Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》

Gadis Kecil Kesayangan Mama 《Berhenti Krna Gk Ada Ide Lgi!!》
persiapan


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu. Kini hidup Kanaya tenang tenang saja. Entah lah, mungkin hanya untuk sementara.


Setelah selesai berkemas dan merapikan semua barang barang nya. Kanaya memutuskan untuk pergi sarapan agar bisa segera berangkat. Yah, Kanaya akan berangkat ke luar negeri beberapa hari kedepan. Mungkin hanya 5 hari. Ia akan mengurus cabang perusahaan Qiztya yang baru. Memang, beberapa hari yang lalu, Kanaya baru saja membangun cabang baru diluar negeri.


Ia melakukan itu agar perusahaan nya semakin berkembang dan semakin dikenal oleh dunia. Kanaya memutuskan untuk mengurus cabang perusahaan nya sendiri. Ia harus memantau nya dengan mata nya sendiri. Karna memang itu perusahaan baru. Pasti banyak ada pro dan kontrak nya.


" Nay.. harus kah kau pergi ? Tidak kah sebaik nya kau disini saja ? Biar Leo yang mengurus nya.. ya.. ? " bujuk Farezky dengan nada yang sendu dan raut wajah yang amat sedih,


Ia sengaja melakukan nya karna ia belum rela jika harus berpisah dari adik kecil nya. Tetapi ia juga tidak bisa meninggal kan perusahaan nya karna perusahaan nya baru beberapa hari berpindah ke negara ini.


" kak.. Nay gak lama kok.. cuma 5 hari aja.. nanti Nay pulang lagi.. kalo pun nanti Leo yang mengurus.. Nay tetep gak tenang kak.. perusahaan Nay kan baru membuat cabang di luar negeri.. jadi Nay harus mengawasi nya secara langsung.. baru Nay akan tenang.. " ucap Kanaya mencoba untuk menyakin kan Farezky.


Padahal sedari kemarin lusa, Kanaya sudah memberi tau kan ini lebih awal kepada Farezky. Karna ia tau, Farezky pasti tidak akan membiar kan nya pergi semudah itu. Apa lagi setelah semua yang terjadi. Farezky semakin posesif. Apa lagi jika mengingat kejadian minggu lalu, saat kedua wanita yang berpakaian minin itu masuk kedalam ruangan Kanaya dan mengancam nya.

__ADS_1


Saat Farezky mengetahui nya, dia menjadi semakin posesif dan mengekang Kanaya. Bahkan hanya untuk makan siang dan makanan nya saja, Farezky harus tau dan harus dicek terlebih dahulu. Sebenar nya Kanaya agak risih. Namun ia tidak mau melarang Farezky. Karna ia tau, kakak nya melakukan ini pasti untuk nya juga. Ini semua demi kebaikan nya.


" tapi Nay.. " ucap Farezky yang tetep kukuh pada pendirian nya bahwa Kanaya tidak boleh pergi.


Padahal jam keberangkatan Kanaya tinggal beberapa jam lagi. Membujuk nya sekarang juga tidak ada hasilnya. Karna semua nya sudah siap.


" sudah lah Ky ! Biar kan Kanaya pergi ! Dia pergi tidak ada satu minggu kan ! Kau itu kenapa si ! Seperti ingin ditinggal kebulan saja ! " ejek Glen yang sudah kesal dengan tingkah putra nya yang terlalu menyayangi adik sepupu nya itu.


" kak ! Nay itu kenegara yang sudah Nay tinggalin selama 5 tahun ! Nay gak mungkin tersesat ! Atau masalah bahasa ! Apa lagi makanan ! Nay juga sudah punya tempat tinggal disana kak ! " ucap Kanaya.


Yah, negara yang akan Kanaya datangi adalah negara dimana ia kuliah dulu. Dimana ia memahami tentang sebuah kehidupan sosial dengan segala kerumitan hubungan hubungan yang tercipta. Mulai dari masalah percinta an, persahabatan, pertemanan, atau tentang nona nona muda orang kaya yang pamer dan sombong dengan kehidupan mereka yang serba mewah.


' ya tuhan !! Bagaimana cara nya agar kakak sepupu ku yang paling aku sayangi ini bisa mengerti si ! ' -kesal Kanaya dalam hati.

__ADS_1


" tapi Nay ! " ucap Farezky yang terhenti dengan suara Glen yang lebih cepat.


" sudah ! Kalau kau masih tidak rela, kenapa kau tidak ikut saja ! " ucap Glen yang sudah sangat kesal dengan putra nya ini.


" tidak bisa yah ! Rezky harus berkerja, perusahaan Rezky baru berpindah pusat ke negara ini kan ! Jadi masih ada beberapa dokumen masalah kepindahan yang harus Rezky tangani! " ucap Farezky.


" ya sudah kalau begitu ! " ucap Glen.


" tapi yah ! " Farezky masih belum menyerah rupa nya.


" sudah Rezky ! Makan ! " ucap Glen.


Setelah mendengar perkataan Glen, Farezky memutuskan untuk menghentikan aksi merengek nya dan memutuskan untuk memulai sarapan nya. Ia tidak ingin jika ia harus melewat kan keberangkatan Kanaya. Ia akan mengantar Kanaya kebandara walau dengan hati yang berat.

__ADS_1


__ADS_2