
Wili yang menyadari keberadaan teman lama putra sulung nya itu pun mempersilahkan untuk Bianca duduk disofa. Setelah duduk suasana menjadi sangat canggung. Juno bahkan malas menatap wajah cantik Bianca. Ia kebih memilih memainkan ponsel nya. Begitu juga Martin, ia mulai membaca koran nya.
'sial!! kenapa mereka justru menjadi cuek sekali pada ku! ah sial!! suasana nya canggung sekali! bagaimana bisa aku memberitahukan tentang wanita penggoda itu!! cih! menyebalkan!!' -gerutu Bianca dalam hati nya.
"ah, em,, siang tante,, maaf mengganggu,," ucap Bianca sopan sambil menampilkan senyum manis nya.
"ah, iyh! tidak apa apa! ouh yah! Bianca, sudah lama kau tidak main kesini? kapan kau pulang dari Amerika?" ucap Wili lembut.
"ah, itu.. aku baru pulang kemarin lusa tante.. kata papa, lebih baik aku disini dulu," ucap Bianca.
'sambil menunggu Rendy melamar ku..' -ucap Bianca dalam hati.
"ouh..."
"ouh yah tante! dimana Rendy?" ucap Bianca basa basi padahal mah,, dia tau dimana Rendy.
"ouh Rendy! dia sedang-" ucapan Wili terputus oleh ucapan Juno.
"kak Rendy sedang pergi! ada urusan penting!" ucap Juno ketus.
"ouh begitu yah,,"
Sementara ditaman hiburan, Kanaya dan Rendy sedang asik bermain berbagai wahana. Sampai akhirnya Kanaya kelelahan dan meminta untuk beristirahat.
"stop! aku lelah Rendy," ucap Kanaya.
"baiklah! kita duduk disana saja," ucap Rendy sembari menunjuk bangku kosong yang ada didekat sana.
"baiklah! ayo!"
Setelah duduk, Rendy memberikan air mineral kepada Kanaya. Ia tau wanita tercinta nya sedang kelelahan karena menuruti kemauan nya yang ingin bermain semua wahana yang ada disitu.
"em, Kanaya?" tanya Rendy.
__ADS_1
"iya?"
"bagaimana kalau kita pulang saja?" ucap Rendy antusias.
"em? kenapa kau sangat bersemangat untuk pulang? bukan kah tadi nya kau yang meminta ku untuk bermain semua wahana yang ada disini?" tanya Kanaya heran.
"ah, tidak apa apa, aku hanya merasa kau sangat kelelahan jadi lebih baik kita pulang saja," ucap Rendy tenang.
"hem, baiklah!"
Mereka pun berjalan menuju parkiran dan langsung menyalakan mesin mobil untuk pulang.
'iyh! kita akan pulang! tapi pupang kerumah ku!' -ucap Rendy dalam hati.
Kanaya melihat tingkah Rendy yang mencurigakan. Namun ia tidak ingin ambil pusing. Awas saja jika Rendy berani macam macam! Kanaya sudah siap dengan bela diri nya.
Kanaya yang melihat arah jalan yang berlawanan dengan arah pulang keapartemen nya itu pun heran dan ia pun bertanya pada Rendy.
"benar! ini menuju kerumah ku!" ucap Rendy santai.
"apa! aku tidak mau! cepat putar balik!" ucap Kanaya tegas.
"ssssttttt diam sayang... aku akan memperkenal kan mu pada ibu dan ayah ku," ucap Rendy sambil tersenyum.
"tid-" ucapan Kanaya terputus karena telunjuk Rendy membungkam mulut mungil Kanaya.
"diam!"
Mereka pun kembali sunyi dan hening. Kanaya bingung mau berkata apa. Setelah sampai dirumah utama keluarga Rich, Rendy dan Kanaya langsung masuk kerumah dan disambut oleh pelayan.
Saat melihat pintu rumah dibuka, semua orang melihat kearah pintu. Bianca yang melihat pujaan hati pulang pun girang bukan main. Ia langsung berdiri dan menghampiri Rendy sambil memegang lengan Rendy dengan manja. Entah kenapa Kanaya yang berada dibalekang Rendy yang melihat itu pun merasa emosi dan marah. Kanaya lalu memalingkan wajah nya dengan kesal.
Juno melirik kebelakang Rendy dan terkejut dengan kehadiran Kanaya. Ia senang bukan main melihat calon kakak ipar nya yang sedang kesal itu. Lalu Juno langsung berlari kearah Kanaya dan menyapa nya dengan begitu antusias.
__ADS_1
"kakak!! kau disini!!" ucap Juno.
"eh! iyah," ucap Kanaya sambil tersenyum canggung.
"ayo!! biar ku kenal kan dengan ibu dan ayah!" ucap Juno sambil meraih tangan Kanaya namun dihentikan oleh Rendy.
"tunggu!! kau mau bawa kemana calon istri ku?!" ucap Rendy kesal.
Bianca yang mendengar ucapan Rendy menjadi terkejut dan tidak percaya. Ia bahkan sempat mematung beberapa saat. Sama hal nya dengan Kanaya. Ia tidak menyangka Rendy akan mengaku pada semua orang bahwa diri nya adalah calon istri nya. Padahal balas dendam Kanaya saja belum selesai!.
"ayo sayang! aku ajak kau berkenalan dengan ibu dan ayah mertua mu!" ucap Rendy santai dan langsung menggandeng tangan Kanaya dan melepaskan tangan Bianca yang sedang bergelendot manja pada nya.
Wili dan Martin yang melihat putra nya datang dengan membawa sang calon menantu nya itu pun senang dan menyambut Kanaya dengan begitu antusias dan senyum yang merekah.
"hai sayang!!" ucap Wili senang.
"eh?" ucap Kanaya bingung
"kami sudah tau sayang,, ternyata kau sangat cantik, pantas saja Rendy sangat tergila gila pada mu,," ucap Wili.
Bianca benar benar sudah tidak bisa menahan emosi nya. Ia pun langsung mengeluarkan kata kata yang sedikit membuat semua orang terkecuali Rendy dan Juno terkejut.
"tidak!! tidak bisa!! Rendy hanya boleh menikah dengan ku!!" ucap Bianca lantang.
"akhir nya tidak bersandiwara lagi," ucap Juno sinis.
"dengar yah, nona Bianca, aku tidak mungkin menikahi wanita seperti mu! wanita yang hanya mementingkan diri nya sendiri! kau hanya bisa memanfaatkan nama besar orang tua nya saja! sedangkan Kanaya, dia bisa berdiri dengan kaki nya sendiri! tidak mementingkan diri sendiri dan selalu rendah hati!" ucap Rendy sinis.
Ucapan Rendy membuat Bianca tidak bisa berbicara lagi. Ia sudah kehabisan kata kata. Semua angan angan untuk menjelek jelekan Kanaya didepan Wili dan Martin habis sudah. Pupus semua harapan Bianca untuk mendapatakan cinta Rendy.
"ma- maaf- sa- saya- harus kembali-" ucap Bianca gugup dan menahan emosi.
Setelah itu Bianca pergi meninggalkan rumah itu dengan perasaan kesal. Tapi bukan Bianca nama nya jika ia menyerah sampai disitu. Ia akan meminta bantuan ayah dan ibu nya untuk mendapatkan Rendy. Ia tidak akan membiarkan siapa pun merebut Rendy dari nya.
__ADS_1