja kita yang baru,.." lalu Rendy mendekat pada telinga Kanaya dan lanjut bicara, " dan juga masa depan junior ku, sayang..." ucapan Rendy yang vulgar dan lembut membuat daun telinga dan pipi Kanaya merona seketika.


' kenapa dia mengatakan hal hal seperti itu sekarang?! Ah, pasti pipi ku sudah meroba dibuat nya! Siallll! Dia selalu saja bisa membuat ku malu!' -ucap Kanaya dalam hati nya.


" baiklah! Ayo! Kita keruangan ku!" ucap Kanaya pasrah, karna ia tidak ingin membuat pipi nya kembali merona akibat ulah Rendy yang dari tadi menggoda nya.


Rendy pun senang karna rencana berhasil dan memberikan sinyal pada Juno agar membawa 2 orang pengganggu lain nya pergi. Juno yang menangkap sinyal itu langsung melaksanakan tugas nya.

__ADS_1


" ah! Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu, nanti akan kami bawakan makanan yang paling lezat! Sampai jumpa! Semoga kerja sama nya lancar," ucup Juno.


' dan semoga, aku cepat dapat keponakan,, hihihihi...' -lanjut Juno dalam hati nya.


Setelah mereka bertiga pergi dari sana, Kanaya dan Rendy langsung menaiki lift dan menuju ruangan Kanaya. Rendy sedari tadi terus memperhatikan Kanaya dan membuat gadis itu salah tingkah dibuat nya, 'apa ada sesuatu yang aneh diwajah ku? Atau, make up ku luntur, jadi terlihat aneh?' -batin Kanaya mulai merasa risih.


Pintu lift pun terbuka, Kanaya dan Rendy langsung melangkahkan kaki nya keluar dari lift. Saat sampai dilorong ruangan Kanaya, terlihat sepi dan sunyi. Membuat Rendy penasaran, kenapa sunyi?


" sayang? Kenapa disini sunyi sekali? Tidak ada karyawan yang terlihat disekitar sini; apa karyawan disini memang suka menyindiri?" ucap Rendy sembari melihat sekeliling nya.


" tidak, disini memang hanya ada 4 ruangan, ruangan ku, ruangan sekertaris ku, ruangan direktur dan ruangan asisten direktur," jelas Kanaya.

__ADS_1


' bagus! Jadi tidak ada yang ganggu rencana ku!' -batin Rendy.


__ADS_2